
Jangan lupa vote dan sarannya yaa.. Karna saran dan masukkan dari kalian itu penting.. 🙂😊
Silahkan tinggalkan jejak dengan menekan tombol like dibawah agar aku lebih semangat update cerita ini..
Terimakasih sudah membaca ceritaku 🤗
dan jangan lupa beri bintang 5 ya 😚
Jangan lupa baca cerita aku yang lainnya. kisah nyata 🤗
Happy Reading
***
Flasback Rapat Mafia Crowned Eagle di Mansion Sean (Lanjutan Rapat di Part 105. Penghianat (Bagian 1) )
Disisi lain, empat mafia tampan itu telah duduk di kursi kebesarannya masing-masing. Hawa dominant dan aura menyeramkan sangat kental terasa di ruangan itu. Bagaimana tidak menyeramkan? Sean, Nick, Damian dan Darren adalah orang yang masuk kedalam jejeran orang paling berpengaruh kedalam dunia bisnis gelap.
"Nick, kenapa kau bergerak tanpa sepertujuan kami?" Kata Damian yang memulai awal pembicaraan.
"Bukankah kalian sudah mengenalku dengan dalam? Kalian juga mengerti bagaimana prinsip ku dalam menghadapi musuh bukan? Prinsip ku tetap seperti dulu Damian. Tidak ada yang berubah sedikitpun dari prinsip ku itu. Prinsip ku, kita harus mengenali musuh kita terlebih dahulu sebelum mengalahkannya. Kalau perlu, kita harus menjadikan musuh kita sebagai teman kita sendiri sebelum kita mengalahkannya hingga ke akar-akarnya. Bukankah itu sangat mengasikkan?" Kata Nick dengan sebuah seringai tipis yang tersungging dibibirnya.
Inilah Nick yang sebenarnya. Tampak baik dan ramah di depan orang untuk menutupi sifat aslinya. Bahkan Nick termasuk kedalam orang-orang yang begitu menyeramkan dan tak terduga.
Darren yang mendengar perjelasan Nick tadi langsung tersenyum tipis. "Aku suka dengan caramu Nick. Kau cerdas dan tak tertebak."
Sean langsung tertawa mendengarnya. "Setelah ku fikir-fikir, ternyata perkataan orang lain benar ketika mengecap kita sebagai pembunuh berdarah dingin. Itu terdengar sangat pantas dan cocok untuk kita. Pantas saja mereka menakuti kita."
"Hahaha.."
Gelak tawa yang terdengar menyeramkan itu mengisi ruangan rapat anggota Mafia Crowned Eagle.
Gelak tawa yang dilakukan oleh anggota Mafia Crowned Eagle itu sungguh membuat orang merinding jika mendengarnya.
Masih ingat dengan motto Mafia Crowned Eagle bukan?
Ingin mengalahkan kami kalian harus hebat, Ingin menangkap kami kalian harus cepat, Ingin menghancurkan kami? Kalian pasti bercanda!
"Bagaimana bisa kau bertemu dengan Derrick, Nick? Apa yang telah kau lakukan dengannya?" Tanya Darren dengan menatap wajah Nick. Pasalnya, sahabatnya itu selalu bilang sibuk dan sibuk belakangan ini. Lalu, dengan tak terduga, sahabatnya itu malah datang dengan membawa sebuah kejutan tak terduga. Kejutan tak terduga itu adalah Rara. Orang yang selama ini mereka incar.
Sean dan Damian yang mendengar pertanyaan Darren juga langsung menatap wajah Nick.
"Kalau aku ceritakan itu akan sangat panjang bung. Tapi, singkat cerita, Derrick mengajakku untuk bekerjasama untuk mengeluarkan Dara dari mansion. Dan.. Bum! Tentu saja aku menerimanya." Ujar Nick dengan seringai tipis yang tersungging di bibirnya.
Damian langsung bertepuk tangan setelah mendemgar perkataan Nick tadi. "Wow. Itu sungguh luar biasa Nick. Kau sungguh cerdik. Pantas saja kau bermuka dua. Tampak ramah tapi aslinya kau seperti kita. Bahkan lebih menyeramkan daripada kita semua." Kata Damian dengan tersenyum bangga. Damian benar-benar tak habis pikir dengan otak sahabatnya itu. "Apakah musuh kita sekarang adalah anak SD? Bagaimana bisa dia mengajak musuhnya untuk bekerjasama?" Tambahnya lagi.
"Menurutku, Derrick tidak tau jika kita sedang mengincarnya. Apalagi kita tidak melakukan pergerakan sedikitpun yang menunjukkan penyerangan padanya. Jadi Derrick mengira jika dirinya aman sekarang. Bahkan Derrick mengajak Rara, kekasih tercintanya itu untuk pergi liburan ke Hawai." Kata Sean dengan tenang. "Sesuai dengan yang aku duga. Derrick termasuk orang yang lengah. Terlalu gegabah tanpa memikirkan kedepannya seperti apa. Tapi aku sangat menyukai sifat gegabahnya. Dia terlalu terlena dengan rasa aman yang ia rasakan. Padahal dari rasa aman itulah yang akan menjadi sumber ketakutannya." Kata Sean dengan tersenyum miring.
__ADS_1
"Kau benar Sean." Ujar Darren menyetujui perkataan Sean. Begitupun juga dengan yang lain.
"Jadi apa tindakan kita selanjutnya Sean?" Tanya Damian. Karena yang menjadi ketua disini adalah Sean.
"Perketat pengawasan. Karena musuh kita tidak hanya Derrick. Masalah persenjataan kau yang mengurusnya Damian. Sedangkan kau Darren, kau tetap awasi pergerakan Derrick. Jangan sampai kau melakukan kesalahan sedikitpun. Sedangkan aku, aku akan menjaga istriku yang tengah mengandung sekarang. Dan aku juga akan mengurusi beberapa cabang perusahaan."
"Kalau Rara? Apa yang akan ia lakukan padanya?" Tanya Damian lagi.
"Rara biar aku yang urus." Sela Nick dengan tiba-tiba. "Biar aku saja yang memberinya sedikit pembelajaran."
"Baiklah. Rapat telah selesai. Jangan melakukan kesalahan sedikitpun."
Setelah itu mereka berempat langsung keluar dari ruangan rapat.
Flasback Off.
Nick mulai menggulung lengan kemeja yang ia gunakan.
Rara yang melihat pergerakan Nick semakin waspada. Dipepetkan tubuhnya ke sisi pintu mobil ketika Rara melihat Nick yang menegakkan tubuhmya dan menatapnya dengan tajam.
"Let's play baby girl."
Setelah itu Nick langsung mengukung tubuh mungil Rara.
"Nick!! Apa kau gila?!!" Bentak Rara dengan suara yang melengking keras.
"Ya. Aku gila." Kata Nick dengan menyeringai menakutkan.
Namun, hal itu tak membuahkan hasil sama sekali. Nick bahkan tak bergeming di tempatnya.
"Sudah selesai sayang?" Ucap Nick dengan suara berat yang terdengar menyeramkann di pendengaran Rara.
Lalu, dengan sentakan kuat Nick langsung merobek baju milik Rara. Tanpa memperdulikan segala perlawanan tak berarti yang Rara layangkan pada tubuhnya.
"Brengsek! Sialan! Keparat!" Umpat Rara.
Nick menatap kagum tubuh putih mulus milik Rara. Sial! Bahkan hanya dengan melihat tubuh putih itu membuatnya tegang.
"Mulut pedasmu sepertinya perlu diberikan hukuman."
Lalu, Nick langsung mencium bibir Rara. Ciuman penuh paksaan dan tuntutan itu membuat Rara kualahan.
Buliran kristal jatuh membasahi pelupuk matanya. Padahal Derrick selalu memperlakukannya dengan lembut. Bahkan Rara hanya akan melakukannya dengan Derrick seorang. Tapi sekarang apa? Kini tubuhnya telah ternodai dan dinikmati oleh laki-laki yang baru ia kenal.
Rara benci dengan dirinya yang terlihat lemah seperti ini!
Dengan keberanian Rara, Rara langsung menggigit bibir Nick dengan kuat.
__ADS_1
Membuat Nick langsung melepas ciumannya. "Damn it!" Umpat Nick dengan kasar. Rahangnya mengetat. Tangannya mengepal kuat.
Sedangkan Rara menangis tergugu ditempatnya. Tubuhnya menggigil ketakutan. Terlalu shock dengan apa yang telah Nick lakukan padanya.
"Apa salahku padamu?" Kata Rara disela tangisannya. Kedua tangannya menutupi tubuh bagian atasnya yang telah terekspos bebas. "Aku bahkan baru mengenalmu. Aku bahkan tak pernah melakukan kesalahan padamu."
Dengan kasar Nick langsung mencengkram kedua tangan Rara yang berusaha menutupi bagaian atas tubuhnya. "Bukankah kau layak diperlakukan seperti ini Ra?" Ujar Nick dengan suara beratnya.
"Apa maksudmu?"
Dengan kasar Nick langsung mencium bibir milik Rara. Dihisap dan digigitnya leher jenjang itu hingga meninggal bekas kepemilikan.
Telinganya seakan tuli dengan umpatan dan permohonan Rara.
Setelah puas membuat Rara kehabisan nafas dan merasa lemas, Nick lantas membuka pakaiannya. Hingga terlihatlah tubuh tegap dengan pahatan yang negitu sempurna.
"Nick, please." Mohon Rara. Kedua tangannya dicengkram kuat hingga tak bisa bergerak sedikitpun.
Namun, ssakan tuli, Nick langsung menyatukan tubuhnya dengan tubuh Rara.
Jeritan kesakitan langsung terdengar seisi mobil.
Tapi, hal itu tidak membuat Nick merasa kasian sedikitpun. Nick semakin puas dengan melihat keadaan Rara yang sekarang.
Tanpa memperdulikan keadaan Rara yang kacau, Nick lantas menggerakkan tubuhnya di atas tubuh mungil itu seperti kerasukan setan.
Sial! Kenapa nikmat sekali?!
Hingga akhirnya Nick terus melakukannya hingga ia merasa puas.
Inilah akibatnya karena kau telah membuat perempuan yang ku cinta menangis dan menderita. Ini bukan seberapa Derrick. Karena akan aku buat kekasih tercintamu sehancur-hancurnya. Aku tak peduli meskipun Rara tak ada kaitannya dengan pembantaian itu. Tapi inilah imbalan yang pas untukmu, agar kau tau rasanya bagaimana melihat perempuan yang kau cintai menangis dan menderita.
🔥🔥🔥
Dibalik sikapnya yang ramah, terdapat sebuah sisi gelap yang tak pernah orang lain duga. - Nick
Apa salahku Nick? Bukankah kita baru saling mengenal? Kenapa kau memperlakukan ku seperti sampah? - Rara
Yang mau ngobrol dengan Visual My Possesive Husband atau ingin memberi pesan/nasehat untuk Sean, Dara, Nick, dll kalian bisa follow Instagram aku ya 😊
Dan yang mau tau spoiler semua karyaku untuk next chapter bisa follow instagram aku juga 😊
instagram: @fullandari
__ADS_1
Kalian bisa tau info tentang Update semua karyaku, bisa memberi kritik atau saran lewat DM atau QNA, bisa ngobrol bersama pemain My Possesive Husband dan menambah teman disana 😊
Aku tunggu notif dari kalian ya 😊 Terimakasih teman-teman.. ❤