My Possesive Husband

My Possesive Husband
89. MALAM KEJUJURAN SEAN


__ADS_3

Jangan lupa vote dan sarannya yaa.. Karna saran dan masukkan dari kalian itu penting.. 🙂😊


Silahkan tinggalkan jejak dengan menekan tombol like dibawah agar aku lebih semangat update cerita ini..


Terimakasih sudah membaca ceritaku 🤗


dan jangan lupa beri bintang 5 ya 😚


Jangan lupa baca cerita aku yang lainnya. kisah nyata 🤗


Happy Reading


***


Malam telah menjelang. Sean dan Dara kini sedang dalam perjalanan pulang untuk menuju mansionnya. Setelah puas dan asik jalan-jalan di taman dan bermain di taman bermain siang tadi, sekarang istrinya telah tertidur disampingnya dengan deru nafas yang beraturan. Terlihat sangat nyenyak dalam tidurnya. Bahkan Sean yang melihat istrinya tengah tertidur, sedikit-sedikit langsung tersenyum.


Entahlah. Sean juga tidak tau mengapa. Tapi, cukup dengan melihat wajah damai istrinya yang sedang tertidur seperti ini sudah membuat Sean langsung tersenyum.


Ternyata bahagia itu sederhana. Cukup melihat sang istri tertidur nyenyak seperti ini, sudah membuat Sean bahagia. Kalau definisi bahagia kalian seperti apa?


Sean sungguh bahagia hari ini. Benar-benar bahagia. Karena setiap tangannya di tarik oleh jemari tangan istrinya, maka Sean akan dibawa oleh dunia yang penuh dengan warna tanpa kegelapan sama sekali. Tapi, jika dirinya menarik tangan. istrinya, kenapa dirinya selalu membawa istrinya kedunia kegelapan tanpa cahaya? Pantaskan Sean untuk Dara? Pantaskan iblis seperti dirinya bersama seorang bidadari seperti istrinya?


Jam setengah sembilam malam, akhirnya Sean telah sampai di mansionnya. Dan lihat, istrinya masih tertidur pulas disampingnya dengan beberapa helaian rambut yang menutupi wajah cantiknya.


Lalu, Sean segera keluar dari dalam mobilnya dan segera keluar dan membuka pintu mobil istrinya. Dilihatnya wajah cantik yang tengah tertidur pulas itu. Setelah itu, Sean segera menggendong tubuh mungil istrinya ala bryde style.


Langkah tegasnya berjalan masuk kedalam mansion miliknya.


Roy yang meluhat kedatangan tuannya langsung menunduk hormat.


"Selamat datang tuan." Hormat Roy dengan sopan.


Sean hanya mengangguk menjawab sapaan Roy.


"Tadi tuan Nick datang kesini tuan dengan membawa beberapa rangkaian bunga yang ia tujukan untuk nona Dara tuan." Ucap Roy.


Sial. Nick memang benar-benar..

__ADS_1


"Buang saja Roy. Bakar habis semuanya." Titah Sean.


"Baik tuan." Jawab Roy dan segera melaksanakan tugasnya.


Percikan api cemburu datang menghampirinya.


Sepertinya Sean harus memberi perhitungan ke Nick agar tau batasannya.


Dikecupnya dengan sayang kening istrinya yang berada dalam gendongannya. "Aku sayang kamu." Lirih Sean.


Sean segera berjalan menaiki tangga untuk menuju dalam kamarnya.


Ceklek


Pintu kamar terbuka. Kamarnya tampak bersih dan rapi.


Lalu, Sean berjalan menuju rempat tidurnya. Dibaringkannya tubhh mungil istrinya dengan pelan-pelan.


Namun, karena hal itu membuat Dara langsung terbangun.


"Kita sudah sampai?" Tanya Dara dengan suara khas bangun tidurnya. Dengan sesekali Dara mengucek pelan kedua matanya. Berusaha menyesuaikan cahaya didalam kamarnya. Tadi, Dara begitu terlalu bersemangat jetika diajak jalan-jalan ke taman bersama suaminya.


Dara tersenyum menikmati usapan suaminya di salah satu pipinya.


"Sayang, aku ingin berbicara padamu. Berbicara tentang kejanggalan yang kurasakan." Ujar Sean dengan menatap lekat kedua bola mata istrinya.


Kening Dara mengerut, heran. "Kejanggalan apa sayang?" Jawab Dara.


Oke. Sejak kapan dirinya berani memanggil Sean dengan sebutan "sayang".


Deg


"Kamu manggil aku apa sayang?" Tanya Seab mencoba untuk memastikan.


Semburat merah langsung menghiasi kedua pipinya.


"Sayang." Jawab Dara dengan malu-malu.

__ADS_1


Oh, my ghost. Kenapa istrinya tampak menggemaskan?!


"Terimakasih sayang."


Dara langsung menatap lekat wajah tampan itu. "Terimakasih untuk apa sayang?"


"Terimakasih karena memanggilku sayang."


Deg


"Aku bahagia sekali."


"Ekhem." Dara berusaha menormalkan detak jantungnya. "Kembali ke topik pembicaraan awal sayang. Kejanggalan apa yang kamu maksud? Aku tidak mengerti."


Lantas Sean megenggam kedua tangan mungil istrinya.


"Tadi aku dikirimin sebuah surat istrinya. Tadi ketika dikantor sayang. Yang sekretarisku memberiku sebuah amplop tanpa nama."


"Iya? Terus kenapa sayang?"


Digenggamnya dengan erat tangan mungil itu. "Amplop itu berisi foto Raya. Foto Raya yang baru saja diambil. Bukan foto yang dulu."


Deg


Tubuh Dara mematung mendengar perkataan suaminya tadi.


Benarkah Raya masih hidup?


***


Yang mau ngobrol dengan Visual My Possesive Husband atau ingin memberi pesan/nasehat untuk Sean, Dara, Nick, dll kalian bisa follow Instagram aku ya 😊


Dan yang mau tau spoiler semua karyaku untuk next chapter bisa follow instagram aku juga 😊


instagram: @fullandari


Kalian bisa tau info tentang Update semua karyaku, bisa memberi kritik atau saran lewat DM atau QNA, bisa ngobrol bersama pemain My Possesive Husband dan menambah teman disana 😊

__ADS_1


Aku tunggu notif dari kalian ya 😊 Terimakasih teman-teman.. ❤


__ADS_2