
Jangan lupa vote dan sarannya yaa.. Karna saran dan masukkan dari kalian itu penting.. 🙂😊
Silahkan tinggalkan jejak dengan menekan tombol like dibawah agar aku lebih semangat update cerita ini..
Terimakasih sudah membaca ceritaku 🤗
dan jangan lupa beri bintang 5, 4, 3 ya 😚
Jangan lupa baca cerita aku yang lainnya. kisah nyata 🤗
Happy Reading
***
Jam telah menunjukkan pukul 1 dini hari. Semuanya telah tertidur lelap menyelami dunia mimpinya masing-masing. Akan tetapi tidak dengan Sean. Sean kini tengah duduk di kursi dekat jendela besar yang terdapat di kamar inapnya. Tadi Sean baru saja pergi mengunjungi makam Roy yang trerletak di sebelah makam Liya. Di bantu dengan Elden dan beberapa bodyguard lainnya mereka oeegi kesana lalu kembali lagi ke rumah sakit.
Kepalanya menunduk dengan kedua tangan yang saling bertautan satu sama lain. Tidak terasa, kini sudah empat hari Roy telah pergi meninggalkannya. Ada rasa sakit tersendiri yang Sean rasakan ketika melihat orang kepercayaannya pergi meninggalkannya selamanya.
"Hai son. Apa yang sedang kau pikirkan?"
Kedatangan Elden yang begitu tiba-tiba tidak membuat Sean menoleh sama sekali.
Elden menghela nafasnya pelan dan berjalan mendekat ke arah anaknya. Setelah itu Elden bersandar ke dinding. Salah satu tangannya ia masukkan ke dalam salah satu saku celananya. "Katakan apa yang sedang kau pikirkan son. Aku daddy mu, bukan orang asing." Titah Elden dengan suara yang tegas.
Sean menggeleng pelan. "Aku baik-baik saja Dad. Aku hanya sedang ingin sendiri." Ujar Sean dengan menatap wajah Elden. Kepala yang semula menunduk langsung tegak kembali.
__ADS_1
"Benarkah?" Tanya Elden tidak percaya dengan perkataan anaknya tadi. "Apakah kau tidak ingin mencari tangan kanan baru?"
Sean yang mendengar pertanyaan itu langsung menyeringai tipis. "Tidak Dad. Aku tidak ingin mencari tangan kanan baru." Jawab Sean dengan menatap pemandangan di luar sana.
"Kau juga butuh tangan kanan Sean. Kau seorang ketua Mafia Eropa." Kata Elden berusaha memberi pengertian ke anaknya.
Sean menggeleng pelan. "Aku tau Dad. Tapi aku tidak ingin melakukannya sama sekali. Sebanyak apapun mereka atau selama apapun mereka bekerja pada ku. Mereka tidak akan pernah menggantikan posisi Roy sebagai orang kepercayaan ku. Tidak akan pernah ada yang bisa menandingi Roy Dad." Jawab Sean dengan wajah yang serius. Tatapannya menajam dengan salah satu tangan yang mengepal kuat. Usulan Elden tadi membuat emosi Sean sedikit terpancing. Namun Sean masih berusaha untuk menahan emosinya. Baginya, sekarang bukanlah waktu yang tepat untuk berdebat dengan Daddy nya.
Elden menghela nafasnya pelan. "Musuh mu bukan orang main-main son. Dia adalah Daniel, anggota Geng Mafia The King Of Blood. Meskipun Daddy tidak tau motif Daniel apa, tapi secara tidak langsung Daniel memberi sinyal permusuhan pada mu. Daniel tidak menyukai mu." Kata Elden. Tatapannya memandang pemandangan di luar sana. Banyak bintang bertaburan menghiasi malam. Seketika Elden jadi merindukan Lexa, istrinya yang tengah tertidur di ruang rawat inap menantunya.
Sean mengusap wajahnya kasar. "Dimana Garvin?"
Sontak saja Elden yang mendengar pertanyaan itu langsung beralih menatap ke arah Sean. "Daddy sudah mencari keberadaanya. Tapi tetap saja Daddy tidak menemukan keberadaanya. Rafael dan Darren juga sedang berusaha mencari titik keberadaanya. Kita tinggal tunggu informasi darinya." Jawab Elden.
"Sepertinya dia akan sulit ditemukan Dad." Setelah mengatakan hal itu Sean langsung bangkit dadi duduknya dan berjalan menuju ranjang rumah sakit. Setelah itu Sean mendudukkan dirinya di atas ranjang. "Dad jika kejadian beberapa tahun yang lalu terulang antara aku dan Garvin, apa yang akan Daddy lakukan?" Tanya Sean dengan menatap wajah Elden.
Sean menggeleng pelan. "Itu sulit Dad. Sangat sulit. Apalagi ini berkaitan dengan Lucy Matilda Adira. Mantan istri Garvin."
Deg
Ya Elden tau. Lucy Matilda Adira. Cinta pertama Garvin sekaligus perempuan yang sangat Garvin cintai.
Elden tidak bisa berkata apa-apa lagi. Ini memang sebuah kesalahan yang sangat fatal. "Iya Daddy tau. Tapi tidak bisakah kalian memikirkan perasaan Mommy kalian? Meskipun kalian saudara tiri seharusnya kalian bisa memikirkan perasaan Mommy kalian. Apa kalian mau melihat Mommy kalian menangis dan hancur karena permusuhan kalian lagi son? Daddy minta, pikirkan baik-baik itu. Daddy dan Mommy tidak ingin melihat pertarungan kalian lagi." Ucap Elden dengan penuh permohonan.
Jujur, sebenarnya Sean juga tidak ingin semuanya ini terjadi. Namun tetap saja, nasi sudah menjadi bubur. Kepercayaan telah terbakar oleh api yang besar. Kebahagiaan dan keramahan telah sirna di makan permasalahan. "Dad sepertinya aku dengan Garvin memang di takdir kan bukan untuk menjadi saudara. Meskipun kami terlihat tenang. Tapi tetap saja, aura permusuhan kami tetap ada. Aku tau, Daddy pasti sudah tau itu. Hanya saja Daddy berusaha menutupinya."
__ADS_1
Iya, memang benar yang dikatakan Sean tadi. Hanya saja Elden berusaha terlihat tenang karena tidak ingin membuat istrinya khawatir. Sudah cukup baginya membawa penderitaan bagi Lexa. Sekarang yang Elden lakukan hanyalah ingin membuat perempuan yang ia cintai bahagia. Biarlah Elden sendiri yang menyelesaikan semuanya. Biarkan Elden sendiri yang menanggungnya. Meskipun perasaan Elden terasa remuk mendengar faktanya. Tapi tetap saja Elden akan berusaha agar pertumpahan darah di masa lalu tidak terulang. Ya, Elden tau. Ibaratnya Sean adalah seekor harimau sedangkan Garvin adalah seekor singa. Mereka sama-sama mempertahankan daerah kekuasaannya masing-masing. Mereka berdua juga sama-sama memperkuat daerah kekuasaannya. Tapi, tetap saja Elden berharap kejadian beberapa tahun yang lalu semoga saja tidak terulang. Jika memang akan terulang kembali, maka Elden akan turun tangan untuk menyelesaikannya. Meskipun sudah terlihat jelas di depan mata, jika Garvinlah yang akan menjadi pemenangnya.
***
Jangan lupa follow instagram mereka ya 🤘
@eldencrishtian
@lexacrishtian
@garvincrishtian
@seancrishtian
@daracrishtian
@kenzocrishtian
@crownedeagle_03
@nickalbertreal
@raraagathareal
Dan yang mau tau spoiler semua karyaku untuk next chapter bisa follow instagram aku juga 😊
__ADS_1
instagram: @fullandari