
Jangan lupa vote dan sarannya yaa.. Karna saran dan masukkan dari kalian itu penting.. 🙂😊
Silahkan tinggalkan jejak dengan menekan tombol like dibawah agar aku lebih semangat update cerita ini..
Terimakasih sudah membaca ceritaku 🤗
dan jangan lupa beri bintang 5 ya 😚
Jangan lupa baca cerita aku yang lainnya. kisah nyata 🤗
Happy Reading
***
Pukul 4 pagi Sean tiba-tiba terbangun dari tidurnya ketika merasakan hawa panas yang menjalar ke seluruh tubuhnya.
"Hah.. hah.. hah.." Deru nafasnya yang tidak beraturan keluar dari dalam mulutnya.
Jantungnya berdetak begitu cepat tidak seperti biasanya. Keringat dingin mulai keluar membasahi tubuhnya. Rasa ketakutan yang begitu besar menjalar keseluruh tubuhnya.
Sean bermimpi. Bermimpi tentang kejadian masa lalunya. Mimpi itu lagi datang menghantuinya setelah sekian dua belas tahun lamanya.
Ctar
Ctar
Ctar
Cambukan terdengar sangat keras keseluruh penjuru ruangan. Membuat seorang remaja laki-laki yang berusia lima belas tahun meringkuk di atas lantai yang dingin dan menjerit kesakitan. Darah tercetak belas dipungguhnya. Bahkan ada beberapa darah yang telah mengering masih membekas di kulitnya. Remaja itu bernama Sean Crishtian
Sudah tujuh hari lamanya Sean disekap oleh pamannya sendiri. Kejadian ini terjadi bermula saat dirinya pulang sekolah. Saat Sean akan pergi ke cafe untuk menemui Raya. Akan tetapi, sebelum Sean bertemu Raya, ditengah perjalanan Sean telah dihadang terlebih dahulu oleh beberapa orang yang bertubuh kekar. Sean yang waktu itu belum terlalu mahir untuk bela diri merasa kulahan untuk melawannya. Satu awan lima belas. Itu tidaklah mudah. Sehingga akhirnya Sean kalah telak dan berakhir di sekap di ruangan gelap yang kumuh dan kotor itu.
"Paman, ampun." Lirihnya pelan. Sudah ribuan kata permohonan kata ampun yang terus keluar dari bibirnya yang pucat. Tapi, sang paman tak memberinya ampun sama sekali.
Sean sudah tidak tahan untuk menghadapi semua ini. Tubuhnya terasa remuk redam dan terasa sangat sakit sekali. Karena di setiap perlawanan yang ia lakukan, maka sayatan dan cambukan akan ia terima. Pamannya benar-benat tak berbelas kasihan dengannya.
Jadi, alhasil, sekarang punggungnya dipenuhi oleh bekas cambukan hingga menyisakan bekas luka. Bekas luka yang menjadi saksi bisu atas peristiwa yang telah terjadi.
Dengan pelan Sean menyibak selimutnya. Lalu bangun dan menyandarkan punggungnya ke sisi ranjang. Deru nafasnya masih tidak beraturan. Wajah dan tubuhnya dipenuhi oleh keringat hingga terlihat sangat basah.
Sean dengan mati-matian berusaha mengontrol deru nafasnya yang mulai terasa menyesakkan. Dengan kasar, Sean melepas pakaiannya hingga tanpa sengaja itu membuat tidur sitrinya terusik karena pergerakannya yang begitu tiba-tiba.
Dengan perlahan kedua bola mata indah itu terbuka dan mengerjap pelan menyesuaikan cahaya remang-remang yang berada di dalam kamarnya.
"Sean.." Panggil Dara ketika pandangannya bertemu dengan kedua mata tajam itu. "Kamu kenapa?" Tanya Dara khawatir dan langsung berusaha untuk bangun. Ingin berpura-pura tidak peduli, ingin menutup mata dengan keadaan Sean, tapi faktanya tidak bisa Dara lakukan sekarang jika melihat wajah pucat Sean yang banjir dipenuhi keringat. Dara tidak tega melihatnya.
Dara langsung menegakkan tubuhnya. Duduk disisi Sean. Lalu, dengan gerakan tiba-tiba Sean langsung memeluk tubuh mungil istrinya.
"Jangan tinggalkan aku. Jangan pergi." Kata Sean sambil memperat pelukannya. Merasa takut jika Dara tiba-tiba pergi lagi darinya.
Dara merasa sedikit terkejut dengan gerakan dan pelukan Sean yang begitu tiba-tiba. Diusapnya dengan pelan punggung lebar Sean deangan lembut. Dipeluknya juga tubuh tegap itu.
Rasa hangat menjalar di tubuh keduanya. Sean mulai merasa tenang dengan memeluk tubuh istrinya.
Hening. Tidak ada sepatah kata apapun yang keluar dari bibir Dara ataupun dari bibi Sean.
Dara tidak bisa berjanji untuk tetap berada disisi Sean. Dara juga tidak bisa berjanji untuk tetap tinggal.
Tak terasa buliran kristal jatuh membasahi kedua matanya. Kedua bola mata yang biasanya menatapnya tajam kini berubah menjadi sendu dengan penuh rasa kesedihan dan ketakutan. Sean menangis dalam pelukan istrinya. Menangis seperti anak kecil yang sedang mengadu pada Mommy-nya. Tubuhnya bergetar hebat. Sedangkan Dara hanya bisa diam dan membalas pelukan Sean. Dipeluknya tubuh tegap suaminya itu dengan erat.
__ADS_1
Selepas tentang semua yang telah terjadi, Dara tidak bisa berjanji untuk tetap tinggal bersama Sean. Tapi apakah takdir akan membuat Dara akan tetap tinggal?
🦌🦌🦌
Pagi telah menjelang. Hari ini tampak lebih cerah dari biasanya. Sesuai dengan apa yang dijanjikan oleh Sean, hari ini Dara dan Sean akan pergi mengunjungi makam Liya. Hanya berdua tanpa Roy ataupun bodyguard pribadi yang biasanya mengawalnya.
Selama di perjalanan dan didalam mobil Dara hanya diam dalam kebisuannya. Tanpa sepatah katapun yang keluar dari dalam bibirnya. Begitupun juga dengan Sean yang tak berniat membuka pembicaraan. Sean merasa malu. Untuk pertama kalinya ia tunjukkan sisi kerapuhannya ke seorang perempuan. Apalagi sampai menangis tergugu seperti itu. Harganya dirinya sebagai pembunuh berdarah dingin terasa anjlok begitu saja karena kejadian tadi dini hari.
Kurang lebih 10 menit akhirnya Sean dan Dara telah sampai di pemakaman.
Sean dengan menggunakan kacamata hitamnya segera membuka pintu mobilnya dan keluar. Setelah itu Sean segera membuka pintu mobil sebelahnya dan membantu istrinya untuk keluar dari dalam mobil. Sebelum itu Sean telah mengeluarkan kursi roda untuk istrinya duduk.
Digendongnya tubuh mungil itu yang lebih ringan dari pada biasanya dan di dudukkan ke kursi rodanya. Setelah dirasa semua telah siap, Sean mendorong kursi roda istrinya. Tak ada ekspresi apapun yang terpancar dari wajah istrinya itu.
Dipemakaman itu tampak lenggang dan sepi. Hanya beberapa orang yang sedang mengunjungi makam.
Lalu, tepat di makam baru, Sean berhenti. Disana telah tertulis nama Liya.
Dara mematung melihat itu. Jadi ini semua bukan mimpi? Kejadian ini benar-benar terjadi?
Buliran kristal itu langsung jatuh membasahi kedua bola matanya. Kilasan memori tentang Liya langsung berputar di otaknya.
Dara tidak menyangka jika pelukan malam itu adalah pelukan terakhir untuk dirinya bersama Liya. Lagi dan lagi Dara merutuki kebodohannya.
Sedangkan Sean hanya terdiam kaku dibelakang tubuh istrinya. Isakan tangis ia dengar. Sean tau, jika istrinya sedang menangi sekarang. Sean juga tidak bisa mekakukan apapun.
Tap
Tap
Tap
Disana, Nick sahabatnya tengah berdiri dengan menatap dirinya.
"Hai bung. Sudah lama kita tidak bertemu." Sapa Nick dengan menyeringai tipis.
Hal itu sukses membuat Dara langsung berbalik dan melihat siapa yang datang.
Tatapannya yang sembab itu langsung bertemu dengan tatapan yang memandangnya ramah.
"Hai juga Dara, lama tidak bertemu."
Tangan Sean mengepal kuat ketika melihat tatapan Nick yang begitu memuja istrinya. Rasa cemburu dan tidak suka menjalar kesuluruh tubuhnya.
Dara yang mendengar sapaan ramah itu langsung tersenyum canggung. Diusapnya air matanya dengan perlahan agar tak terlihat jika sehabis menangis meskipun hal itu sia-sia. Nick telah melihatnya.
"Hai juga Nick." Jawab Dara.
Rahang Sean mengetat mendengar respon istrinya. Sean tidak suka jika istrinya berdekatan dengan pria lain.
Dara itu miliknya! Hanya miliknya!
Lalu, Nick tersenyum senang melihat ekspresi Sean yang berada disamping Dara. Terlihat sedang menahan emosinya.
"Apa kamu mau makan dengan ku?" Tanya Nick dengan tersenyum. "Tidak jauh dari siji ada restaurant milikku."
Dara mencoba menimang ajakan itu. Dan sepertinya itu sebuah ide yang bagus. "Baiklah Nick. Aku mau."
Oke. Kenapa Sean merasa terabaikan sekarang?!
__ADS_1
"Tidak perlu sayang. Lebih baik kita makan ditempat lain." Ujar Sean dengan menatap wajah istrinya dengan penuh harap. Namun sayang, istrinya menjawabnya dengan sebuah gelengan kepala. "Baiklah, tapi aku ikut. Istriku akan berangkat denganku." Kata Sean pasrah.
Nick hanya diam menanggapinya.
Setelah itu Nick berjalan mendahului Sean dan Dara.
Dara menatap punggung lebar pria didepannya. Apakah ini hanya perasaannya saja, jika Nick sekarang terlihat berbeda dengannya.
Rahang Sean mengetat sambil terus berjalan dengan mendorong kursi roda istrinya untuk menuju tempat mobil mereka.
Sesampainya di mobil itu, Sean segera membuka pintu mobilnya dan menggendong istrinya untuk dimasukkan kedalam mobil.
Didudukannya istrinya di kursi mobil lalu tidak lupa juga untuk memasangkan sabuk pengamannya. Dirasa semua telah siap dan aman terkendali, Sean segera berjalan dan masuk kedalam mobilnya.
Lalu, dinyalakannya mobil sport miliknya dan segera berjalan mengikuti mobil Nick dari belakang.
Restaurant Arpuna adalah restaurant bintang lima dengan segala kemewahan dan kelezatan yang dimiliki oleh keluarga besar Albert.
15 menit kemudian, akhirnya Sean dan Dara telah sampai di restaurant Arpuna. Lalu, Sean segera keluar dari dalam mobil dan membantu istrinya untuk duduk di atas kursi roda. Sedangkan Nick menunggu Sean dan Dara dipintu masuk restaurant.
Didorongnya kursi roda istrinya untuk masuk kedalam restaurant.
Kedua bola mata Dara memandang tajkub desain dan interior di restaurant itu.
Semua pelayan menunduk hormat ketika dirinya masuk kedalam restaurant. Hal itu benar-benar membuat Dara terpukau.
Ruangan VIP kelas 1.
Nick membawanya masuk kedalam ruangan itu.
Setelah itu, Dara didudukan dikursi itu. Sedangkan Sean duduk disebelahnya. Nick duduk berhadapan dengannya.
"Kalian mau pesan apa?" Tanya Nick dengan menyerahkan buku menu miliknya.
Diambilnya buku menu itu. Dara dibuat cengo dengan harga yang tertera disana. Apa Nick tidak salah menaruh harganya? Harganya bahkan melebihi 100juta.
"Aku dan Sean terserah kamu saja Nick."
"Baiklah."
Lalu, Nick segera memesan makannya pada pelayannya.
Dan hening. Tidak ada yang memulai pembicaraan hingga akhirnya makanannya telah sampai.
Lalu, Nick mencoba untuk membuka obrolan dengan Dara. Sesekali dengam menggoda Dara.
Sean? Sean merasa terbaikan disini. Oh shitt! Kenapa dirinya yang merasa obat nyamuk disni?!
***
Yang mau ngobrol dengan Visual My Possesive Husband atau ingin memberi pesan/nasehat untuk Sean, Dara, Nick, dll kalian bisa follow Instagram aku ya 😊
Dan yang mau tau spoiler semua karyaku untuk next chapter bisa follow instagram aku juga 😊
instagram: @fullandari
Kalian bisa tau info tentang Update semua karyaku, bisa memberi kritik atau saran lewat DM atau QNA, bisa ngobrol bersama pemain My Possesive Husband dan menambah teman disana 😊
Aku tunggu notif dari kalian ya 😊 Terimakasih teman-teman.. ❤
__ADS_1