
Jangan lupa vote dan sarannya yaa.. Karna saran dan masukkan dari kalian itu penting.. 🙂😊
Silahkan tinggalkan jejak dengan menekan tombol like dibawah agar aku lebih semangat update cerita ini..
Terimakasih sudah membaca ceritaku 🤗
dan jangan lupa beri bintang 5 ya 😚
Jangan lupa baca cerita aku yang lainnya. kisah nyata 🤗
Happy Reading
***
Setelah menanyakan persoalan malam pertama ke Roy, Dara sedikit merasa tidak percaya. Apa itu benar? Apa memang harus seperti itu? Itulah yang ada diotaknya sekarang.
Sean telah tertidur disampingnya. Dara masih teringat dengan perkataan Liya tadi pagi. Selain bertanya pada Roy, Dara juga bertanya pada Liya. Dara mengira Roy membohonginya. Ternyata tidak.
Kejadian saat bertanya pada Liya
"Liya."
Liya yang tengah sibuk membereskan beberapa makanan langsung terhenti. Menoleh ke arah Dara yang tengah memanggilnya.
"Ada apa nona." Jawab Liya.
"Aku ingin berbicara sesuatu padamu Liya." Kata Dara sedikit malu-malu.
Liya yang mengerti lantas meninggalkan pekerjaanya, menyuruh maid yang lain untuk melanjutkannya.
"Kita bicara di dekat kolam renang aja ya." Kata Dara yang diangguki oleh Liya.
Mereka berjalan bersama saling beriringan. Saat sampai dikolam renang, Dara dan Liya duduk di sebuah kursi kayu yang telah ada.
"Jadi begini Liya, aku ingin bertanya tentang persoalan malam pertama."
__ADS_1
Liya terkejut dengan penuturan Dara.
"Ada apa dengan soal malam pertama nona?" Tanya Liya dengan tenang.
Dara memilin bajunya. Rasa canggung dan gugup menyerang dalam dirinya. Dara malu untuk bertanya. Tapi mau tidak mau Dara harus bertanya. Membuang rasa malunya agar mendapatkan jawabannya.
"Aku tidak terlalu mengerti Liya. Tolong ajarkan aku tentang malam pertama." Ujar Dara dengan yakin. Menatap mantap kedua bola mata Liya.
"Emh, begini nona. Saya tidak tau harus menjelaskan darimana. Tapi, maaf nona jika saya lancang. Malam pertama itu biasanya dilakukan dengan berhubungan badan nona." Jelas Liya. Jujur saja, Liya merasa malu juga.
"Berhubungan badan? Apa seperti melepas pakaian yang Sean lakukan waktu itu?" Tanya Dara pada dirinya sendiri.
Liya yang merasa kurang mengerti lalu bertanya. "Maksud nona?"
"Jadi begini Liya, Sean waktu itu ingin melepaskan pakaian ku. Tapi aku larang."
Liya terkejut. "Lalu, apa tuan marah nona?" Tanya Liya. Bukankah majikannya itu paling tidak suka diperintah tapi suka memerintah.
Dara menggeleng. "Sean tidak marah Liya. Hanya langsung memunggungiku waktu tidur. Dan kau pasti tau bukan, sekarang Sean selalu berangkat bekerja pagi-pagi dan pulang larut malam. Itu membuatku sedih Liya. Karena dia seperti menghindariku. " Kata Dara dengan lesu. Moodnya sedang tidak baik sekarang.
"Benarkah Liya?" Ada sedikit cahaya di kedua mata Dara.
Liya mengangguk. "Iya nona. Emh, tentang masalah malam pertama itu memang seperti itu nona. Ketika seorang laki-laki yang merupakan suami kita melakukan sesuatu pada tubuh kita saat malam pertama, kita hanya bisa menurut. Mengikuti alurnya. Dan mungkin akan sedikit terasa sakit di awal." Ujar Liya.
Seketika Dara sedikit merasa takut. "Sakit? Apa sesakit itu Liya?"
"Iya nona. Mungkin hanya sedikit."
Dara menggeleng. "Aku tidak mau kalau seperti itu Liya." Dara takut darah.
"Tapi nona. Itu sudah kewajiban kita sebagai perempuan. Kita harus melakukannya. Apa nona tau tentang kerusakan rumah tangga?"
Dara mengangguk. "Iya aku tau Liya. Lalu, apa hubungannya?"
"Begini nona. Rumah tangga bisa melakukan kerusakan atau keretakan karena masalah seperti itu. Nona bisa melakukannya. Saya yakin itu."
__ADS_1
"Akan aku coba Liya." Jawab Dara mantap. "Tapi apa yang harus aku lakukan?"
Liya mulai berfikir. Darapun juga hanya bisa berfikir tanpa tau bagaimana caranya.
"Aku tau nona." Ujar Liya dengan semangat empat lima.
Dara yang mendengar itu langsung merasa senang. "Apa itu Liya?"
"Coba nona memakai pakaian yang sexy. Seperti memakai pakaian tidur atau memakai pakaian sexy saja. Aku yakin Tuan pasti akan terpancing. Tanpa nona mengajaknya, tuan pasti akan langsung menerkam nona."
Menerkam? Dara yang mendengar perkataan itu seketika merinding dibuatnya. Bukankan kata "menerkam" itu terlalu berlebihan?
"Aku tidak punya pakaian sexy Liya." Ujar Dara sendu. Baru tau jika dirinya tidak mempunyai.
"Tenang saja nona. Nanti aku akan membelikannya untuk nona. Nona bisa memakainya nanti malam."
"Baik Liya. Terimakasih. Maaf merepotkanmu."
"Tidak apa nona."
Dara langsung memeluknya. Akhirnya permasalahannya menemui sebuah titik terang.
Dengan keyakinan penuh, Dara mulai beranjak dari tempat tidur. Mulai melancarkan aksinya sesuai yang Liya ajarkan padanya tadi siang.
"Semangat Dara. Kamu pasti bisa." Ujarnya mencoba untuk menyemangati dirinya sendiri.
Dengan pelan-pelan Dara turun dari tempat tidurnya. Lalu, berjalan ke arah lemari pakaian untuk mengambil pakaian sexy yang telah Liya belikan untuknya.
"Kamu bisa!" Semangatnya.
***
CERITA ELDEN DAN LEXA SUDAH UP YA! JUDULNYA PSYCOPAT VS CEWEK GALAK
SILAHKAN CEK DI PROFIL AKU! RAMAIKAN YA :) TERIMAKASIH TEMAN-TEMAN. JANGAN LUPA BERI BINTANG 5 :)
__ADS_1