My Possesive Husband

My Possesive Husband
113. SEAN'S FRAGILE NIGHT


__ADS_3

Jangan lupa vote dan sarannya yaa.. Karna saran dan masukkan dari kalian itu penting.. πŸ™‚πŸ˜Š


Silahkan tinggalkan jejak dengan menekan tombol like dibawah agar aku lebih semangat update cerita ini..


Terimakasih sudah membaca ceritaku πŸ€—


dan jangan lupa beri bintang 5 ya 😚


Jangan lupa baca cerita aku yang lainnya. kisah nyata πŸ€—


Happy Reading


***



Nb: Harap baca sambil dengerin lagu sedih! agar feelnya semakin dapat!


Hari mulai menjelang malam. Maid sudah beristirahat ditempatnya. Sedangkan bodyguard sedang melaksanakan tugasnya masing-masing.


Rintihan kesakitan sudah tak terdengar. Terlihat tenang, tak menimbulkan kecurigaan apapun.


Deg


Langkahnya terhenti. Tubuh Roy membeku ditempatnya ketika bayangan Liya sedang menari didepannya. Menari dengan sebuah senyuman yang selalu ia rindukan.


Namun, bayangan Liya langsung berhenti menari ketika menatapnya. Tatapan nanar langsung terpancar dari bayangan itu.


"Kembali Roy. Kembali. Kau bukan penghianat."


"Roy, aku ingin kau menjaga nona Dara untukku. Jaga dia untukku Roy. Aku baik-baik saja disini. Kau tak perlu menyiksa dirimu sendiri."


Deg


"Kembali Roy. Aku mohon. Selamatkan janin itu."


Kedua tangannya mengepal kuat.


"Kau orang kepercayaan tuan Sean. Kau tangan kanannya. Tidak seharusnya kau seperti ini. Tuan Sean sudah melakukan banyak hal untukmu dulu. Ingat kebaikannya. Bukan keburukannya Roy."


"Roy, please. Aku mohon. Kembali. Sebelum ini semua terlambat. Jangan biarkan semua ini terjadi."


Tubuhnya langsung berbalik dan segera menuju kamar Dara. Dengan langkahnya yang lebar, Roy segera menuju kesana.


Dibukanya pintu kamar itu dengan kasar.


Deg


Roy langsung berjalan masuk kedalam kamar.


Sprei tidur yang semula berwarna putih tulang itu kini telah berubah menjadi warna merah pekat.


Dengan jantung yang berdegup kencang, Roy segera memanggil beberapa bodyguardnya dengan menggunakan aerphonenya. Setelah itu, bawahannya ia suruh untuk menelfon majikannya atau bahkan menyusulnya. Sedangkan yang lain ia suruh untuk menyiapkan mobil untuknya.


Roy segera menggendong tubuh mungil itu dengan hati-hati. Dengan ala bryde style, Roy segera berjalan menuruni tangga dengan langkahnya yang lebar.


Tubuh mungil itu terlihat lemah bagaikan tak bernyawa.


Sesampainya di dalam mobil Roy segera masuk dan duduk dikursi penumpang dengan Dara yang berada dalam pangkuannya.


"Cepat pergi ke rumah sakit!!" Titahnya dengan nada yang membentak. Membuat tubuh mungil itu bergerak lemah.

__ADS_1


"Roy." Lirihnya pelan dengan wajah yang tampak memucat.


"Iya nona. Saya disini." Ucapnya dengan menatap wajah cantik istri majikannya dengan khawatir.


Dara tersenyum menatap wajah Roy. "Jaga Sean untukku." Lirihnya pelan dengan suara yang nyaris tak bersuara. "Aku menyayanginya."


Tak terasa buliran kristal langsung jatuh membasahi kedua bola matanya.


"Nona Dara yang akan menajga tuan Sean. Nona tenang saja. Nona akan baik-baik saja." Ucap Roy mutlak.


Dara tersenyum mendengarnya. Tapi aku lelah Roy. Sakit.


Dengan kecepatan mobil yang diatas rata-rata mereka menebus keramaian jalan raya kota London.


Berbagai umpatan kasar pengemudi lain ketika dirinya menembus jalan raya itu dengan kecepatan di atas rata-rata. Tapi, tak mereka pedulikan itu.


Lalu, tak berselang lama, akhirnya mobil mereka telah sampai di rumah sakit.


"Suster!" Teriak Roy dengan wajah yang berkeringat dan dengan wajah yang nemerah.


Perawat dan beberapa pegawai rumah sakit langsung datang menghampirinya dengan membawa tempat tidur rumah sakit.


Diletakannya tubuh mungil yang tak sadarkan diri itu dengan perlahan.


Perawat dan beberapa pegawai rumah sakit langsung membawanya ke ruangan operasi dengan cepat.


Roy dengan cepat mengikutinya dibelakang.


Tepat didepan pintu ruangan operasi Roy berdiri dan langsung jatuh terduduk begitu saja diatas lantai.


Tuhan, selamatkan bayi yang tak berdosa itu.


***


Ada perasaan mengganjal di hatinya ketika melihat nama kontak bodyguadrnya yang tertera disana. Terlebih lagi ada lima panggilan tak terjawab dari istri tercintanya.


Diangkatnga telfon itu disaat rapat berlangsung. Membuat beberapa koleganya langsung menatapnya ketika memutuskan untuk menerima panggilan itu.


"Tuan Sean, nona Dara sedang di rumah sakit. Nona Dara tadi ditemukan tak sadarkan diri dengan darah yang membasahi tempat tidurnya."


Deg


Dunianya seakan dibuat runtuh begitu saja.


Telfon yang berada digenggamannya langsung jatuh meluncur bebas ke lantai.


"Tuan.."


Tanpa memperdulikan orang-orang disekelilingnya, Sean langsung bangkit dan segera berlari keluar untuk menuju pakiran.


Dengan cepat Sean segera masuk kedalam mobil dan mengendarai mobilnya sport mewahnya dengan kecepatan di atas rata-rata.


Dipukulnya stir mobilnya berkali-kali ketika kemacetan membuatnya terhambat.


"Sial!! Sial!!" Umpatnya dengan emosi yang memuncak.


Tak lama kemudian akhirnya Sean telah sampai di rumah sakit dengan tampilan yang acak-acakan.


Pukul 8 malam Sean baru tiba di ruamh sakit.


Dengan langkahnya yang lebar Sean segera berlari menuju ruang operasi. Dengan deru nafas yang tak beraturan Sean langsung berjalan menuju tempat Roy, tangan kanannya yang terlihat acak-acakan seperti dirinya.

__ADS_1


"Roy, dimana istriku?!" Bentaknya. Pikirannya kalut.


Roy terdiam ditempatnya. Hanya diam dengan menatap pintu ruangan operasi dengan sendu.


Tubuh Sean langsung luruh begitu saja. Kedua tangannya mengepal kuat. Wajah yang biasanya terkesan dingin kini tergantikan menjadi wajah yang penuh dengan kesedihan.


Tuhan, tolong aku. Tolong selamatkan malaikat kecil kami. Selamatkan istriku.


Sekarang jam telah menunjukkan pukul 11 malam. Pintu ruangan operasi masih belum terbuka juga. Membuat Sean dan Roy semakin frustasi menunggunya.


Ceklek


Pintu ruangan operasi terbuka. Tampak beberapa dokter yang menanganinya keluar dengan menghela nafas kecewa.


Sean yang mendengar pintu ruangan terbuka langsung berdiri. "Dokter, bagaimana keadaan istriku? Bagaimana keadaan anak kami?" Tanya Sean dengan menatap penuh harap ke wajah dokter itu.


Dokter Ricky namanya, hanya menggeleng lemah. "Maaf tuan, baby twins tuan tidak bisa kami selamatkan dan istri tuan sekarang sedang kritis. Saya turut berduka cita atas baby twins kalian. Kami sudah melakukannya dengan semampu dan sebisa kami. Tapi, nayatanya Tuhan berkehendak lain." Jelasnya.


Deg


Katakan jika semesta sekarang tengah bercanda padanya.


Katakan jika ini hanya sebuah mimpi!


Katakan jika ini semua tidak nyata.


"Sekali lagi kami turut berduka atas baby twins kalian. Tuan bisa datang keruangan saya untuk mendengarnya lebih lanjut. Dan istri tuan akan dipindahkan keruangan VIP untuk melanjutkan perawatan. Saya permisi tuan." Dokter Ricky langsung berjalan meninggalkan Sean.


Lalu, pintu ruangan terbuka lebar. Disana beberapa perawat keluar dengan mendorong tempat tidur yang terdapat istrinya.


Memori ingatannya berputar saat apa yang ia lakukan selama lima bulan ini bersama istrinya.


"Aku tunggu dalam 15 menit Sean. Jika masih belum jadi, aku tidak akan memaafkanmu." Ancam Dara dengan kedua bola mata yang melotot lucu.


Sean yang melihat wajah istrinya yang sedang marah, membuatnya ingin sekali mendekap dan menciumnya. "Siap lansanakan ibu negara." Ucapnya dengan hormat dan tegas seperti tentara.


Dara yang melihat tingahkah lucu suaminya, membuatnya langsung tersenyum.


Cup


Dengan tiba-tiba Sean mencium pipinya sekilas dan segera berjalan ke arah pantry untuk melanjutkan sesi membuat minuman spesial rasa coklat.


Dara menatap setiap gerakan yang dilakukan oleh suaminya. Mulai dari menuang, meracik hingga menghiasnya dengan sangat indah. Hal itu tidak luput dari pandangannya.


Sebuah senyum terbit dibibirnya yang mungil. Diusapnya dengan sayang perutnya yang mulai membuncit itu. "Sebentar lagi aku akan menjadi ibu. Sebentar lagi Sean akan menjadi seorang ayah." Dan sedikiti lagi, keluarga kecilnya akan sempurna dengan kehadiran sang malaikat kecil yang akan membawa kebahgiaan dan pelengkap kebahagiaanya.


Tuhan, kenapa kau mengambilnya disaat aku telah menjaganya dengan sebaik mungkin?


🌹🌹🌹



Ini salah satu komentar dari pembaca yang akan aku tampilkan disini πŸ€— Sisanya udah aku tampilkan di IGTV ya



BAGAIMANA PART INI MENURUT KALIAN? Yuk 500 KomentarπŸ˜‰ Dan 2000 Like πŸ”₯


Dan yang mau tau spoiler semua karyaku untuk next chapter bisa follow instagram aku juga 😊


instagram: @fullandari

__ADS_1


Kalian bisa tau info tentang Update semua karyaku, bisa memberi kritik atau saran lewat DM atau QNA, bisa ngobrol bersama pemain My Possesive Husband dan menambah teman disana 😊


Aku tunggu notif dari kalian ya 😊 Terimakasih teman-teman.. ❀


__ADS_2