My Possesive Husband

My Possesive Husband
104. SUPRISE


__ADS_3

Jangan lupa vote dan sarannya yaa.. Karna saran dan masukkan dari kalian itu penting.. 🙂😊


Silahkan tinggalkan jejak dengan menekan tombol like dibawah agar aku lebih semangat update cerita ini..


Terimakasih sudah membaca ceritaku 🤗


dan jangan lupa beri bintang 5 ya 😚


Jangan lupa baca cerita aku yang lainnya. kisah nyata 🤗


Happy Reading


***


Dara yang mendengar perkataan Damian tadi langsung merasa senang.


"Oh, benarkah Damian?" Ujar Dara dengan wajah yang terlihat sangat ceria.


Damian yang melihat itu merasa heran. Kenapa istri sahabatnya tampak senang sekali ketika membahas tentang Nick?


"Iya Dara. Mungkin sebentar lagi akan sampai." Kata Damian dengan memainkan ponselnya.


"Yey!" Jerit Dara dengan girang.


Darren yang melihat wajah ceria Dara hanya bisa menyeringai tipis. Apalagi saat melihat wajah Sean dengan rahang yang mengetat. Darren jamin, pasti Sean sekarang sedang menahan emosinya yang sedang meletup-letup itu.


Lalu, tidak lama kemudian beberapa maid datang dengan membawa minuman dan juga cemilan.


"Silahkan di makan." Ucap Dara kepada Damian dan Darren.


Damian yang sangat menyukai kue kering langsung mengambilnya dan memakannya. Sedangkan Darren hanya diam dan menyesap minumannya. Darren tampak tegas dan berwiba. Benar-benar mencerminkan dirinya sebagai anggota mafia. Sedangkan Damian terlihat seperti.. emh, Dara bahkan tak bisa menyimpulkannya. Damian tampak seperti anak kecil yang diberi makanan kesukaanya. Bahkan, sekarang Damian memakan kue kering dengan sedikit berantakan.


"Kenapa istrimu tidak kau ajak Damian?" Tanya Dara yang sedikit merasa penasaran. (Dara bertanya sebagai perwakilan dari pembaca yang sering tanya)


Damian langsung berhenti memakan kue keringnya. "Aku tidak ingin berbagi pada orang lain." Ucap Damian dengan tenang.


Kening Dara langsung mengerut, heran. "Maksudnya?" Ucap Dara yang tidak mengerti.


Dengan tenang Damian membersihkan sisa kue kering yang berada di mulutnya. "Iya Dara. Aku tidak mau berbagi dengan orang lain. Jadi aku mengurung istriku di dalam mansionku. Aku tidak rela jika kecantikan istriku di lihat oleh pria lain. Dinikmati oleh pria lain. Aku tidak mau itu. Jika aku melihat pria lain menatap kagum ataupun menatap penuh minat pada istriku, rasanya aku ingin.." Ucap Damian yang terpotong ketika mendapar tatapan tajam dari Sean. "menghabisinya dengan tanganku sendiri." Sambung Damian dari dalam hati.


"Ingin apa Damian?" Tanya Dara yang semakin penasaran.


Sean langsung mengecup pipi istrinya. "Itu privasi Damian sayang." Ucap Sean dengan tersenyum.


Dara yang mengerti itu langsung mengangguk, mengerti. "Maafkan aku Damian." Kata Dara dengan sedikit merasa bersalah.


"Tidak apa Dara. Aku mengerti. Istriku sama sepertimu. Sena juga tipe perempuan yang ingin tau banyak hal. Tapi, aku punya nasehat untuk mu. Terkadang kita tidak harus mengetahui tentang banyak hal. Tidak harus tau semuanya. Karena rasa penasaran dan rasa keinginan tau kita bisa menjadi boomerang untuk diri kita sendiri."


"Maksudnya?"

__ADS_1


Damian langsung mengambil minumannya. Diminumnya minuman di dalam gelas itu hingga habis. "Rasa keinginan tau kita bisa saja menjadi pembunuh dalam kehidupan kita." Jelas Damian.


Deg


Kenapa Damian tampak menyeramkan sekarang?


"Permisi tuan, nona." Ucap Afi dengan tiba-tiba. "Tuan Nick sudah datang dan sedang berjalan kemari." Kata Afi dengan menunduk hormat.


Tap


Tap


Tap


Terdengar langkah seseorang.


"Hai." Sapa Nick dengan kedua tantan yang dimasukkan kedalam sakunya. "Sudah lama tidak bertemu dengan kalian." Ucap Nick dengan tenang.


Dara yang melihat kedatang Nick dengan tiba-tiba langsung berdiri. Begitupun juga dengan Sean, Damian dan Darren.


Dengan langkah tegasnya Nick berjalan mendekati sahabatnya.


Lalu, sudah seperti biasa Nick bersalaman dengan Sean, Damian dan juga Darren.


"Duduklah." Ucap Sean.


Dara menatap Nick dengan pandangan yang ceria. "Kau kemana saja Nick?" Tanya Dara.


"Aku ada urusan penting beberapa hari yang lalu Dara."


"Oh begitu." Kata Dara dengan mengagguk-anggukan kepalanya.


"Aku ada hadiah untukmu." Ujar Nick dengan tenang dan anteng.


"Apa itu?" Tanya Dara dengan sedikit bingung.


"Tunggu sebentar." Lalu, Nick segera menepukkan dua tangannya hingga menimbulkan suara.


Lalu, semua tatapan langsung tertuju pada disana.


Tap


Tap


Tap


Dara begitu terkejut dengan hadiahnya. Begitupun juga dengan Sean, Damian dan juga Darren yang melihat sosok tersebut.


Tangan Sean mengepal kuat. Ingin rasanya Sean mencabik habis tubuh itu. Karena dia lah, istrimu harus mengalami kejadian naas itu.

__ADS_1


Disana terlihat perempuan cantik yang sedang berdiri dihadapannya.


Rara, sahabatnya.


Tak terasa buliran kristal langsung jatuh membasahi kedua bola mata cantiknya.


"Rara." Lirihnya. Dara langsung bangkit dari tempat duduknya dan segera berjalan mendekati sahabatnya.


Rara yang melihat Dara juga merasa sangat bahagia.


Dileluknya tubuh Dara. Begitupun juga dengan Dara yang memeluk tubuh sahabatnya.


"Kamu apa kabar Dara? Kenapa kamu pergi tanpa ada sepatah kata apapun? Aku khawatir ketika melihat apartement ku yang tiba-tiba kosong. Aku bahkan sampai mencarimu kemana-mana." Ucap Rara dengan menatap sendu wajah Dara.


"Maafkan aku Ra. Aku waktu itu sudah kalut. Tidak tau harus pergi kemana lagi. Kalau aku menetap di apartement kamu, bisa-bisa pembunuh itu datang dan menangkapku. Aku tidak ingin membahayakanmu Ra." Ucap Dara dengan tersenyum. "Tapi syukurlah, sekarang aku bisa bertemu dengan mu Ra." Tambahnya.


Rara juga tersenyum. "Iya Dara. Yang penting sekarang aku bisa bertemu denganmu lagi." Ucap Rara yang menyetujui perkataan Dara.


Ditariknya pergelangan Rara agar mengikutinya.


Lalu, Dara mempersilahkan Rara duduk di sofa yang hanya muat di duduki satu orang.


Sedangkan Dara langsung duduk bersebelahan dengan suaminya.


Namun, anehnya, kenapa suasanannya selarang terasa begitu menyeramkan?


"Ekhem." Dara berdehem pelan. "Kenapa kalian semua diam?" Tanya Dara dengan menatap satu persaru wajah Sean, Nick, Damian dan Darren.


"Oh iya. Rara kenalkan ini Sean, suamiku. Ini Damian dan ini Darren." Ujar Dara yang berusaha mencairkan suasananya.


Rara tersenyum kikuk. "Hai." Sapa Rara dengan sopan. Tapi, anggota mafia itu hanya diam tak membalas sapaanya.


Dara yang melihat respon suaminya dan juga sahabat suaminya hanya tersenyum.


"Ra, kenapa kau bisa bertemu dengan Nick? Apa kalian mengenal satu sama lain?" Tanya Dara ke Rara.


Rara menggeleng. "Tidak Dara. Awalnya kami tidak saling mengenal satu sama lain. Tapi karena masalah kerjaan aku bisa bertemu dengannya. Dan aku begitu tidak menyangka, ternyata Nick juga mengenalmu. Jadi, akhirnya aku di ajak kesini. Katanya aku akan diberi sebuah kejutan. Dan ternyata kejutannya itu kau." Jelas Rara dengan semngat empat lima.


🐝🐝🐝


Yang mau ngobrol dengan Visual My Possesive Husband atau ingin memberi pesan/nasehat untuk Sean, Dara, Nick, dll kalian bisa follow Instagram aku ya 😊


Dan yang mau tau spoiler semua karyaku untuk next chapter bisa follow instagram aku juga 😊


instagram: @fullandari


Kalian bisa tau info tentang Update semua karyaku, bisa memberi kritik atau saran lewat DM atau QNA, bisa ngobrol bersama pemain My Possesive Husband dan menambah teman disana 😊


Aku tunggu notif dari kalian ya 😊 Terimakasih teman-teman.. ❤

__ADS_1


__ADS_2