
Jangan lupa vote dan sarannya yaa.. Karna saran dan masukkan dari kalian itu penting.. 🙂😊
Silahkan tinggalkan jejak dengan menekan tombol like dibawah agar aku lebih semangat update cerita ini..
Terimakasih sudah membaca ceritaku 🤗
dan jangan lupa beri bintang 5, 4, 3 ya 😚
Jangan lupa baca cerita aku yang lainnya. kisah nyata 🤗
Happy Reading
***
Sean dan Dara kini telah sampai di markas. Jam telah menunjukkan pukul 1 siang lebih 10 menit. Tempat latihan tembak-menembakan yang akan di gunakan adalah markas besar milik keluarga Crishtian.
Keluarga Crishtian tidak hanya menguasai di bidang teknologi, tetapi juga menguasai dalam bidang keamanan.
Iya, keluarga Crishtian memang tidak pernah bisa diremehkan. Bahkan keluarga Crishtian di juluki sebagai THE LARGEST MAFIAN FAMILY IN THE WORLD (Keluarga Mafia terbesar di Dunia). Mempunyai motto yang terkenal yaitu Sons of silence yang artinya Hingga Maut Memisahkan. Jangan lupakan juga dengan simbol keluarga mereka. Benar-benar tidak bisa di anggap remeh. Memiliki arti dan maksud tersendiri.
Kedua bola mata Dara menatap takjub markas itu. Mulutnya terbuka kecil hingga membentuk huruf O. Sungguh, Dara sekarang merasa sedang berada di film action.
"Ayo sayang." Ajak Sean dan berjalan mendahului istrinya. Sean menahan senyumnya ketika melihat ekspresi istrinya yang terlihat sangat menggemaskan di matanya.
Dara yang melihat suaminya berjalan mendahuluinya langsung bergegas untuk mengikuti suaminya.
Baru memasuki markas, Dara sudah di suguhi dengan pandangan yang menyejukkan mata. Ruangannya begitu tertata rapi. Namun, Dara juga mendengar suara benturan-benturan keras dan sorakan-sorakan. Seperti ada yang sedang beradu di ring tinju.
Tidak hanya itu, sesekali Dara dan Sean berpapasan dengan orang yang bertubuh kekar yang menyapa suaminya dan juga dirinya dengan hormat.
Lalu, kini sampailah Dara di sebuah lorong dengan lampu yang berwarna putih. Terkesan canggih dan begitu misterius.
"Ini jalan terus?" Tanya Dara dengan menatap wajah suaminya dari samping.
"Iya sayang. Tinggal jalan terus lalu belok ke kanan. Disana Daddy sudah menunggu kita." Jawab Sean dengan membalas tatapan istrinya.
Dengan semangat empat lima Dara langsung berjalan mendahului suaminya. Dara begitu semangat dalam latihan tembak-menembak. Apalagi Dara juga sudah sedikit menguasai boxing. Namun, Dara lebih semangat ketika latihan tembak-menembak. Pasti sangat keren.
__ADS_1
"Sayang, tidak bisakah kita jalanya pelan-pelan saja?" Protes Sean dengan menekuk wajahnya ketika melihat istrinya tang begitu semangat berjalan untuk menuju tempat latihan.
Lantas Dara langsung menghentikan langkahnya dan menoleh ke arah suaminya yang tengah berjalan di belakangnya. "Kita sudah terlambat sepuluh menit Sean. Aku merasa tidak enak karena sudah membuat Garvin menunggu." Ujar Dara yang berusaha memberikan pengertian ke suaminya yang tengah merajuk padanya. Sebenarnya, ada apa dengan suaminya ini? Kenapa terlihat seperti anak kecil yang merajuk pada ibunya?
Rasa kesal semakin melingkupi Sean. Kenapa istrinya selalu menyebut nama laki-laki lain di hadapannya?! Dengan wajah yang ditekuk Sean berjalan mendahului istrinya.
Dara menghela nafasnya pelan. Langkahnya yang mungil segera menyusul langkah suaminya. Di genggamnya jemari suaminya sambil berjalan bersama. Setidaknya dengan genggaman tangannya suaminya bisa lebih tenang.
Sesampainya di depan dua pintu besar, Sean menghentikan langkahnya. Begitupun juga dengan Dara yang ikut berhenti. Lalu, tidak lama kemudian, Sean membalik tubuhnya menghadap ke arah istrinya.
"Jangan selingkuhi aku." Ujar Sean yang lagi-lagi membuat Dara mengerutkan dahinya. "Ya?" Ucap Sean yang tidak kunjung mendapatkan jawabannya.
Dara mengangguk sebagai menjawabnya. Memangnya setampan apa hingga membuat suaminya menjadi seperti ini?
Setelah itu pintu terbuka. Dengan santainya San memeluk pinggang istrinya possesive. Hal itu Sean lakukan agar orang yang melihatnya mengerti jika perempuan yang ia peluk ini adalah miliknya.
"Maaf terlambat." Ucap Dara ketika sampai di dalam ruangan.
Elden yang sibuk membaca buku langsung menutup bukunya. Dengan anggukan kepala, Elden menanggapi perkataan maaf menantunya.
Dara tersenyum senang. Namun, tatapannya langsung beralih ke seorang laki-laki yang tengah sibuk duduk di kursi kebesarannya.
Dara masih mengingatnya di pertemuan mereka di rumah sakit waktu itu. Seketika Dara di buat kagum dengan tato yang terukir indah di tubuh Garvin. Terlihat sangat menyeramkan tapi juga terlihat sangat keren. Jika di ijinkan Dara sangat ingin menyentuh tato itu. "Apakah tubuhnya tidak sakit ketika di tato seperti itu?" Itulah yang Dara pertanyakan.
Sean yang melihat tatapan istrinya langsung mengecup pelan salah satu mata istrinya. "Jangan melihatnya seperti itu. Aku tidak suka." Bisik Sean dengan suaranya yang berat.
Dara tersenyum kikuk. "Iya sayang."
"Garv ini Dara. Daddy tau jika kau pasti mengetahuinya." Kata Elden dengan memandang Garvin.
Kepala Garvin langsung terangkat dan tatapannya langsung tertuju ke arah pasangan sejoli itu.
Dara langsung meletakkan barang-barangnya di meja yang tidak jauh darinya.
Sedangkan Sean mengikuti istrinya bagaikan seorang itik yang mengikuti istrinya.
Tatapan Sean langsung tertuju ke arah leher jenjang istrinya. "Sial kenapa aku baru mengetahuinya!" Umpat Sean pelan. Lalu, tanpa aba-aba Sean langsung melepas ikatan rambut istrinya. Ingat, Sean tidak ingin pria lain melihat apa yang telah menjadi miliknya. Leher itu adalah miliknya!
__ADS_1
"Sean apa yang kamu lakukan?" Protes Dara ketika ikatan rambutnya langsung dilepas oleh suaminya. Padahal Dara sedang gerah!
"Aku lebih suka rambut kamu di gerai." Jawab Sean dengan enteng.
Dara memutar kedua bola matanya malas.
Tanpa Sean dan Dara sadari, sedari tadi Garvin memperhatikan apa yang mereka berdua lakukan.
"Garv, ingat itu istri saudara mu." Sela Elden ketika mengerti dengan tatapan Garvin.
"Yes Dad, aku tau itu." Jawab Garvin.
"Apa kita akan latihan sekarang atau melakukan pemanasan?" Tanya Dara ke Garvin. Sedangkan Sean berada di belakang tubuhnya dengan memeluk tubuhnya dari belakang.
"Kau bisa mulai melatihnya Garv. Daddy disini untuk menengahi kalian berdua. Daddy tidak ingin ada pertarungan antar saudara yang mengakibatkan pertumpahan darah seperti waktu itu."
***
Jangan lupa follow instagram mereka ya 🤘
@eldencrishtian
@lexacrishtian
@garvincrishtian
@seancrishtian
@daracrishtian
@kenzocrishtian
@crownedeagle_03
Dan yang mau tau spoiler semua karyaku untuk next chapter bisa follow instagram aku juga 😊
instagram: @fullandari
__ADS_1
Kalian bisa tau info tentang Update semua karyaku, bisa memberi kritik atau saran lewat DM atau QNA, bisa ngobrol bersama pemain My Possesive Husband dan menambah teman disana 😊
Aku tunggu notif dari kalian ya 😊 Terimakasih teman-teman.. ❤