My Possesive Husband

My Possesive Husband
69. DIA ADALAH JAMES ALERGON


__ADS_3

Jangan lupa vote dan sarannya yaa.. Karna saran dan masukkan dari kalian itu penting.. 🙂😊


Silahkan tinggalkan jejak dengan menekan tombol like dibawah agar aku lebih semangat update cerita ini..


Terimakasih sudah membaca ceritaku 🤗


dan jangan lupa beri bintang 5 ya 😚


Jangan lupa baca cerita aku yang lainnya. kisah nyata 🤗


Happy Reading


***


Tubuh Sean mematung. Tidak tau harus melakukan apa. Hanya diam bagaikan samsak yang diam dan menerima segala pukulan kecil yang dilayangkan istrinya untuknya.


"Maafkan aku. Maaf. Maafkan aku." Ucap Sean. Bibirnya seakan kelu untuk mengucapkan kata lain selain maaf.


Tanpa ia sadari air matanya juga ikut menetes melihat kesedihan dan keadaan istrinya. Hatinya ikut teriris sakit, melihat keadaan istrinya yang tengah menjerit, menangis pilu.


Direngkuhnya dengan erat tubuh mungil itu. Dipeluknya dan dikecupnya beberapa kali puncak kepala istrinya dengan sayang. Jika Sean tau Liya sebegitu berharganya untuk Dara, mungkin Sean hanya akan membuat Liya terbaring di rumah sakit.


Jujur, baru kali ini Sean merasa menyesal telah membunuh seorang penghianat. Biasanya Sean hanya biasa saja tanpa merasa bersalah atau menyesal sama sekali.


"Kenapa kamu jahat sekali padaku? Hiks!" Ucap Dara disela tangisannya. Tubuhnya memberontak kecil ketika tubuhnya direngkuh dan dipeluk erat oleh Sean. Namun, pelukan ditubuhnya semakin erat.


Dara semakin menangis pilu. Hingga tak terasa, Dara mulai tertidur dalam pelukan Sean karena terlalu lelah dan lama menangis.


Diusapnya punggung istrinya dengan sayang. Hingga Sean dapat merasakan dengkuran halus diceruk lehernya. Sean tersenyum disela usapannya. Hati Sean merasa tenang ketika istrinya mulai tertidur pulas. Ditunggunya beberapa menit sampai istrinya benar-benar tertidur pulas.


Sepuluh menit berlalu. Sean tiada hentinya mengusap pelan punggung istrinya. Memeluk tubuh istrinya agar tidak terjatuh. Setelah dirasa istrinya tertidur pulas, sudah menyelami dunia mimpinya, Sean mulai membenarkan posisi tidur istrinya agar nyaman. Dengan hati-hati, digendongnya tubuh istrinya seperti koala. Lalu, Sean berdiri dengan tubuh istrinya yang ada dalam gendongannya.


Dengan pelan Sean berjalan menuju tempat tidurnya. Sean bahkan berhenti berjalan beberapa kali ketika merasakan pergerakan istrinya.


Sesampainya ditempat tidur, Sean dengan hati-hati membaringkan tubuh mungil istrinya ke atas tempat tidur.


Dara melengguh pelan ketika merasakan tubuhnya dibaringkan ke atas tempat tidur. Namun, kedua matanya seakan menolak untuk terbuka. Terasa berat tertimpa sesuatu. Hingga, Dara tak sanggup untuk membukanya.


Sean memandangi wajah cantik bagaikan bidadari itu. Wajah cantik cerah berseri yang sealalu memancarkan kebahagiaan kini berganti menjadi sebuah kesedihan.

__ADS_1


Kedua bola matanya yang biasanya menanatpnya dengan antusias kini berganti menjadi tatapan benci dan kosong. Dan hanya buliran kristal yang tanpa lelah selalu merembes keluar dari kedua bola mata cantiknya.


Bibir mungil kemerah-merahan yang biasanya selalu mengeluarkan rayuan gombal dan tersungging senyuman cantik kini berubah datar dan terganti menjadi isakan lirih yang selalu terdengar.


Sean tersenyum kecut ketika mengingat itu semua. Sean begitu merindukan Dara, istrinya yang dulu. Kebersamaanya yang dulu. Akan tetapi, mampukah Sean membuat istrinya memaafkannya dan bersikap seperti dulu lagi? Mampukah?


Tok Tok Tok


Sean segera beranjak dari tempatnya dan berjalan untuk membuka pintu. Disana ada Roy yang tengah membungkuk hormat padanya.


"Maaf tuan jika saya meganggu. Saya ada informasi penring yang harus saya sampaikan ke tuan." Kata Roy dengan sopan.


"Informasi apa Roy?"


"Iformasi tentang James, selingkuhan nona Raya waktu itu tuan."


Tangannya mengepal kuat ketika mendengar mama James. "Kau tunggu diruang kerjaku Roy." Titah Sean dengan tegas.


"Baik tuan. Saya permisi." Pamit Roy dan segera pergi keruang kerja Sean.


Sedangkan Sean berusah menormalkan deru nafasnya yang tak teratur.


Dibelainya dengan sayang wajah cantik itu. Dirapikannua beberapa helaian rambut yang meganggu pemandangannya. Lalu, dikecupnya dengan sayang kening istrinya. "Aku tinggal sebentar. Ada urusan penting yang harus aku urus. Aku sayang kamu sayang." Kata Sean dengan tersenyum.


Setelah itu, Sean segera berjalan keluar kamarnya. Ditutupnya dengan pelan pintu kamar itu agar tak menimbulkan suara apapun.


Dengan langkah tegasnya, Sean berjalan menuju ruang kerjanya. Disana ada Roy yang sudah setia menunggunya.


Ceklek


Pintu ruangan terbuka. Sean berjalan masuk kedalam ruangan kerjanya.


Roy membungkuk hormat ketika tau akan kedatangan tuannya.


"Jadi apa informasi yang kau dapatkan Roy?" Tanya Sean dengan suaranya yang dingin dan wajahnya yang datar.


"Ternyata orang yang menghadang tuan tengah malam waktu itu adalah orang-orang suruhan James, tuan. Dan dihari itu juga saya mengantarkan nona Dara ke supermarket terdekat. Tapi, tanpa diduga ternyata James mengikuti mobil kami dengan sangat apik tanpa ketahuan. Lalu, saat nona Dara menyuruh saya menunggunya diluar, James ternyata sudah masuk kedalam ke supermarket. Supermarket waktu itu dalam keadaan ramai, jadi James memanfaatkan itu untuk masuk kedalam supermarket tanpa ketahuan. Jadi, nona Dara bertemu dengan James. Saya melihat dari cctv yang ada di supermarketnya." Jelas Roy lalu mengeluarkan beberapa lembar dokumen penting mengenai hal tersebut. Setelah itu Roy juga mengekuarkan flashdisk yang berisi copy-an dari video tersebut. Diserahkannya dokumen penting serta flasdisk tersebut ke Sean yangah duduk di kursi kebesarannya.


Sean segera membukanya dan melihat isi dari dokumen tersebut. Serta Sean segera memutar copy-an video itu di komputernya.

__ADS_1


Dilihatnya dengan teliti dari setiap pergerakan video tersebut. Lalu, dimenit ke 9, dihentikannya video tersebut ketika Sean menangkap jelas sebuah foto yang dipegang oleh pria misterius yang tengah berbincang dengan istrinya.


Dan benar saja. Sean jelas tau foto itu. Foto dirinya bersama Raya sewaktu dulu. Dan Sean juga melihat sebuah tato identitas yang jelas ia ketahui siapa itu.


Dia adalah James Alergon atau sering disapa James yang sekarang menjadi ketua pembisnis gelap dengan obat-obatan terlarang. Yang dulu merupakan selingkuhan dari Raya Beatrix kekasihnya.


"Apa yang harus kita lakukan tuan?" Tanya Roy dengan sopan.


Sean menyeringai senang. "Biarkan saja dulu Roy. Aku ingin tau seberapa keras dia ingin melakukannya. Kau perketat penjagaan di mansion. Jangan kau biarkan orang asing untuk masuk kedalam mansion tanpa seijinku."


"Baik tuan." Jawab Roy.


Jemarinya mengetuk beberapa kali mejanya kerjanya. "Ternyata kau masih berani juga untuk menunjukkan batang hidungmu kehadapanku James. Hahaha, lucu sekali."


"Dan waktu itu tuan juga menyuruhku untuk mencari informasi hubungan nona Dara dengan nona Raya."


Sean terdiam ditempatnya.


Waktu itu Sean memang menyuruh Roy untuk mencari hubungan istrinya dengan Raya. Karena waktu itu istrinya menyebut nama lengkap Raya.


"Nona Dara dan nona Raya adalah sahabat tuan. Sahabat yang sangat akrab dimasa sekolah. Dan nona Dara juga sangat menyayangi nona Raya. Mereka seperti kelaurga sendiri." Jelas Roy. "Ini tuan data-datanya. Foto-foto kebersamaan mereka ketika masih duduk dibangku sekolah."


"Kau bisa kembali ketempatmu Roy." Kata Sean.


"Baik tuan." Jawab Roy lalu berjalan keluar dari ruangan kerja Sean.


Setelah itu Sean langsung membuka map yang berisi tentang Raya dan istrinya. Dan memang benar. Begitu banyak foto kebersamaan Raya dengan istrinya.


Kenapa dunia sesempit ini?!


***


Yang mau ngobrol dengan Visual My Possesive Husband atau ingin memberi pesan/nasehat untuk Sean, Dara, Nick, dll kalian bisa follow Instagram aku ya 😊


Dan yang mau tau spoiler semua karyaku untuk next chapter bisa follow instagram aku juga 😊


instagram: @fullandari


Kalian bisa tau info tentang Update semua karyaku, bisa memberi kritik atau saran lewat DM atau QNA, bisa ngobrol bersama pemain My Possesive Husband dan menambah teman disana 😊

__ADS_1


Aku tunggu notif dari kalian ya 😊 Terimakasih teman-teman.. ❤


__ADS_2