My Possesive Husband

My Possesive Husband
120. ELDEN YANG SESUNGGUHNYA


__ADS_3

Jangan lupa vote dan sarannya yaa.. Karna saran dan masukkan dari kalian itu penting.. 🙂😊


Silahkan tinggalkan jejak dengan menekan tombol like dibawah agar aku lebih semangat update cerita ini..


Terimakasih sudah membaca ceritaku 🤗


dan jangan lupa beri bintang 5 ya 😚


Jangan lupa baca cerita aku yang lainnya. kisah nyata 🤗


Happy Reading


***


Elden segera mengenderai mobil sport mewah miliknya untuk menuju gudang markas 3.1 tempat Afi disekap.


Perjalanan yang memakan waktu hampir dua puluh menit itu membuat Elden mengumpat kasar. Sungguh, hatinya seakan teriris perih ketika dirinya melihat anak kesayanganya menangis dan terpuruk seperti itu. Ingin rasanya Elden menangkap orang yang telah membuat anaknya seperti ini.


Jalanan tampak lenggang dan sepi karena tengah malam. Beberapa bintang bertaburan di atas langit menghiasi indahnya langit malam. Namun, hal itu tidak membuat seorang Elden merasa tenang.


Dengan kecepatan diatas rata-rata Elden mengendarai mobil sport mewahnya. Elden tidak ingin membuang-buang waktunya sekarang. Elden ingin segera menyelesaikan semuanya.


Setelah itu, tidak lama kemudian, akhirnya Elden telah sampai di markas 3.1 .


Di markas 3.1 terlihat sepi dan sunyi. Sepertinya markas itu telah kosong.


Dengan cepat, Elden segera keluar dari dalam mobil miliknya dan mengunci pintu mobilnya.


Dengan langkahnya yang tegas, Elden segera masuk kedalam pintu dalam markas.


Klik


Pintu markas terbuka.


Elden segera berjalan masuk kedalam markas. Akan tetapi, langkahnya langsung terhenti ketika Elden mendengar jeritan seorang perempuan.


"Arrghh!"


Elden sudah menduganya, itu pasti suara Afi.


Dengan cepat Elden segera berjalan menuju sumber suara itu.


"Arrghh!" Jerit Afi karena lagi dan lagi Nick menyayat kulit ditubuhnya.


"Berbicara atau kau ku kuliti tubuhmu." Ujar Nick dengan sebuah seringai tipis yang tersungging dibibirnya.


Afi menatap bengis wajah Nick. Ternyata dibalik wajahnya yang ramah dan tenang, Nick adalah psycopath gila yang tak pernah ia duga. Bahkan lebih gila daripada Sean, Damian dan Darren.


"Kau tau Afi, rasanya aku sekarang ingin merobek mulutmu itu agar kau mau mengatakannya. Rasanya aku ingin mecincang habis tubuhmu itu." Kata Nick dengan memainkan pisau lipatnya yang telah dilumuri darah Afi. Sudah hampir 2 jam Afi disiksa habis oleh Nick. Sedangkan Darren telah pergi untuk menyelesaikan sesuatu hal yang penting diperusahaanya. Dan Damian pulang karena Sena, istrinya menelfonnya untuk menemaninya tidur. Tentu saja dengan terburu-buru Damian segera pamit pulang untuk menemui istri tercintanya. Ingat, Damian rela melakukan apapun demi istri tercintanya agar tersenyum bahagia. Daripada melihat istrinya bersedih. Damian lebih memilih untuk tidur di atas ribuan tumpukan jarum daripada melihat istrinya bersedih. Apalagi jika melihat istrinya menangis. Damian seakan-akan langsung dibuat gila karnanya. Karena tangisan istrinya maka jeritan mematikan untuk orang disekelilingnya. Lihat, Damian memang benar-benar mafia terbucin bukan?

__ADS_1


"Bunuh saja aku!" Jerit Afi frustasi. Sungguh, rasanya Afi sengaja di siksa sebelum dirinya dibuat mati.


Nick langsung tersenyum tipis mendengarnya. "Kau ingin mati? Kau ingin langsung mati begitu saja?" Ujarnya dengan menatap dingin wajah Afi yang terlihat sedang menahan rasa sakit disekujur tubuhnya.


"Padahal ini sebelum seberapa dengan apa yang telah kau lakukan Afi. Jadi, tidak mungkin aku akan membuatmu mati dengan mudah. Menurutku itu kurang mengasikkan jika membuatmu langsung mati begitu saja. Akan lebih baik jika aku sedikit bermain-main dengan tubuhmu ini." Kata Nick dengan memainkan pisau lipatnya ditubuh Afi. Sedangkan kedua bola matanya menatap dingin kedua bola mata Afi.


Namun, tatapannya langsung berubah menajam ketika mengingat apa yang telah terjadi dengan Dara. "Kau telah berani menyentuh Dara. Bahkan kau dengan berani-beraninya mencelakainya. Jadi, aku tidak akan bodoh untuk membuatmu langsung mati begitu saja. Menurutku, hukuman itu terlalu ringan untuk apa yang telah kau lakukan."


Deg


Sepertinya Afi akan benar-benar disiksa habis-habisan malam ini.


Elden yang melihat itu langsung menyeringai tipis.



"Bolahkah aku ikut bergabung denganmu Nick?"


Suara tegas itu langsung membuat Nick menoleh dan segera berdiri. Namun, keterkejutannya langsung berubah menjadi sebuah seringai tipis yang menakutkan.


"Oh, om Elden. Tentu saja boleh om. Dengan senang hati aku menerimanya om." Jawab Nick dengan tersenyum ramah.


Dengan langkah tegasnya Elden berjalan mendekati Nick.


"Apa om Elden mau bermain-main dengannya?" Tanya Nick dengan menatap wajah Elden.


"Tentu saja Nick. Aku sudah menahan emosiku seharian ini. Jadi, dengan sedikit melampiaskan padanya mungkin itu akan membuatku sedikit lebih rileks." Kata Elden dengan mengambil sebuah palu yang berada di meja.


"Belum om. Sdari tadi dia tidak mau mengakuinya."


Lantas, Elden segera berbalik dan menatap tubub Afi dari atas sampai bawah. Aura menyeramkan langsung memenuhi ruangan itu. Lebih menyeramkan daripada aura yang dimiliki oleh Nick.


"Jadi aku punya beberapa pertanyaan untukmu. Apakah kau yang telah mencampurkan obat penggugur janin di makanan dan minunan menantuku?"


Afi menyeringai tipis dengan memalas menatap kedua bola mata Elden. "Untuk apa aku memberitahumu tuan? Aku bukan bekerja untukmu." Jawab Afi tanpa rasa takut. Padahal, nyawanya sekarang nerada di tangan Elden.


Lalu dengan kasarnya Elden langsung mengayunkan palu itu untuk memukul lengan Afi hingga terdengar suara tulang yang retak.


Krak


"Arghhh!" Jerit Afi kesakitan dengan kedua bola mata yang telah basah dengan air matanya. Sungguh! Rasanya benar-benar sangat menyakitkan!


"Ya atau tidak?!" Bentak Elden dengan suara yang menggelegar. Bahkan Nick dibuat terkejut dengan bentakan keras itu.


Inilah Elden yang sesungguhnya.


"Ya! Itu aku yang mencampurkannya!" Jawab Afi dengan membentaknya.


Sebuah seringai tipis langsung tersungging dibibir tipisnya. Elden benci jika ada orang yang membentaknya.

__ADS_1


"Apkah kau orang suruhan?" Tanya Elden dengan menyeringai tipis.


"Iya aku memang orang suruhan. Nemangnya kenapa? Bukankah itu pantas untuk putramu?" Ujar Afi dengan meringis sakit.


"Siapa yang menyuruhmu?" Tanya Elden dengan suara yang dingin.


"Untuk apa aku memberitahumu?" Jawab Afi yang malah menantang Elden.


Elden mengangguk-nganggukkan kepalanya. "Tanpa kau memberitaunya, aku bisa mencari taunya sendiri. Aku hanya ingin bermiaj-main denganmu." Kata Elden dengan tersenyum miring.


"Baiklah. Aku sudah cukup berbaik hati untuk memberimu waktu menghirup udara."


Dicengkramnya dengan kuat rahang itu. "Katakan selamat tinggal dengan dunia." Ujarnya dengan seringai tipis yang tersungging dibibirnya.


Tubuh Afi menegang.


Dengan seluruh kekuatannya Elden langsung mengayunkan palunya ke kepala Afi hingga cipratan darah langsung keluar dari kepalanya.


"Argghh!"" Jerit Afi dengan melengking keras. Bahkan jika orang yang memdengar jeritan itu akan merinding, ngeri.


"Itu untuk anakku." Kata Elden dengan nafas yang teesenggal-senggal. Emosi melingkupi dirinya. Jiwa psycopath yang selama ini tertidur didalam tubuhnya, telah terbangun.


"Arghhh!"


"Dan itu untuk menantuku."


Nafasnya tercekat ketika Elden mengarahkan palu itu kebagian jantungnya. Dengan perlahan kedua bola matanya langsung tertutup.


Afi telah mati.


Namun hal itu tidak membuat Elden merasa puas. Dipukulnya sekali lagi tubuh Afi dengan menggunakan palunya. Bahkan lantai gudang itu telah dipenuhi dengan darah Afi.


"Dan yang terkahir itu untuk cucuku yang telah kau bunuh." Ujar Elden.


Bahkan palunya sekarang telah dilumuri darah.


Nick yang melihat itu hanya menatap datar. Inilah seorang Elden Crishtian. Pria Psycopath yang hanya tunduk dengan istrinya.


***


Bagaimana Part ini menurut kalian?


Jangan lupa Screenshoot dan tag nama IG aku yaa. Akan aku repost satu persatu di Story IG aku🤗 Jangan lupa untuk ikut voting di IG aku, kalian mau Double UP atau Satu UP saja. 🤗


Dan yang mau tau spoiler semua karyaku untuk next chapter bisa follow instagram aku juga 😊


instagram: @fullandari


Kalian bisa tau info tentang Update semua karyaku, bisa memberi kritik atau saran lewat DM atau QNA, bisa ngobrol bersama pemain My Possesive Husband dan menambah teman disana 😊

__ADS_1


Aku tunggu notif dari kalian ya 😊 Terimakasih teman-teman.. ❤


__ADS_2