
Jangan lupa vote dan sarannya yaa.. Karna saran dan masukkan dari kalian itu penting.. 🙂😊
Silahkan tinggalkan jejak dengan menekan tombol like dibawah agar aku lebih semangat update cerita ini..
Terimakasih sudah membaca ceritaku 🤗
dan jangan lupa beri bintang 5 ya 😚
Jangan lupa baca cerita aku yang lainnya. kisah nyata 🤗
Happy Reading
***
Pagi ini tampak begitu cerah. Burung-burung berkicau diiringi dengan angin yang berhembus ringan.
Pukul 6 pagi, Sean baru terbangun dari tidurnya. Setelah malam pertama semalam yang panas itu, membuat badan Sean tampak lebih segar daripada sebelumnya. Bahkan, Sean merasa bahagia pagi ini. Tidak berhenti untuk tersenyum ketika mengingat dirinyalah yang pertama dan terakhir untuk istrinya. Jadi ini perasaan yang menjadi orang pertama dan terakhir? Dulu Sean pernah melakukannya bersama Raya, tapi bukan dirinyalah yang pertama melakukannya. Terbesit rasa rindu ketika mengingat nama itu.
Ditatapnya wajah damai itu yang tengah tertidur terlelap disampingnya. Lalu, direngkuhnya pelan membuat istrinya merapatkan tubuhnya.
Dikecupnya kening itu dengan sayang.
"Good morning sayang." Ucap Sean ketika melihat gerakan kecil yang dilakukan oleh istrinya itu.
Dara tidak berniat untuk menjawabnya. Kedua matanya seakan-akan enggan untuk terbuka. Dara kelelahan. Sungguh. Sangat lelah sekali menghadapi Sean semalaman.
"Mau mandi?" Ujar Sean. Sean ingin melakukan olahraga pagi
Dara menggeleng.
"Kenapa sayang?" Ujar Sean. Lalu, di kecupnya puncak kepala istrinya itu agar terbangun dari tidurnya.
Dara yang sudah gemas dengan yang dilakukan oleh Sean, lantas membuka paksa kedua matanya. "Aku lelah Sean. Aku ingin istrirahat dulu. Kamu saja yang mandi duluan." Jawab Dara cepat dengan nada kesal
__ADS_1
Lalu memejamkan kedua matanya lagi dan memeluk erat gulingnya. Mengabaikan Sean.
Sean tertawa renyah. "Baiklah sayang. Aku mandi duluan dan aku akan membuatkanmu makanan untukmu." Kata Sean. Lalu Sean turun dari tempat tidurnya.
Sean tidak bisa berhenti untuk tersenyum. Setiap kakinya melangkah menuju ke kamar mandi, memori ingatannya tidak berhenti berputar memutar kejadian semalam.
Istrinya yang memeluk tubuhnya erat. Memanggil namanya. Bahkan tatapan istrinya padanya membuatnya tersenyum sendiri. Istrinya sangat cantik sekali. Dan Sean berjanji, tidak akan melepaskan istri kecilnya sedikitpun.
Sesampainya didalam kamar mandi, Sean langsung mandi membersihkan tubuhnya. Sean tidak akan pernah melupakan kejadian semalam. Sean akan mencatat baik-baik dalam memori ingatan dan dihatinya.
Setelah mandi, Sean lantas mengambil handuk dan melilitkan ke pinggannya. Langkahnya kakinya terhenti tepat di atas cermin yang tersedia di dalam kamar mandi. Sean berkaca lantas tersenyum. "Kau sungguh tampan sekali Sean." Ucapnya pada bayangan dirinya sendiri dengan penuh percaya diri. "Dara tidak akan pernah meninggalkamu." Ujarnya lagi. Lalu menyeringai.
Setelah itu Sean berjalan keluar dan segera memakai pakainnya. Sesuai dengan perkataanya, Sean akan membuatkan makanan untuk istri kecilnya itu. Dengan langkah tegasnya Sean berjalan turun menuruni tangga. Tampak Liya dan maid yang sedang membersihkan mansion mewahnya.
"Selamat pagi tuan." Sapa mereka dengan membungkuk hornat.
"Selamat pagi juga." Jawab Sean.
Lalu, mereka tersenyum ketika mendapati leher tuannya yang berwarna kemerah-merahan.
"Liya, kamu dan yang lain bisa cuti hari ini. Tapi kalian bereskan cepat. Aku ingin hanya berdua dengan Dara." Ujar Sean.
"Baik tuan." Jawab Liya, lantas menyuruh yang lain agar segera membereskannya. Sungguh sebuah keberuntungan hari ini.
Lalu, Sean segera berkutat di dapur untuk membuat masakan spesial.
Hampir satu jam lebih Sean sibuk dengan masakannya. Liya dan maid yang lain telah menyelesaikan pekerjaannya lantas pamit untuk kembali ke kamar peristirahatan mereka.
Sean menyeka keringatnya ketika akhirnya masakannya telah jadi dengan sempurna. Baru kali ini dirinya rela masak demi perempuan. Ya, Dara itu spesial untuknya. Apapun akan Sean lakukan. Sean rela jika sampai merelakan waktunya untuk bersama istrinya.
Sean membuatkan dua menu makanan, salah satunya adalah salad buah. Dengan betmodalkan internet, Sean rela mencari tau video tutorial membuat salad buah. Dan hasilnya sungguh perfect. Memang benar, tidak akan ada yang bisa mengalahkan dirinya.
Jam setengah 8 Sean baru selesai membereskan semuanya. Lalu, Sean berjalan ke atas menuju kamarnya berada.
__ADS_1
Dibukanya pintu kamarnya dengan perlahan. Dan terlihat istrinya yang tengah melilitkan selimut ke tubuhnya. Mencoba untuk menutupinya.
"Mau aku bantu sayang?" Kata Sean sambil berjalan mendekati istrinya yang tampak terkejut dengan kehadirannya.
"Tidak Sean. Aku bisa sendiri." Tolak Dara. Tapi, dirinya juga tidak yakin untuk berjalan sendiri. Masih terasa sakit.
"Aku tidak suka penolakan sayang." Final Sean, lantas menggendong tubuh istrinya ala bryde style. Reflek Dara langsung mengalungkan tangannya ke leher Sean.
"Sean kenapa dengan lehermu?" Tanya Dara dengan bergidik ngeri. Apa itu gara-gara yang ia lakukan semalam?
"Kau yang melakukannya sayang." Jawab Sean lantas menurunkan Dara kedalam bathub yang telah terisi air hangat.
"Mandilah. Kamu bisa memanggilku jika memerlukan bantuanku. Ingat jangan jalan sendiri sayang."Titah Sean mutlak.
"Iya Sean. Aku akan memanggilmu. Tenang saja." Ujar Dara dengan tersenyum.
"I love you."
"I love you too."
Lalu Sean berjalan keluar kamar mandi. Membiarkan istrinya merilekskan tubuhnya.
Melihat kamarnya yang berantakan, Sean langsung membereskannya. Namun, terhenti ketika melihat bercak merah di spreinya. Lagi, Sean tersenyum. Sean tidak akan mencuci spreinya. Sean akan menyimpannya. Sprei yang menjadi saksi bisu malam pertamanya antara dirinya bersama istrinya.
***
Yang mau tau info update cerita My Possesive Husband bisa join grub aku ya.
Dan cerita ini up tiap hari ya ❤❤❤
Love you gais ❤
Dan jangan lupa untuk membaca cerita ku yang lain yaitu : PSYCOPATH VS CEWEK GALAK, THE ANGELS LAST MISSION, MY POSSSESIVE GIRL, PEKA .
__ADS_1