
Jangan lupa vote dan sarannya yaa.. Karna saran dan masukkan dari kalian itu penting.. 🙂😊
Silahkan tinggalkan jejak dengan menekan tombol like dibawah agar aku lebih semangat update cerita ini..
Terimakasih sudah membaca ceritaku 🤗
dan jangan lupa beri bintang 5 ya 😚
Jangan lupa baca cerita aku yang lainnya. kisah nyata 🤗
Happy Reading
***
Disebuah ruangan yang gelap dengan minim pencahayaan, terlihat seorang laki-laki dan perempuan tengah melakukan aktivitas ranjang dari semalam hingga pagi menjelang.
Rara yang semula terus memberikan perlawanan kini hanya diam tak berkutik. Seakan telah pasrah dengan semuanya. Pikirannya kosong. Air mata terus jatuh membasahi kedua bola matanya. Tak ada kata baik untuk mendiskripsikan kondisi Rara sekarang.
Sedangkan Nick terlihat menggeram di atas tubuh mungil yang hanya diam dan pasrah. Nick begitu menikmati pelepasan yang ia rasakan. Sungguh, Nick seakan dibuat kecanduan dengan tubuh mungil yang dimiliki perempuan yang berada dalam kungkungannya.
Lalu, Nick segera melepas penyatuannya dan segera bangkit dari posisinya. Selama melakukannya Nick selalu menggunakan pengaman. Nick tidak mau melakukan kebodohan jika melakukan tanpa pengaman. Ingat, Nick begitu menyayangi Dara. Tapi apa dayanya sekarang? Dara adalah istri sahabatnya sendiri. Nick tidak akan merebut istri dari sahabatnya. Akan tetapi, jika Dara yang berlari padanya, maka Nick dengan senang hati akan menerimanya.
Inilah rutinitas Rara sekarang. Setiap malam tubuhnya akan dipakai layaknya boneka. Dan paginya Nick akan pergi meninggalkannya dengan beberapa uang jutaan dollar yang ditinggalkan. Nick telah berhasil memperlakukannya seperti perempuan panggilan.
Di apartementnya, Nick selalu datang menghampirinya. Di apartementnya juga Nick selalu melakukannya. Dan sungguh, Rara tak habis pikir, Nick melakukannya dengan sangat apik. Tampak ramah dengan orang di luar sana. Tampak baik dengan orang yang berada disekelilingnya. Dan faktanya? Nick benar-benar laki-laki brengsek yang tidak memiliki hati. Nick begitu sangat apik dalam bersikap di depan kekasihnya. Begitu hebat dalam bermuka dua. Bahkan Derrick tak menaruh kecurigaan apapun dengan Nick. Ingin rasanya Rara berteriak di depan wajah kekasihnya waktu itu. Tapi, jika ia melakukakannya maka keluarga dan nyawa orang yang disekelilingnya yang akan menjadi taruhannya.
"Aku akan pergi menemui kekasihmu. Kau bisa jalan-jalan dengan menggunakan uang dariku. Anggap saja itu imbalan karena pelayananmu yang begitu memuaskan ku." Ujar Nick dengan memakai pakaiannya.
Deg
Hati Rara perih mendengarnya. Selamat Nick, kau telah menghancurkan perasaan perempuan yang bertubuh mungil itu. Isakan lirih terdengar. Dengan sekuat tenaga Rara menahan isakannya yang akan keluar dari bibirnya yang mungil.
Nick menyeringai puas. Melihat air mata Rara seakan memberikan kepuasan tersendiri baginya. Rasanya, Nick ingin menghancurkan tubuh mungil itu hingga sehancur-hancurnya.
Jam 7 pagi. Nick segera berjalan keluar dari apartement Rara.
Dengan langkahnya yang tegas Nick berjalan menyelusuri lorong.
Lalu, Nick segera menuju perusahaan Derrick. Dengan wajahnya yang tenang dan senyuman yang tersungging dibibirnya Nick segera menuju ke perusahaan Derrick.
Selama diperjalanan Nick sesekali bersiul menikmati aluran lagu.
Masih terekam jelas setiap jengkal tubuh Rara di ingatannya. Nick bersumpah jika tubuh mungil itulah yang membuatnya melayang hingga langit ketujuh. Benar-benar nikmat.
Sesampainya diperusahaan Derrick, Nick segera berjalan memasuki perusahaan itu. Perusahaan yang menjulang tinggi dan paling berpengaruh di London.
__ADS_1
Dengan langkahnya yang tegas Nick berjalan masuk kedalam perusahaan. Dengan senyuman yang terus tersungging di bibirnya Nick membalas beberapan sapaan dari pegawai disana. Dan lihat, Nick tampak baik didepan semua orang. Tampak ramah dan sempurna di depan semua wanita. Tapi, tanpa mereka sadari, dibalik wajah ramah itu, dibalik senyuman itu, menyimpan sejuta rahasia yang tidak mungkin orang mengetahuinya kecuali sahabat terdekatnya.
Ting
Pintu lift terbuka. Nick segera masuk kedalam lift tersebut. Lantai 53 yang menjadi tujuannya.
Lalu, tak lama kemudian Nick sampai di lantai 53 dan dengan cepat berjalan masuk kedalam ruangan kerja Derrick.
Derrick yang melihat kedatangan Nick langsung menyudahi pekerjaanya.
"Bagaimana Nick? Kapan kita akan mulai bergerak untuk membawa Dara lari dari mansion Sean?" Tanya Derrick. Karena selama lima bulan ini, masih belum ada pergeralan dari rencana mereka.
Lantas Nick langsung duduk di sofa yang terdapat disana. "Santai bung. Jangan terlalu gegabah. Lawan mu bukanlah orang yang lemah. Lawan mu adalah Sean Crishtian, sang ketua Mafia Crowned Eagle." Ucapnya dengan seringai yang tersungging di bibirnya.
"Aku ingin cepat menyelesaikannya Nick."
"Bukankah kita tidak perlu terburu-buru? Kita harus memikirkan semuanya. Jika rencana kita gagal, maka habis riwayatmu Derrick." Kata Nick dengan tenang.
Derrick menghela nafasnya berkali-kali.
"Baiklah ku serahkan padamu." Ujar Derrick. Lagian, dirinya juga harus menyeledaikan beberapa pekerjaanya.
Drrrt
"Hai sayang apa kabar?"
"Kabarku baik sayang. Bagaimana pekerjaammu?"
"Baik sayang. Apa kau mau makan malam nanti?"
"Aku mau Derrick."
"Baiklah bersiaplah nanti jam 7 malam. Aku aka menjemputmu."
"Oke sayang."
Dan tut. Panggilan berakhir.
Tanpa Derrick sadari sebuah seringai tipis tersungging dibibir Nick.
***
Dara duduk terdiam dikursi meja makan. Memikirkan perkataan Roy tadi. Sungguh, jika Dara mengetahui akan terjadi hal seperti ini, Dara tidak akan lari dari Sean waktu itu.
Dadanya terasa sesak jika mengingat hal itu. Buliran kristal terus memvasahi kedua bola matanya.
__ADS_1
Afi yang tak sengaja melihat Dara menangis langsung datang menghampiri Dara.
Dirangkulnya tubuh Dara. Sifat keibuannya langsung muncul. "Nona kenapa menangis?" Kata Afi dengan mengusap pelan punggung Dara.
Dara yang merasakan peluka hangat itu langsung membalas pelukan Afi. "Aku bodoh Afi. Aku bodoh. Harusnya aku tidak lari waktu itu. Harusnya aku tidak melakukannya. Hiks!" Isaknya.
Sedangkan Afi hanya terdiam ditempatnya dengan mengusap pelan punggung majikannya.
Iya, seharusnya aku tidak melakukannya. Seharusnya aku tidak lari dari Sean. Tidak melakukannya. Tapi, karen rasa sakit hati yang aku rasakan, rasa kecewa yang aku rasakan, aku malah pergi dan membahayakan orang disekelilingku. Maaf Liya. Maafkan aku.
Lalu, setelah dirasa tenang, Dara melepas pelukannya.
"Aku akan beristirahat Afi. Jadi, bangunkan aku 2 jam lagi." Ucap Dara dengan mengusap air matanya.
"Baik nona." Jawab Afi dengan menunduk hormat.
Dara tersenyum dan langsung berjalan untuk menuju kamarnya. Dara butuh waktu untuk mengistirahatkan tubuhnya. Dara butuh waktu untuk sendiri.
Setelah itu Afi segera melanjutkan pekerjaanya.
Satu jam telah beralalu.
Disudut ruangan mansion, terlihat seseorang yang tengah menelfon seseorang.
"Tuan, usia kandungannya sekarang telah 5 bulan. Apa kita harus bergerak sekarang?"
"Kau bisa melakukannya."
"Baik tuan. Sekarang dia hanya sendirian. Suaminya tengah pergi bekerja dan akan pulang larut."
"Bagus. Lakukan sekarang sesuai dengan renacan awal."
"Baik tuan."
🍭🍭🍭
Yang mau ngobrol dengan Visual My Possesive Husband atau ingin memberi pesan/nasehat untuk Sean, Dara, Nick, dll kalian bisa follow Instagram aku ya 😊
Dan yang mau tau spoiler semua karyaku untuk next chapter bisa follow instagram aku juga 😊
instagram: @fullandari
Kalian bisa tau info tentang Update semua karyaku, bisa memberi kritik atau saran lewat DM atau QNA, bisa ngobrol bersama pemain My Possesive Husband dan menambah teman disana 😊
Aku tunggu notif dari kalian ya 😊 Terimakasih teman-teman.. ❤
__ADS_1