My Possesive Husband

My Possesive Husband
195. PULANG


__ADS_3

Jangan lupa vote dan sarannya yaa.. Karna saran dan masukkan dari kalian itu penting.. 🙂😊


Silahkan tinggalkan jejak dengan menekan tombol like dibawah agar aku lebih semangat update cerita ini..


Terimakasih sudah membaca ceritaku 🤗


dan jangan lupa beri bintang 5, 4, 3 ya 😚


Jangan lupa baca cerita aku yang lainnya. kisah nyata 🤗


Happy Reading


***


Buah mangga nya telah selesai di bungkus rapi. Sedangkan Sean dan Dara kini tengah sibuk memakan tahu campur.


Dengan lahap Sean memakan tahu campur yang menurutnya itu makanan kelas atas. Sungguh rasanya sangat lezat mengalahkan steak bintang 5 yang sering ia makan. Harganya bahkan sangat jauh. Steak yang ia makan harganya dalam sekali makan sampai 200 juta sedangkan tahu campur hanya 5 ribu perporsinya. Rasanya Sean ingin membeli setoko-tokonya. Rasanya sangat lezat sampai membuat Sean menambah 2 porsi lagi. Apalagi jika Sean memakannya dengan kerupuk dan nasi hangat. Uh, rasanya seperti berada di surga. Benar-benar sangat lezat.


Dara tersenyum malu ketika melihat orang disekelilingnya melihat fokus ke arah suaminya.


"Uh, rasanya sangat lezat sekali sayang." Ucap Sean setelah meminum segelas air putih yang tersedia. Bahkan Sean sudah tidak peduli lagi jika gelas yang ia minum sekarang merupakan gelas plastik.


"Bagaimana hubby, apa mau tambah lagi tofu mixnya?" Tanya Dara dengan nada yang menggoda suaminya. Setiap kali berkata tofu mix rasanya Dara ingin tertawa.


Sean menggeleng. "Aku sudah habis 3 porsi tofu mix sayang. Perutku terasa hampir meledak." Jawab Sean dengan mengelus perutnya yang berotot. Rasanya roti sobek milikmya akan menghilang gara-gara makan terlalu banyak.


"Berapa totalnya Pak?" Tanya Dara terhadap istri Pak Jalil.


"20 ribu aja neng."


Lalu, Dara segera mengeluarkan dompet milik suaminya. Disana terdapat mata uang Indonesia yang telah di tukar. Bahkan uangnya disana hanya terdapat pecahan 100 ribu. Tidak ada pecahan nominal yang lain.


"Berapa sayang totalnya?" Tanya Sean penasaran.


"Hanya 20 ribu hubby. Uang kita hanya ada pecahan 100 ribu."


"Yasudah kasih aja 2 juta sayang." Ucap Sean dengan membersihkan bibirnya menggunakan sapu tangan miliknya. Bahkan sapu tangan yang ia gunakan seharga 35 juta. Sapu tangan khusus limited edition milik keluarga Crishtian.


Lantas Dara segera mengeluarkan uang 2 juta. Membuat orang yang berada di pasar itu menatapnya dengan pandangan takjub.


Ini anak Sultan yang tersesat atau bagaimana?


"Ini bu buat bayar tahu campur nya dan ini untuk buah mangga nya. Jadi totalnya 27 juta." Kata Dara menjelaskannya.


Istri Pak Jalil yang menerima uang itu. Bahkan tangannya sedikit bergetar. Ada rasa syukur dan sedikit shock. Sungguh istri Pak Jalil bahkan tidak pernah menyangka akan terjadi seperti ini. Biasanya buah mangganya hanya laku sampai 200 ribu. Dan sekarang lihat? Belum sehari ia berdagang, buah mangganya sudah laku dengan harga fantastis.

__ADS_1


"Terimakasih neng. Terimakasih juga buat abangnya juga." Ucap istri Pak Jalil.Kedua tangan istri Pak Jalil langsung bersalaman dengan Dara. Setelah itu ke Sean. Sean yang merasa bingung hanya mengangguk-ngangguk saja. Mengikuti alurnya.


Tidak hanya istri Pak Jalil yang bersalaman, Pak Jalil dan anaknya juga ikut bersalaman.


"Hubby bagaimana cara kita membawanya? Bukankah kita kesini tadi jalan kaki."


Pak Jalil yang mengerti raut bingung dari pembelinya lantas menawarkan diri. "Apa perlu saya antar naik becak neng?"


Dara yang mendengar itu langsung menoleh. "Apa Pak Jalil tidak keberatan?" Tanya Dara.


Sedangkan Sean tengah sibuk menatap sekelilingnya. Kenapa semua orang menatapnya kagum? Mulai dari kalangan ibu-ibu, emak-emak hingga anak kecil. Kenapa mereka menatapnya seakan-akan dirinya seorang selebriti?


"Terimakasih Pak Jalil. Pak Jalil bisa mengantarkan buah mangga ya ke hotel ini." Ujar Dara dengan memberikan sebuah kertas berisi alamat hotel.


Pak Jalil menerimanya. "Baik neng."


"Neng boleh minta foto tidak? Neng nya foto dengan buah mangganya." Ujar istri Pak Jalil dengan menarik seseorang yang sedang membawa sebuah kamera.


"Boleh Bu." Jawab Dara dengan menggandeng suaminya.


Sean hanya bisa mengikutinya saja. Berdiri tepat disebelah istrinya.


"Kita akan di foto hubby. Jadi gaya yang bagus." Bisik Dara yang di angguki oleh Sean.


Cekrek


Sean yang merangkul istrinya dan tersenyum ke arah kamera. Lalu, berganti gaya saling tatap-tatapan satu sama lain dengan membawa buah mangga di tangannya. Berganti lagi dengan gaya Sean bersimpuh dan mencium perut istrinya.


Kini Sean dan Dara bagaikan seorang selebriti yang tengah tersesat ke pasar. Mereka berdua telah berhasil menjadi pusat perhatian semua orang yang berada di Pasar Jakarta. Sedangkan sang fotografer telah berhasil mengambil 3 foto sekaligus.


"Terimakasih neng geulis dan mas ganteng." Ucap istri Pak Jalil yang di angguki oleh Sean dan Dara.


Ngomong-ngomomh foto itu akan Pak Jalil cetak di banner lalu ia pajang di dagangannya dengan tulisan "Suami-istri dari London saja beli buah mangga ke Pak Jalil, masa' kalian tidak? Rasa di jamin enak dan maknyus bahkan anak Sultan saja borong di sini."


Dilihatnya jam yang melingkar di pergelangan tangannya. "Kami mau jalan-jalan dulu ya Pak, bu." Lantas Dara segera pamit. Begitupun juga dengan Sean.


"Hati-hati neng. Kalau ngidam lagi jangan lupa mampir kesini lagi ya neng. Saya buatkan tofu mix khusus buat suaminya neng. Saya gatiskan neng." Dengan tersenyum ceria istri Pak Jalil mengatakannya.


"Baik Bu. Pasti akan kesini lagi." Jawab Dara. "Yasudah kami permisi dulu ya Bu."


Setelah itu Sean dan Dara memutuskan untuk jalan-jalan terlebih dahulu. Berkeliling sebentar sambil membeli dan mencicipi beberapa makanan.


Saat jam telah menunjukkan pukul 3 sore, mereka berdua memutuskan untuk kembali ke hotel. Jam 6 sore mereka berdua akan kembali ke London.


Sesampainya di hotel mereka langsung mandi berdua untuk mempersingkat waktu. Hanya mandi tanpa melakukan hal panas yang lain.

__ADS_1


"Hubby semuanya sudah siap?" Tanya Dara dengan mengemasi barang-barang nya.


Sean mengangguk. "Sudah sayang."


"Ayo kita pulang." Seru Dara semangat.


***


Kini mereka berdua telah berada di dalam pesawat. Dara telah tidur terlelap disamping suaminya. Sedangkan Sean tengah sibuk memakan buah mangga. Sudah hampir 10 biji telah Sean habiskan.


Diusapnya pelan perutnya. "Sepertinya aku harus nge-gym lagi dirumah." Gumamnya pelan.


Dikeluarkan ponsel miliknya yang berada di sakunya. Jemarinya dengan lincah mencari tombol kamera. Lalu di pencetnya tombol kamera dan Sean langsung berfoto.



"Foto ini akan aku tunjukkan ke anak ku nanti agar tau betapa tampannya Daddynya ini." Kata Sean yang berbicara sendiri. "Aku memang tampan."


***


Jangan lupa follow instagram mereka ya 🤘


@eldencrishtian


@lexacrishtian


@garvincrishtian


@seancrishtian


@daracrishtian


@kenzocrishtian


@crownedeagle_03


@nickalbertreal


Dan yang mau tau spoiler semua karyaku untuk next chapter bisa follow instagram aku juga 😊


instagram: @fullandari


Kalian bisa tau info tentang Update semua karyaku, bisa memberi kritik atau saran lewat DM atau QNA, bisa ngobrol bersama pemain My Possesive Husband dan menambah teman disana 😊


Aku tunggu notif dari kalian ya 😊 Terimakasih teman-teman.. ❤

__ADS_1


__ADS_2