
Jangan lupa vote dan sarannya yaa.. Karna saran dan masukkan dari kalian itu penting.. 🙂😊
Silahkan tinggalkan jejak dengan menekan tombol like dibawah agar aku lebih semangat update cerita ini..
Terimakasih sudah membaca ceritaku 🤗
dan jangan lupa beri bintang 5 ya 😚
Jangan lupa baca cerita aku yang lainnya. kisah nyata 🤗
Happy Reading
***
Dalam beberapa menit setelah meminum minuman dari Mommy-nya, Sean merasakan panas disekujur tubuhnya. Merasakan sebuah siksaan yang sangat menyakitikan untuknya.
Dara merasakan aneh dengan suaminya. Sean terlihat tidak baik-baik saja. Sedangkan Mommy dan Daddy-nya terlihat panik.
"Maaf sayang." Ujar Elden lirih sambil dipeluknya tubuh mungil istrinya.
Namun, bukan sambutan hangat yang Elden dapat. Tapi, sebuah injakan di salah satu kakinya yang begitu kuat yang ia dapat.
"Aau-" Rintih Elden dan menatap wajah Lexa dengan kedua bola mata yang berkaca-kaca. "Kamu jahat sayang!" Rajuk Elden dengan wajah yang ditekuk kesal.
Sedangkan Lexa tidak memperdulikan suaminya itu. Yang terpenting sekarang adalah anaknya.
"Mommy memasukkan sesuatu dalam gelas minumanku? Iya Mom?" Tanya Sean dengan wajah yang memerah menahan gairah yang terus terbuncah untuk segera keluar dan terlampiaskan.
Lexa mengangguk.
Dara yang melihat itu begitu terkejut. Jadi, Mommy Sean memasukkan obat-obatan yang bisa membuat Sean seperti itu. Rasanya, Dara ingin tepuk tangan sekarang. Benar-benar keluarga yang penuh dengan sebuah kejutan tak terduga.
"Shit!!" Umpat Sean. Lalu, Sean segera bangkit dari tempat duduknya dan segera berlari ke arah kamar mandi yang terletak di dalam kamarnya.
Lexa yang begitu terkejut dengan pergerakan Sean tiba-tiba membuat Lexa menatap Dara.
"Dara mau ikut?" Tanya Lexa dengan menatap memohon agar Dara mau mengikutinya.
Dara mengangguk.
"Afi!" Teriak Lexa dengan suara yang menggelegar.
Afi yang dipanggil segera berlari dan menghampiri Lexa.
__ADS_1
Afi langsung membungkuk hormat.
"Tolong bantu Dara untuk kembali ke kursi rodanya." Titah Lexa dengan tegas.
Afi mengangguk patuh. "Baik nona." Lalu, Afi dan Lexa langsung membantu Dara untuk kembali ke kursi rodanya. Setelah berhasil mendudukkan kembali Dara ke kursi rodanya, Lexa langsung menyuruh Afi untuk mendorong kursi roda Dara ke kamarnya.
Sedangkan Elden hanya duduk diam sudut sofa. Menatap takut istrinya yang tengah marah padanya. Fix! Elden ngambek ke Lexa sekarang. Lexa itu istrinya. Tapi kenapa lebih memintingkan suami orang daripada suaminya sendiri?!
"Mau ikut apa tidak ke kamar Sean?!" Tanya Lexa dengan galaknya. Membuat Elden yang semulanya ingin ngambek langsung runtuh begitu saja.
Elden mengangguk bagaikan seekor kelinci yang tengah tersudutkan dengn seekor serigala betina yang tengah kelaparan. "Iya ikut." Jawab Elden.
Setelah itu Lexa segera dan Elden segera berjalan untuk menuju kamar anaknya.
🐄🐄🐄
Sementara itu, Dara sekarang berada di dalam kamarnya dengan Afi yang setia menemaninya di belakangnya.
Sean? Sean sekarang menahan mati-matian untuk tidak menerkam habis istrinya dengan cara diam dan mengunci dirinya di dalam kamar mandi.
Lexa datang dengan tergesa-gesa. Elden hanya diam dan menekuk wajahnya. Apa istrinya tidak peka jika dirinya sekarang sedang ingin dimanja dan diperhatikan juga?!
Lalu, Lexa segera mengetuk pintu kamar mandi. "Sean, kenapa kamu di dalam kamar mandi? Keluar son. Ini Mommy." kata Lexa dengan penuh rasa bersalah.
"Ti--dak Momm. Sean tidak mau!" Jawab Sean dengan suara yang terputus-putus. Sial! Kenapa obatnya ini mujarab sekali?!
Dara hanya diam ditempatnya. Jantungnya berdetak tidak beraturan.
Deg
Deg
Deg
Kenapa Mommy Sean menatapnya seperti itu?!
"Tidak a--pa Mom. Aku tidak mau menyakiti istriku. Aku tidak ingin memaksanya untuk melakukannya karena aku yang seperti ini." Jawab Sean dari dalam kamar mandi. Sean mati-matian untuk tidak memyentuh dirinya sendiri.
Dara terpaku dengan perkataan suaminya barusan.
Lexa berjalan dan mendekati Dara. Digenggamnya kedua tangan yang lembut itu. "Dara, apa boleh mommy meminta bantuan?" Tanya Lexa dengan menatap wajah Dara dengan penuh permohonan.
Dara mengangguk. Merasa tidak enak jika menolaknya.
__ADS_1
"Tolong bantu suamimu untuk mendapatkan pelepasan. Mommy memasukkan obat perangsang di gelas minuman yang Sean minum. Hanya satu caranya untuk menghilangkan efek obat itu, yaitu dengan mendapatkan pelepasan dan terpuaskan gairahnya. Mommy tau, kamu anak baik Dara. Kamu juga istrinya Sean. Tolong bantu Mommy. Tolong bantu suamimu."
Deg
Deg
Deg
"Sean tidak ingin menyakitimu. Tapi hanya itulah caranya. Apalagi Mommy memasukkan obatnya terlalu banyak."
Dara yang mendengar itu hanya bisa diam. Mencoba untuk mencerna semuanya.
"Mommy mohon." Kata Lexa dengan menatap wajah Dara.
Lalu, Dara mengangguk. Mengangguk ragu. Berusaha untuk meyakinkan dirinya sendiri.
Sedangkan disisi lain.
Diruangan tersembunyi, terlihat seseorang yang sedang menelfon secara sembunyi-sembunyi.
"Tuan, seperti nona Dara akan hamil."
"Bagus. Beri tau aku jika sudah benar-benar hamil."
"Baik tuan."
dan..
Tut.. Tut.. Tut..
Sambungan telfon terputus.
Disebuah ruangan yang terpenuhi dengan foto Raya, James sedang diam dengan menatapnya. Dengan sesekali menyesap segelas wine ditangannya.
"Jika aku tidak bisa mengambil Dara darimu. Maka aku akan mengambil anakmu Sean. Akan kubunuh anakmu agar kamu merasakan bagaimana rasanya kehilangan darah daging mu sendiri." Ujarnya dengan sebuah seringai di bibirnya.
***
Yang mau ngobrol dengan Visual My Possesive Husband atau ingin memberi pesan/nasehat untuk Sean, Dara, Nick, dll kalian bisa follow Instagram aku ya 😊
Dan yang mau tau spoiler semua karyaku untuk next chapter bisa follow instagram aku juga 😊
instagram: @fullandari
__ADS_1
Kalian bisa tau info tentang Update semua karyaku, bisa memberi kritik atau saran lewat DM atau QNA, bisa ngobrol bersama pemain My Possesive Husband dan menambah teman disana 😊
Aku tunggu notif dari kalian ya 😊 Terimakasih teman-teman.. ❤