
Jangan lupa vote dan sarannya yaa.. Karna saran dan masukkan dari kalian itu penting.. 🙂😊
Silahkan tinggalkan jejak dengan menekan tombol like dibawah agar aku lebih semangat update cerita ini..
Terimakasih sudah membaca ceritaku 🤗
dan jangan lupa beri bintang 5, 4, 3 ya 😚
Jangan lupa baca cerita aku yang lainnya. kisah nyata 🤗
Happy Reading
***
Pagi telah menjelang. Semalam, tidak terjadi peristiwa apapun diantara sepasang pengantin baru itu.
Dara yang bangun dengan keadaan yang lebih fresh dari sebelumnya. Sedangkan Sean bangun dengan wajah yang ditekuk. Ngambek. Baru kali ini dirinya ingin diam dengan seribu bahasa. Tak ingin mengatakan sepatah apapun.
Kejadian semalam.
Dara memutuskan untuk mandi dan mengganti pakaiannya dengan pakaian santai. Dara tidak menyangka jika dirinya akan menikah di usia yang masih muda yaitu 20 tahun. Jauh dari prediksinya dulu. Dulu Dara ingin menikah di usia 25 tahun. Saat dirinya telah memiliki pekerjaan tetap dan sudah bisa berfikir dewasa. Namun, sayang. Takdir berkata lain. Saat dirinya baru saja berusia 20 tahun, dirinya telah menikah dengan laki-laki yang berusia 27 tahun yaitu Sean.
Sean dengan perasaan bahagia ketika melihat istrinya masuk kedalam kamar mandi untuk mandi membuat dirinya tersenyum senang. Sean merasa dirinya diberi lampu hijau oleh istrinya itu. Malam ini akan menjadi malam bersejarah untuknya bersama Dara, istri tercintanya.
Sean berdiri lalu berjalan ke menuju tempat meja yang berisi beberapa parfum dan handbody. Diambilnya parfum itu lalu disemprotnya kesuluruh badannya. Mulai dari leher, dada, punggung dan ketiak. Sean tidak ingin jika dirinya waktu dipeluk Dara nanti mencium aroma badannya yang kecut atau asam. Padahal aroma badannya selalu wangi. Tapi, entah kenapa malam ini Sean tidak percaya diri. Sean merasa gugup.
Rasa gugup semakin menyelimuti dirinya ketika mendengar suara shower yang menyala. Pikiran liar langsung memenuhi isi otaknya.
"Sial!" Umpatnya pelan. Lalu, Sean segera meminum segelas air putih yang tersedia di meja agar rasa gugupnya hilang. Dengan berjalan mondar-mandir Sean menunggu Dara. Namun sialnya selama 30 menit itu Dara tak kunjung keluar juga.
Lalu tak lama kemudian Dara keluar dari dalam kamar mandi dengan menggunakan pakaian lengkap baju tidur miliknya.
Dara yang melihat Sean yang tengah berdiri dengan menatap dirinya merasa heran.
"Kenapa kamu tidak tidur?" Tanya Dara aambil berjalan melewati Sean begitu saja.
__ADS_1
"Aku menunggumu." Jawab Sean lalu mengikuti Dara dari belakang seperti anak ayam yang mengikuti induknya.
"Kenapa menungguku?" Tanya Dara merasa heran seraya menyisir rambutnya lalu di cepolnya ke atas memamerkan leher jenjangnya yang putih mulus itu.
Sean bahkan sampai mengeuk ludahnya ketika melihat leher jenjang itu. Lalu, dipeluknya tubuh istrinya itu dari belakang dan dikecupnya leher jenjang itu beberapa kali.
Rasa geli langsung menyelimuti dirinya. Dara yang sudah tidak tahan dengan kecupan yang dilayangkan oleh Sean dilehernya langsung tertawa dengan terbahak-bahak.
"Sean geli. Stop." Teriak Dara diselingi tawanya.
Sean hanya tersenyum menanggapinya. Digendongnya tubuh Dara.
Dara yang digendong langsung berpegangan pada bahu Sean. "Sean kau mau apa?" Tanya Dara heran.
Lalu, ditidurkannya tubuh Dara di atas ranjang.
Tatapan mereka bertemu satu sama lain.
"Kamu cantik." Kata Sean tanpa berkedip.
Deg
Deg
Deg
Lalu, Sean menenggelamkan wajahnya di leher Dara. Sean merasa candu dengan leher istrinya itu.
Dara hanya bisa menahan nafas. Tidak tau mau bersikap seperti apa.
Sean yang merasa diberi lampu hijau, lalu dengan perlahan membuka satu kancing baju Dara.
Dara yang tau akan hal tersebut langsung menahan tangan Sean.
"Kenapa kamu membuka kancing bajuku Sean?"
__ADS_1
Sean lantas menegakkan tubuhnya. Menatap wajah istrinya dengan bingung.
"Kita akan tidur bersama seperti suami istri sayang." Jawab Sean.
"Kalau tidur ya tidur saja Sean. Kenapa harus membuka baju? Nanti aku kedinginan." Ujar Dara dengan wajah polosnya.
Sean yang mendengar jawaban itu langsung menatap wajah Dara dengan sedikit terkejut. "Kau tidak akan kedinginan sayang. Akan meras hangat."
Dara menggeleng. Mana ada tidur tidak memakai baju akan merasa hangat? "Tidak Sean. Aku pakai baju saja."
Oke. Sean sepertinya harus memberikan edukasi pada istrinya.
"Kita tidak bisa melakukannya kalau kita masih memakai baju sayang."
Dara semakin bingung dibuatnya. "Bisa Sean. Selama ini aku tidur juga memakai baju dan aku bisa melakukannya."
Rasanya Sean ingin mengabsen satu persatu nama hewan dikebun binatang.
"Tidak bisa sayang." Ujar Sean dengan wajah memelas. Tidak tau harus berkata apa lagi.
Dara lantas mendorong tubuh Sean. Sean yang tau hal tersebut langsung menyingkir dan duduk disebelah Dara.
"Kamu terbiasa tidur tidak memakai baju? Kalau iya, kamu tidak apa jika tidak memakai baju Sean. Tapi kalau aku, aku tetap memakai pakaianku." Kata Dara sambil memegang salah satu tangan Sean. "Maaf kalau tadi aku tidak mengerti. Sekarang aku mengerti. Jadi, kamu boleh tidur dengan tidak memakai baju. "
Dara lantas membaringkan tubuhnya yang diikuti oleh Sean juga.
"Kenapa masih dipakai bajunya?" Tanya Dara heran. Bukankah tadi Sean bilang jika tidak bisa tidur jika memakai baju.
Sean hanya menggeleng. Tidak berniat untuk menjawab. Lalu, Sean berbalik memunggungi Dara.
Dara yang melihat respon dari Sean tampak bingung. Apa ada yang salah dengan dirinya?
Tanpa berfikir panjang, Dara langsung memeluk tubuh Sean yang membelekangi dirinya. "Maaf kalau aku salah. Selamat tidur my hubby. Mimpi indah." Ucap Dara. Karena sudah sangat mengantuk, kedua matanya langsung tertutup dan menyelami dunia mimpinya yang indah.
Sedangkan Sean hanya diam dengan wajah yang ditekuk.
__ADS_1
Baru kali ini Sean ingin memdiami seseorang!
***