
Jangan lupa vote dan sarannya yaa.. Karna saran dan masukkan dari kalian itu penting.. 🙂😊
Silahkan tinggalkan jejak dengan menekan tombol like dibawah agar aku lebih semangat update cerita ini..
Terimakasih sudah membaca ceritaku 🤗
dan jangan lupa beri bintang 5 ya 😚
Jangan lupa baca cerita aku yang lainnya. kisah nyata 🤗
Happy Reading
***
Sean segera memakan makanan miliknya yang telah Dara siapkan untuknya. Lezat dan enak rasanya. Terasa berbeda jika Dara yang menyiapkannya. Apa kekasihnya itu menambahkan sedikit ramuan cinta untuk membuatnya tergila-gila padanya? Namun, faktanya, meskipun Dara tanpa memakai ramuan-ramuan cinta, Sean sudah tergila-gila pada Dara. Gadisnya. Miliknya. Istrinya. Dihabiskannya makanan itu. Demi gadisnya, ia rela melakukannya. Bisanya, Sean tidak pernah habis dalam 1 porsi, hanya sebagian yang ia makan. Entahlah, semenjak Raya meninggalkannya, kehidupan Sean berubah drastis. Hanya kegelapan yang ia rasakan. Apalagi, sejak kedatangan Dara. Kehidupan Sean berubah 100%. Dunia gelap yang selalu ia rasakan perlahan-lahan menghilang menjadi lebih berwarna. Apapun, Sean akan melakukan segala cara agar Dara tetap berada disisinya. Apapun itu. Meskipin dengan cara kotor atau cara kasarpun akan ia lakukan jika itu membuat Dara tetap berada disampingnya.
Sedangkan itu Dara hanya diam memakan salad buah. Tanpa berniat menoleh sedikitpun ke arah Sean yang duduk disampingnya. Menurutnya, film kartun lebih menarik untuk dilihat daripada wajah Sean yang tampak mengesalkan di matanya. Sungguh, Dara masih teringat badan berotot itu. Perut yang sixpack, roti sobek yang terbentuk sempurna. Putih bersih serta jangan lupakan lengan berotot itu. Tuhkan, pikirannya malah ngaco lagi! Dara sadar! Sadar! Jangan tergoda oleh rayuan setan! Kamu masih suci belum ternodai. Hufft, dasar Sean.
Setelah salad buahnya habis, diletakannya wadah itu didepannya. Sean juga melakukan hal yang sama.
Dengan jantung yang berdetak tidak beraturan, Sean megenggam tangan hangat itu. Bahkan Dara sedikit terkejut ketika merasakan gengaman ditangannya.
"Dara, a--ku.." Sial! Kenapa sekarang dirinya gugup.
Dara menatap Sean bingung. Ada apa dengan pria yang disampingnya itu? "Iya kenapa Sean?" Tanya Dara.
Perasaan Sean semakin campur aduk, tidak karuan. Ini bukan seperti dirinya. "Apa kau mau menjadi istriku?" Akhirnya, keluar juga perkataan yang sedari tadi ia taha. Ya, 4 hari lagi Sean dan Dara akan menikah.
__ADS_1
Deg
Ini diluar ekspetasi Dara. Dara dulu menginginkan dilamar oleh pangeran berkuda putih. Dilamar dengan cara romantis dengan tempat yang telah dihias.
Imajinasi seakan langsung buyar begitu saja.
"Hah?" Jawab Dara. Masih mencoba menerima kenyataan jika ekspetasinya dulu tidak menjadi kenyataan. Realita lebih menyakitkan daripada imajinasinya.
"Apa kau mau menjadi istriku?" Ucap Sean lagi. Diremasnya tangan Dara yang ia genggam. Bahkan Dara merasakan betapa kuatnya remasan ditangannya itu.
Dara hanya diam. Tidak tau mau menjawab apa.
"Terimakasih karena sudah menerimaku." Ujar Sean. Langsung ditariknya tubuh Dara kedalam pelukannya. Di peluknya dengan erat. "4 hari lagi kita akan menikah."
"Apa? Akukan belum menjawabnya Sean." Kata Dara. Dara saja belum menjawab iya atau tidak.
Hembusan nafas Sean dilehernya membuat bulu kuduknya meremang.
Ya, Dara faham betul jika dirinya telah masuk dan terjerat dalam kehidupan seorang Sean Crishtian.
"Ekhem."
Deheman dari dua orang dipintu kamar membuat Dara mendorong kuat tubuh Sean.
Sean dengan enggan melepaskan pelukannya.
Sepasang kekasih itu berjalan masuk kedalam kamar mendekati tempat Sean dan Dara berada.
__ADS_1
Dara langsung bangun dan berdiri lantas menunduk hormat dan tersenyum ketika bersitatap dengan perempuan paruh baya yang tersenyum menatapnya. Sedangkan pria yang ada disamping perempuan itu tampak datar dan tidak ada senyuman sama sekali. Wajahnya sama persis seperti Sean. Apa mungkin mereka..
"Hai Mom, Dad.. " Kata Sean sambil memeluk satu persatu.
Dara hanya diam mematung. Tidak tau harus berbuat apa. Rasa gugup menyelimuti dirinya. Telapak tangannya basah oleh keringat. Kebiasaan dirinya jika dilanda rasa gugup ataupun rasa takut.
Sean yang tahu kegugupan gadisnya itu, lalu dengan tersenyum ke arah Dara, berusaha menenangkan kegugupan gadisnya. Dipegangnya tangan Dara dengan lembut. Bahkan, Dara tidak menolak ketika jemarinya megenggam tangan Dara.
Ditariknya dengan lembut tangan Dara. Dara hanya diam dan tersenyum kikuk.
"Mom, Dad, kenalkan ini calon istriku." Ujar Sean. Sambil memeluk possesive pinggang Dara.
"Salam kenal om dan tante. Saya Dara." Kata Dara memperkenalkan dirinya.
"Salam kenal juga Dara. Saya Lexa. Dan disamping saya ini Elden, suamiku."
Dara tersenyum menanggapinya. Sedangkan Elden, ayah Sean hanya menatapnya datar. Sungguh, Dara ingin tepuk tangan sekarang, jadi wajah tampan Sean keturunan gen dari Elden Crishtian. Wajah datarnya bahkan aura intimidasi serta aura dominant, Sean dapatkan dari Ayahnya.
***
Yang mau ngobrol dengan Visual My Possesive Husband atau ingin memberi pesan/nasehat untuk Sean, Dara, Nick, dll kalian bisa follow Instagram aku ya 😊
Dan yang mau tau spoiler semua karyaku untuk next chapter bisa follow instagram aku juga 😊
instagram: @fullandari
Kalian bisa tau info tentang Update semua karyaku, bisa memberi kritik atau saran lewat DM atau QNA, bisa ngobrol bersama pemain My Possesive Husband dan menambah teman disana 😊
__ADS_1
Aku tunggu notif dari kalian ya 😊 Terimakasih teman-teman.. ❤