My Possesive Husband

My Possesive Husband
122. SADAR


__ADS_3

Jangan lupa vote dan sarannya yaa.. Karna saran dan masukkan dari kalian itu penting.. πŸ™‚πŸ˜Š


Silahkan tinggalkan jejak dengan menekan tombol like dibawah agar aku lebih semangat update cerita ini..


Terimakasih sudah membaca ceritaku πŸ€—


dan jangan lupa beri bintang 5 ya 😚


Jangan lupa baca cerita aku yang lainnya. kisah nyata πŸ€—


Happy Reading


***


Dengan langkahnya yang tegas Nick mulai berjalan mendekati Rara. Aura dingin dan mencekam sangat terasa.


"Ra, kekasihmu sungguh keterlaluan. Sepertinya kau perlu ku hukum agar kekasihmu tau bagaimana rasanya seperti yang Dara rasakan sekarang." Kata Nick dengan menyeringai licik.


Tubuh Rara mematung mendengarnya. "Apa maksudmu Nick? Derrick tidak melakukan kesalahan apapun. Aku juga tidak melakukan kesalahan apapun! Tapi kenapa kau malah melakukan hal seperti ini padaku?!" Bentak Rara dengan buliran kristal yang mulai membasahi kedua bola matanya yang indah. Sungguh, berhadapan dengan manusia seperti Nick membuat dirinya ketakutan.


Sebuah smirk tersungging dibibir Nick. Ada rasa kebahagiaan tersendiri jika Nick melihat Rara menangis seperti ini.


"Kau ingin tau kesalahan mu Ra?" Ujar Nick dengan mengangkat dagu Rara agar menatapnya. "Kesalahanmu adalah kau menjadi kekasih orang dibalik pembantaian keluarga Dara, sahabatmu sendiri." Kata Nick dengan suaranya yang dingin. Lalu, sebuah senyuman remeh tersungging disana.


Rara yang mendengar perkataan Nick langsung terkejut. Kedua bola matanya membulat nyaris sempurna. "A--pa?" Bahkan suaranya terbata-bata karena keterkejutannya.Tidak mungkinkan kalau Derrick yang melakukannya?! Tidak mungkin! Derrick adalah laki-laki yang baik. Tidak mungkin melakukan hal itu!!


Nick menatap wajah Rara yang terkejut dengan remeh. Setelah itu, dengan kasar Nick langsung menndorong tubuh mungil itu ke sofa hingga kepalanya terbentur pinggiran sofa yang sedikit keras.


"Aau--" Ringis Rara. "


"Iya. Kekasihmu yang bernama Derrick itulah yang menjadi dalang dibalik pembantaian keluarga Dara, perempuan yang aku cintai." Kata Nick dengan mmebuka beberapa kancing bajunya.


"Jangan bicara oming kosong! Derrick tidak mungkin melakukan itu! Dasar brengsek!" Umpat Rarar dengan kasar. Rara tidak terima jika dirinya diperlakukan seperti ini terus.


Dengan kasar Nick langsung menindih tubhh mungil itu dengan tubuhnya.


Dengan sekuat tenaga Rara berusaha mendorong tubuh tegap dan kekar itu. "Dasar gila! Menyingkir dari tubuhku!" Umpat Rara dengan buliran kristal yang membasahi kedua bola mata cantiknya.


"Dalam mimpi mu hanny."


Tanpa menperdulikan umpatan dan perlawanan dari Rara, Nick langsung menghisap dan menggigit leher mulus itu. Meninggalkan tanda kepemilikan disana. Sungguh, Nick bersumpah! Tubuh Rara benar-benar membuatnya candu. Ingin melakukannya lagi dan lagi. Bukan karena cinta dan sayang, tapi Nick seakan dubuat mabuk kepayang dengan tubuh mungil itu. Berbeda dengan wanita malam yang selalu ia tiduri sebelumnya. Rara benar-benar sangat nikmat untuk ia nikmati.


Rara menangis histeris ketika lagi dan lagi Nick mulai melecehkan tubuhnya. Merobek pakaiannya bagaikan tiada hari esok.


"Hiks! Aku benci padamu Nick! Aku benci!"


πŸŒ’πŸŒ’πŸŒ’

__ADS_1


Sean dengan setia menemani istri tercintanya. Kedua bola matanya seakan tidak pernah bosan untum menatap wajah cantik istrinya.


"Aku merindukan mu sayang. Apa kamu tidak merindukan aku?" Ujar Sean dengan megenggam erat salah satu tangan mungil istrinya.


Lexa menatap sendu punggung lebar enaknya. "Mommy akan pulang dulu hari ini." Kata Lexa dengan mengemasi beberapa barangnya.


Lantas, Sean menoleh dan melihat apa yang Lexa lakukan. "Iya mom. Maaf sudah merepotkan Mommy." Ujar Sean.


"Tidak apa sayang. Mommy tidak merasa direpotkan sama sekali." Jawab Lexa dengan tersenyum.


Sean langsung bangkit dan berjalan menghampiri Mommynya. Dipeluknya dengan sayang tubuh mungil Mommynya. "Sean aayang Mommy." Ujar Sean dengan mengecup singkat pipi Lexa.


Lexa tersenyum mendengarnya. "Mommy juga sangat menyayangi Sean."


"Ekhem." Elden berdehem pelan ketika merasa terabaikan. "Ingat Sean, Mommy mu itu punya Daddy." Ucap Elden dengan tenang namun tersurat nada ancaman disana.


Sean tersenyum mendengarnya. "Yes Dad. Mommy punya Daddy."


"Daddy mu memang tidak pernah berubah sayang." Kata Lexa dengan memutar kedua bola matanya malas. Elden memang sedari dulu tidak pernah berubah. Sejak duduk dubangku Senior Hight School hingga sekarang Elden benar-benar possesive akan dirinya.


"Mommy pulang dulu. Nanti malam Mommy akan kesini lagi." Pamit Lexa dengan mengusap pelan wajah anaknya. Tidak terasa, sekarang anaknya telah tumbuh menjadi anak laki-laki yang tampan dan sudah beristri.


"Iya mom. Hati-hati."


Lexa tersenyum lalu berjalan keluar meninggalkan ruangan dengan Elden yang berjalan dibelakangnya.


"Iya Dad."


Lalu, Elden berjalan meninggalkan ruangan dengan membawa beberapa barang dikedua tangannya.


Lihat, Elden terlihat berbeda jika bersama istri dan anaknya. Elden yang dikenal sebagai psycopath berubah menjadi figur ayah dan suami yang baik dikeluarganya.


Sean menghela nafasnya pelan.


"Lihat sayang, apa kamu tidak merindukan Mommy dan Daddy? Bahkan mereka juga sangat merindukanmu. Mengkhawatirkan keadaanmu juga." Kata Sean mengajak istrinya mengobrol meskipun hanya kebisuan yang menjawabnya. Namun, hal itu tidak membuatnya sedih. Demi apapun Sean akan melakukan apapun untuk istr tercintanya.


Setelah itu Sean kembali duduk di kursi disamping tempat tidur istrinya.


Rasa rindu membuncah dihatinya. Sean merindukan kedua bola mata istrinya. Merindukan sapaan lembut dan candaan istrinya. Merindukan apapun yang ada didalam istrinya.


Ceklek


Pintu ruangan terbuka.


Tap


Tap

__ADS_1


Tap


Hawa dingin dan mencekam mulai terasa diruangan itu.


Sean langsung menoleh untuk melihat siapa yang datang.


Dan terlihatlah tubuh tegap dan berotot yang sedang berdiri disana dengan membawa sebuah bunga ditangan kanannya.


Sean langsung berdiri dan menatap wajah itu.


Garvin Crishtian.


"Maaf aku baru bisa menjenguk istrimu hari ini. Ada beberapa urusan penting yang harus aku urus."


Sean menyeringai tipis. "Iya. Tidak apa-apa."


"Se--an."


Sean yang namanya dipanggil langsung menoleh.


Betapa terkejutnya ketika Sean melihat tangan istrinya yang mulai bergerak pelan. Bibir pucatnya itu memanggil lirih namanya.


"Se--an." Lirih Dara pelan.


Dengan sigap Sean langsung megenggam jemari istrinya.


"Iya aku disini sayang." Jawab Sean dengan perasaan haru dan bahagia yang menyelimuti dirinya.


Penantiannya tidak sia-sia selama ini. Istrinya telah sadar dari komanya.


Namun, apa yang harus Sean katakan mengenai malaikat kecilnya?


***


Selamat Hari Raya Idul Adha teman-teman. Mohon maaf lahir dan Batin ya 🌝


Garvin Crishtian Sang Penguasa Bisnis Kegelapa Dunia 🌍 Kakak tiri dari Sean Crishtian 🀘



Jangan lupa spam komentar di part ini + Follow IG aku ya untuk next chapterπŸ€— Dan yang mau kenalan dengan Garvin, bisa follow IG aku juga πŸ€—πŸ’Ÿ Jangan lupa Screenshoot dan tag nama IG aku yaa. Akan aku repost satu persatu di Story IG akuπŸ€—


Dan yang mau tau spoiler semua karyaku untuk next chapter bisa follow instagram aku juga 😊


instagram: @fullandari


Kalian bisa tau info tentang Update semua karyaku, bisa memberi kritik atau saran lewat DM atau QNA, bisa ngobrol bersama pemain My Possesive Husband dan menambah teman disana 😊

__ADS_1


Aku tunggu notif dari kalian ya 😊 Terimakasih teman-teman.. ❀


__ADS_2