My Possesive Husband

My Possesive Husband
176. STRATEGI 2


__ADS_3

Jangan lupa vote dan sarannya yaa.. Karna saran dan masukkan dari kalian itu penting.. 🙂😊


Silahkan tinggalkan jejak dengan menekan tombol like dibawah agar aku lebih semangat update cerita ini..


Terimakasih sudah membaca ceritaku 🤗


dan jangan lupa beri bintang 5, 4, 3 ya 😚


Jangan lupa baca cerita aku yang lainnya. kisah nyata 🤗


Happy Reading


***


Nick mengangkat kedua tangannya. Tanda meminta maaf. "Santai bung. Kenapa kau sekarang kau mudah marah Darren? Apakah kau sedang PMS sekarang?" Ujar Nick dengan santainya.


Darren yang mendengar perkataan Nick tadi langsung mengeluarkan pistol kesayangannya dan menodongkan ke arah kepala Nick. Pistol yang dibawa oleh Darren di juluki sebagai Gun Of The God Of Death. Pistol itu merupakan pistol kesayangan Darren yang telah membunuh puluhan targetnya.


Pistol tersebut berjenis Senapan Holland & Holland Royal Deluxe. Pistol itu merupakan salah satu senjata termahal di dunia karena diburu para kolektor diseluruh dunia dengan harga 2,9 Miliar. Harga sangat fantastis bukan? Tapi jangan remehkan kualitas yang dimiliki pistol tersebut. Karena pistol tersebut memiliki keakuratan tembakan yang sangat tepat. Hal itu sangat cocok untuk Darren yang merupakan seorang snipper. Jadi, jangan heran jika Darren dan para kolektor senapan yang lain bahkan rela mengantri dengan masa tunggu 2 sampai 3 tahun antara pemesanan dan pengiriman untuk memiliki pistol tersebut. Harga sangat fantastis namun bukan apa-apa bagi Darren. Itu hanyalah sebagai kecil dadi uangnya.


"Ohoo!" Jerit Damian dengan mengangkat kedua tangannya. "Santai Darren. Nick tadi hanya asal berbicara. Kau tau bukan jika Nick memang seperti itu. Nick memang tidak pernah bisa mengontrol bicaranya." Jelas Damian berusaha menenangkan Darren.


Sean yang mengerti akan suasana tegang yang sedang terjadi langsung menepuk pelan bahu Darren. "Jika kau emosi maka masalah tidak akan cepat selesai. Jika musuh kita melihat salah satu anggota Geng Mafia Crowned Eagle menodongkan pistol ke arah sahabatnya sendiri maka mereka akan sangat puas dan merasa menang dengan apa yang telah terjadi." Kata Sean dengan menatap kea arah wajah Darren. "Ingat Darren, penderitaan kita akan menjadi sumber kebahagiaan untuk musuh kita. Pertengkaran atau permusuhan sesama anggota Mafia Crowned Eagle akan menjadi celah untuk mereka agar bisa meruntuhkan persahabatan kita. Aku tau kau pasti ingat dengan perkataan ku ini." Tambahnya dengan tersenyum tipis.

__ADS_1


Darren menghembuskan nafasnya kasar. Setelah itu Darren memasukkan kembali pistol kesayangannya itu kedalam saku jas miliknya. Membuat Nick dan Damian bernafas dengan lega. Mereka merasa lega setelah melihat Darren yang mulai tenang. Setelah itu mereka berduaa langsung melakukan tos bersama dengan ceria. Hal itu membuat Sean menggelengkan kelalanya pelan. Tidak habis pikir dengan apa yang mereka lakukan.


"Baiklah. Apa kita akan bergerak sekarang?" Kata Nick dengan membuka beberapa kancing bajunya. Rasanya sungguh gerah sekali gara-gara melakukan tos ceria dengan Damian. (Author: Nick tolong, akhlak mu ketinggalan ya? Disini banyak kaum hawa yang ngeces kalau liat kamu kayak gini Nick😨)


"Bukankah lebih cepat lebih baik?" Sahut Damian dengan seringai tipis yang menakutkan. Sudah lama Damian tidak menunjukkan sosok aslinya.


"Tapi bukankah lebih baik lagi jika kita melakukannya dengan matang?" Kini Darren yang mulai bersuara lagi.


Sean menyeringai tipis. "Bagaimana jika kita langsung membantai habis mereka?" Ujar Sean yang mulai menyuarakan pendapatnya.


Nick menggeleng tidak setuju. Lalu tidak lama kemudian sebuah smirk menakutkan tersungging di bibirnya. "Kita siksa dulu mereka hingga mereka ingin mati dengan sendirinya."


"Rasanya aku ingin mendengarkan suara rintihan mereka ketika meminta ampun. Apalagi jeritan itu. Aku jadi tidak sabar mendengarnya." Kata Damian dengan membayangkannya. Otaknya sekarang terisi dengan berbagai macam siksaan yang akan ia lakukan ke keluarga Raya. Meskipun itu urusan pribadi Sean, tapi tetap saja Damian ingin ikut andil di dalamnya.


"Baiklah apa kita berangkat sekarang?" Sela Damian dengan bangkit dari duduknya.


Darren langsung bangkit dari duduknya dengan salah satu tangannya ia masukkan ke dalam saku celananya.


Setelah itu Sean dan Nick berdiri secara bersamaan.


"Kita lakukan sekarang. Mari kita pergi kerumah keluarga Raya. Aku jadi tidak sabar melihat ekspresi mereka ketika mendapatkan tamu yang tidak undang." Ujar Sean dengan nada yang terdengar dingin.


***

__ADS_1



Jangan lupa follow instagram mereka ya 🤘


@eldencrishtian


@lexacrishtian


@garvincrishtian


@seancrishtian


@daracrishtian


@kenzocrishtian


@crownedeagle_03


Dan yang mau tau spoiler semua karyaku untuk next chapter bisa follow instagram aku juga 😊


instagram: @fullandari


Kalian bisa tau info tentang Update semua karyaku, bisa memberi kritik atau saran lewat DM atau QNA, bisa ngobrol bersama pemain My Possesive Husband dan menambah teman disana 😊

__ADS_1


Aku tunggu notif dari kalian ya 😊 Terimakasih teman-teman.. ❤


__ADS_2