
Jam telah menunjukkan pukul sembilan kurang limat menit. Namun hal itu tidak membuat Sean terburu-buru. Kecepatan mobil yang ia kendarai masih tetap konsisten. Jalanan terlihat lenggang. Hanya ada beberapa mobil yang berlalu lalang. Kepalanya yang terasa lelah ia sandarkan ke kaca mobil. Kedua bola matanya yang tajam melihat pemandangan di luar.
Terlihat kemerlap cahaya yang memanjakan mata. Kota London dengan segala keindahannya membuat Sean sedikit betah untuk memandanginya. Untungnya ada Xander yang menjadi supir sekaligus tangan kanannya. Jadi Sean tidak perlu repot-repot untuk menyetir malam ini.
__ADS_1
Lalu, tidak berselang beberapa menit kemudian akhirnya Sean telah sampai di markas. Tubuhnya ia tegakkan kembali. Raut lelah sudah tergantikan dengan wajah nya yang datar. Kedua bola matanya lagi-lagi menatap tajam. Bagaikan orang yang siap membunuh musuhnya. "Kau tunggu disini. Jangan kemana-mana. Awasi tempat ini. Jika ada yang mencurigakan, kau bisa menghubungiku." Titah Sean ke Xander.
"Baik tuan." Jawab Xander dengan sopan.
__ADS_1
📌 BACA CHAPTER LENGKAP DI NOVEL MY POSSESIVE MAFIA
📌 JANGAN LUPA BERI TANDA LOVE DI NOVEL MY POSSESIVE MAFIA
__ADS_1
📌 INGIN MENDAPATKAN UANG 1JT? SILAHKAN MENJADI PEMBACA SETIA DI SEMUA NOVEL AUTHOR
TERIMAKASIH 💜
__ADS_1