
Jangan lupa vote dan sarannya yaa.. Karna saran dan masukkan dari kalian itu penting.. 🙂😊
Silahkan tinggalkan jejak dengan menekan tombol like dibawah agar aku lebih semangat update cerita ini..
Terimakasih sudah membaca ceritaku 🤗
dan jangan lupa beri bintang 5, 4, 3 ya 😚
Jangan lupa baca cerita aku yang lainnya. kisah nyata 🤗
Happy Reading
***
Disebuah ruangan dengan cahaya yang redup, terlihat empat pria tampan sedang berkumpul. Mereka adalah Sean Crishtian, Nick Albert, Damian Almo dan Darren Kendrick.
Mereka terlihat serius dalam membahas sesuatu.
"Bagaimana Nick, apa yang dilakukan Derrick sekarang? Apakah dia ada pergerakan?" Ujar Sean dengan duduk tegap di kursi kebesarannya. Jam telah menunjukkan pukul 1 dini hari. Sudah hampir satu jam mereka melakukan rapat.
Nick menggeleng. "Dia terlihat santai dan percaya padaku. Dia juga tidak melakukan pergerakan yang mencurigakan sama sekali. Lebih cenderung santai dan fokus dengan apa yang ia lakukan sekarang." Jawab Nick dengan mengetuk-ngetuk pelan mejanya. "Termasuk kekasihnya, Derrick tidak mencari informasi tentang Rara. Dia teralalu bodoh." Lanjut Nick dalam hati.
"Menurutku ini terlalu mencurigakan." Sela Darren tiba-tiba dengan menatap wajah ke tiga sahabatnya satu-persatu.
"Apa maksudmu Darren?" Kini Damian mulai berbicara. Padahal sedari tadi Damian sibuk dengan ponsel yang ia pegang. Sepertinya istri kesayangan Damian sudah tertidur. Mungkin. Yaps, Damian memang terlalu bucin jika menyangkut istri kesayanganya.
__ADS_1
"Derrick adalah dalang dari pembantaian keluarga Dara. Bahkan Derrick bisa menyembunyikan pembantaian keluarga itu dengan sangat apik. Dan satu hal lagi, kenapa dari keluarga besar Dara tidak ada yang membantu Dara sedikitpun? Bahkan mereka seolah-olah menutup mata dan mulut mereka dengan apa yang telah terjadi. Kejadian ini sudah beralalu hampir satu tahun. Tapi kemana perginya mereka selama ini? Kenapa mereka tidak mencari Dara atau bahkan mereka tidak ada usaha untuk menghubungi Dara. Menanyakan kabar Dara saja tidak ada sama sekali. Apakah ini semua tidak mencurigakan?"
"Benar apa yang dikatakan Darren. Kenapa dari keluarga besar Dara tidak ada melakukan pergerakan sedikitpun?" Ujar Nick menanggapi perkataan Darren.
Sean mulai berfikir. Memang benar apa yang dikatakan Darren tadi. Sedari awal Sean sudah memikirkannya. Namun, karena terlalu sibuk dengan kegiatannya serta dengan apa yang telah ia lewati selama ini membuat Sean lupa akan hal tersebut.
"Lalu apa yang akan kita lakukan sekarang?" Tanya Damian dengan memasukkan ponsel miliknya kedalam saku jas miliknya. Ingatkan Damian jika nanti saat pulang harus video call dengan istrinya lagi. Istrinya benar-benar possesive padanya. Tapi anehnya Damian sangat menyukai jika istri kecilnya bertingkah possesive seperti itu.
"Sepertinya kita harus memperlebar pengawasan kita. Tidak hanya Derrick yang patut kita awasi. Tapi juga keluarga besar Dara." Ucap Sean dengan menatap tajam lurus kedepan. Tangannya mengepal kuat ketika memikirkan keluarga Dara.
Nick dan Darren mengangguk, mengerti. Akan tetapi berbeda dengan Damian. Kening Damian berkerut, heran. "Bukankah Dara itu adalah anak tunggal? Lalu siapa yang harus kita awasi? Bukankah keluarga Dara telah habis di bantai oleh Derrick?"
Oke. Selain di juluki mafia paling bucin, Damian juga di juluki sebagai anggota mafia paling lola di antara yang lain. Ingatkan Darren jika Damian adalah sahabatnya. Jika Damian bukan sahabatnya, mungkin sekarang Damian akan habis ditangan Darren. Ingat, Darren bukanlah tipe orang yang sabar dalam menghadapi seseorang.
"Jadi yang dimaksud dengan keluarga Dara adalah saudara Dara yang merupakan bagian dari keluarga Dara. Bisa jadi saudara dari ayahnya atau ibunya. Kita harus mengawasi gerak-gerik mereka. Jika salah satu dari mereka mencurigakan, kemungkinan besar merekalah yang akan kita targetkan sebagai salah satu lawan kita."Jelas Nick dengan menatap datar ke arah Damian. Sabar Nick, sabar..
Damian mendengarkan penjelasan Nick dengan serius. Bagaikan anak kecil yang duduk di bangku sekolah dasar yang sedang mendengarkan penjelasan dari gurunya. Hal itu membuat Nick ingin sekali melempar gelas minuman ke wajah Damian. Terlihat menjengkelkan tapi Damian adalah sahabatnya. Alhasil, Nick hanya bisa memendam kekesalannya tanpa bisa mengepresikannya secara langsung. "Apa sekarang kau mengerti mafia bucin?" Ujar Nick dengan sarkas.
"Mulai lagi." Kata Darren dalam hati. Darren yakin jika sebentar lagi akan ada perdebatan sepele antara Damian dengan Nick.
Damian langsung menatap nyalang wajah Nick. "Aku bukan mafia bucin Nick." Ucap Damian dengan menatap wajah dingin wajah Nick.
Aura dingin dan peperangan mulai terasa. Oke. Sepertinya akan ada sesuatu hal menarik yang akan terjadi. Sebagai penonton setia yang tidak banyak bicara, Sean dengan setia menatap Nick dan Damian. Bagaikan menonton film perdebatan suami-istri. Sedangkan Darren dengan santainya menyesap minumannya dengan melihat jam tangan yang melingkar dipergelangan tangan kirinya.
"Kau memang anggota mafia terbucin di antara kami Damian. Lebih baik kau mengakuinya. Kau bahkan tidak bisa tidur jika tidak dinyanyikan lagu pengantar tidur oleh istrimu." Balas Nick dengan santainya. Menatap wajah Damian dengan menaik turunkan alisnya.
__ADS_1
Oke. Kenapa bisa sahabatnya itu mengetahui kebiasaanya?
"Dasar playboy akut! Aku sumpahin kau akan menjadi mafia lebih bucin daripada aku. Aku sumpahin kau lebih possesive daripada Sean ke istrinya." Ujar Damian dengan menekan setiap perkataanya.
Sean yang merasa namanya di sangkut-pautkan langsung menatap tidak terima ke arah Damian. "Kenapa aku kau sangkut-pautkan dengan perdebatan kalian?" Ucap Sean dengan tidak terima.
Berbeda dengan Darren. Darren hanya menatap datar tanpa ekspresi ke arah wajah ketiga sahabatnya.
"Kau memang possesive terhadap istrimu Sean." Timpal Nick yang menyetujui perkataan Damian tadi. Dan bodohnya Damian menyetujui perkataan Nick. Sekarang Nick dan Damian terlihat bekerjasama untuk membully Sean yang sendirian. Sedangkan Sean menatap Darren dengan pandangan meminta tolong. Sedangkan Darren hanya menatap acuh ke arah Sean. Darren mana mau membantunya jika masalah sepele seperti ini.
Lalu, Darren memutar kedua bola matanya malas ketika mendengar perdebetan receh dan unfaedah ketiga sahabatnya.
Brak
Dengan kasar Darren menggebrak meja di depannya dengan keras. Sontak saja hal tersebut membuat Sean, Damian dan Nick terlonjak kaget dengan menatap nyalang ke arah Darren.
"Apa kita akan menghabiskan waktu kita hanya untuk berdebat sesuatu hal yang tidak berguna?" Ujar Darren dengan dingin. Aura intimiadasi memenuhi sepenjuru ruangan. Membuat Sean, Nick dan Damian menghela nafasnya, mengalah.
***
Sebelumnya terimakasih banyak atas support kalian. Atas saran dan dukungan kalian. Terimakasih banyak. Maaf tidak bisa aku balas satu-satu komentar kalian. Tapi komentar kalian aku baca semua. Aku cermati baik-baik. Salam kenal semuanya. Dan semoga doa baik yang kalian ucapkan buat aku bisa kembali ke kalian 💛 Jaga kesehatan ya. Semoga kita bisa meet secara langsung. Bisa ngobrol satu sama lain 😊
TTD
Nur Eva Fullandari
__ADS_1