
Jangan lupa vote dan sarannya yaa.. Karna saran dan masukkan dari kalian itu penting.. 🙂😊
Silahkan tinggalkan jejak dengan menekan tombol like dibawah agar aku lebih semangat update cerita ini..
Terimakasih sudah membaca ceritaku 🤗
dan jangan lupa beri bintang 5 ya 😚
Jangan lupa baca cerita aku yang lainnya. kisah nyata 🤗
Happy Reading
***
Pagi telah menjelang. Matahari telah terbit di ufuk timur. Burung-burung berkicau menyambut datangnya pagi. Perlahan kedua bola mata cantiknya terbuka, berusaha menyesuaikan cahaya yang berada dalam ruangan.
"Ssth.." Rintihnya pelan ketika Dara berusaha bangun dari tidurnya. Disandarkan tubuhnya ke ranjang. Kedua bola matanya menatap sekelilingnya. Bukankah ini kamar miliknya? Tapi kenapa bisa--?
Memori ingatannya tentang tragedi semalam langsung berputar begitu saja di otaknya.
"Karena kedua kakimu, kau malah lari dariku. Mungkin dengan mematahkan salah satu kakimu maka kamu tidak akan bisa lari dariku."
Dara menggeleng takut. "Jangan Sean." Lirihnya pelan.
Namun seakan tuli, Sean langsung mengerahkan tongkat kayunya ke arah salah satu kaki istrinya dan dipukulnya dengan kuat.
"AAARGHHH" Jeritan kesakitan langsung keluar dari bibir mungil itu.
Setelah itu dirinya jatuh tak sadarkan diri.
"Kaki!"
Dara menyibak selimutnya dengan kasar. Terlihatlah salah satu kakinya, memakai sebuah gips. Badannya membungkuk, berusaha memegang salah satu kakinya itu.
"Kakinya tidak diaputasi kan? Dirinya tidak lumpuhkan? Madih bisa berjalankan?" Ujar Dara dalam hati. Lalu, apa kabar dengan pak sopir itu?
"Hiks!" Isaknya pelan. Dara masih mengingat dengan jelas jika pak sopir itu telah tiada. Lalu, bagaimana dengan keluarganya? "Hiks!" Isaknya semakin kencang.
__ADS_1
Ceklek
Pintu kamar terbuka. Pandangannya langsung beralih ke arah pintu kamar. Diusapnya dengan kasar kedua bola matanya yang telah berair. Berusaha tampak tegar dihadapan sang suami. Lalu, pandangannya langsung beralih kearah pintu kamar. Disana laki-laki yang sangat ia benci sedang berdiri dengan angkuhnya. Salah satu tangannya di masukkan kedalam saku celananya. Ditatapnya dengan penuh kebencian dan kebisuan laki-laki itu.
Sedangkan Sean berjalan mendekat ke arah almari miliknya. Mengabaikan tatapan penuh kebencian yang ditujukan padanya. Lebih memilih untuk mengambil sesuatu yang ia butuhkan.
Sedangkan Dara sibuk dengan pikirannya.
Sean tersenyum dan berjalan mendekati tempat tidur istrinya.
"Aku akan pergi sebentar. Aku ada rapat penting diperusahaan. Kau jangan pergi kemana-kemana. Keadaanmu masih belum stabil. Dan jangan lupa makan sarapanmu dan minum obatmu. Nanti akan ada satu maid yang datang kesini untuk mengurus semua kebutuhanmu." Kata Sean dengan lembut. Dikecupnya dengan sayang kening itu. "Maafkan aku." Ucapnya pelan.
Dara terdiam dengan apa yang dilakukan oleh Sean secara tiba-tiba. Bukankah semalam Sean terlihat serperti iblis yang tak punya hati?
Diusapnya dengan sayang puncak kepala istrinya. "Aku pergi dulu."
Sean berjalan meninggalkan istrinya sendirian didalam kamarnya. Sebenarnya Sean ingin menemani istrinya hari ini, tapi karena ada rapat penting yang harus ia hadiri bersama ayahnya, Elden serta ada pertemuan penting dengan Darren, maka dia harus hadir. Lagipula ini untuk kebaikan istrinya.
Pintu tertutup.
Dara terdiam ditempat tidurnya. Liya? Iya Liya. Dara harus bertemu Liya. Tapi, sekarang kakinya sedang terluka. Dara tidak mungkin bisa berjalan sekarang.
Ceklek
Pintu kamar terbuka. Disana ada maid yang baru ia lihat. Maid paruh baya yang umurnya sekitar 50 tahun.
Pandangamnya menatap fokus dengan apa yang dilakukan oleh maid itu. Mulai dari mengambilkan pakaian untuknya. Meletakkan makanannya, serta merapikan kamarnya.
Dara yang tidak tahan dengan keheningan lantas memilih membuka obrolan terlebih dahulu.
"Liya kemana?" Tanya Dara.
Maid paruh baya itu menatap istri dari tuannya. Tadi sebelum tuannya pergi, tuannya berpesan padanya untuk tidak mengatakan sepatah kata apapun tentang Liya.
"Saya tidak tau nona. Saya hanya orang baru disini." Jawab maid itu dengan sopan.
Dara mengernyit heran ketika mendengar jawaban dari maid paruh baya itu. "Kenapa kau bisa tidak tau? Bukankah Liya kepala pelayan disini? Kau orang baru bukan?"
__ADS_1
Maid oaruh baya itu mengangguk. "Iya nona, saya orang baru. Perkenalkan nama saya Afi. Saya kepala pelayan baru disini." Ujar Afi dengan sopan.
Dara semakin merasa heran. Tak mengerti. "Kau kepala pelayan barus disini? Lalu Liya kemana?" Tanya Dara pada dirinya sendiri.
Afi tak berniat untuk menjawabnya. Dengan mendorong kursi roda baru, Afi berjalan mendekati Dara.
"Mari nona, saya bantu." Kata Afi dengan sopan.
Dara mengangguk. Tak berniat untuk menolaknya. Dara juga perlu mandi untuk menyegarkan tubuh dan pikirannya. Terlalu banyak yang ia fikirkan sekarang.
Setelah Dara sudah duduk dikursi roda dengan bantuan Afi. Afi mendorong kursi roda itu untuk masuk kedalam kamar mandi. Dengan bantuan Afi, Dara menyeka tubuhnya dengan menggunakan air hangat. Hingga kurang lebih 30 menit, sesi mandi selesai. Dara dibawa keluar kamar mandi dengan menggunakan kursi rodanya. Setelah itu dibantu lagi oleh Afi untuk menggunakan pakaiannya. Setelah semuanya selesai, Dara menatap Afi.
"Afi, Liya kemana?" Tanya Dara lagi. Berharap untuk mendapatkan sebuah jawaban. Akan tetapi, Afi hanya diam tanpa beniat menjawabnya. "Bisa kau panggilkan Liya untuk datang kekamarku?" Mohon Dara, tapi tak diubris oleh Afi.
"Saya permisi nona." Ujar Afi sopan dan berjalan Dara sendurian dikamar itu uang sedang duduk diam dikursi rodanya.
Ada perasaan aneh yang menggelayar hatinya. Ada perasaan tak nyaman ketika Dara melihat tatapan Afi padanya.
"Liya, kamu kemana?"
Selama 4 jam Dara diam berada didalam kamar. Dara benar-benar merasa suntuk dan bosan. Biasanya Liyalah yang datang menemaninya. Tapi, selama 4 jam ini, Dara tak melihat batang hidung Liya sama sekali. Perasaan rindu menyergap hatinya.
Liya kamu pergi kemana? Begitu banyak hal yang ingin aku bicarakan sekarang.
***
Selamat Hari Raya Idul Fitri yang ke 1441 H ya teman-teman ❤ Partnya segini dulu ya? Besok lanjut lagi. Kira-kira bagaimana respon Dara jika tau Liya telah tiada karena dibunuh Sean, suaminya? Tetap semangat ya 😉 Authornya mau hari raya dulu. Tetap jaga kesehatan dan kebersihan ya ❤
Bagaimana part ini? Mau lanjut? Jangan lupa beri rating/bintang 5 diceritaku My Possesive Husband, Psycpath Vs Cewek Galak dan Boys In The Dark.
Yang mau ngobrol dengan Visual My Possesive Husband atau ingin memberi pesan/nasehat untuk Sean, Dara, Nick, dll kalian bisa follow Instagram aku ya 😊
Dan yang mau tau spoiler semua karyaku untuk next chapter bisa follow instagram aku juga 😊
instagram: @fullandari
Kalian bisa tau info tentang Update semua karyaku, bisa memberi kritik atau saran lewat DM atau QNA, bisa ngobrol bersama pemain My Possesive Husband dan menambah teman disana 😊
__ADS_1
Aku tunggu notif dari kalian ya 😊 Terimakasih teman-teman.. ❤