
Jangan lupa vote dan sarannya yaa.. Karna saran dan masukkan dari kalian itu penting.. 🙂😊
Silahkan tinggalkan jejak dengan menekan tombol like dibawah agar aku lebih semangat update cerita ini..
Terimakasih sudah membaca ceritaku 🤗
dan jangan lupa beri bintang 5, 4, 3 ya 😚
Jangan lupa baca cerita aku yang lainnya. kisah nyata 🤗
Happy Reading
***
Nb: Wajib sambil dengerin lagu sedih!
Tit.. Tit.. Tit..
Bunyi alat pendeteksi jantung terdengar.
Disana terdapat sebuah monitor yang menampilkan sebuah grafis tentang kinerja organ tubuh seorang pria yang tengah berbaring lemah di atas ranjang rumah sakit. Monitor itu menampilkan sebuah grafis detak jantung milik sang pria.
Dengan langkahnya yang berat Dara memasuki ke dalam ruangan ICU. Disana, di atas tempat tidur rumah sakit dapat ia lihat suaminya tengah terbaring lemah dengan alat-alat yang menunjang kehidupannya.
Seperti Ventilator yang berfungsi sebagai alat yang membantu suaminya bernafas. Disana juga terdapat alat Defibrilator atau alat kejut jantung yang diperlukan untuk memulihkan detak jantung normal jika tiba-tiba detak jantung berhenti. Dan satu hal lagi, disana juga ada Infus yang berfungsi untuk memasukkan cairan, nutrisi, serta obat-obatan melalui pembuluh darah vena. Semuanya tertata begitu rapi dan bersih.
Kini Dara berdiri tepat di samping suaminya. Di tatapnya wajah tampan itu dengan tersenyum.
Bulu mata yang lentik, rahang yang tegas, hidung yang mancung serta tubuh tegap, berotot yang di miliki suaminya mampu membuat Dara tidak bisa berpaling.
Sean Crishtian, lelaki yang di juluki sebagai pembunuh berdarah dingin dengan segala sifat dingin dan tidak suka di bantah. Tidak hanya itu, Sean juga di kenal sebagai Sang Ketua Geng Mafia Crowned Eagle. Namun di balik sifat dinginnya terdapat sebuah sisi rapuh yang orang lain tidak ketahui.
Iya, Raya Beatrix. Perempuan yang menjadi sumber kesakitan dan kegilaan suaminya selama ini sebelum mengenal dirinya.
Dengan tangan yang gemetar Dara megenggam salah satu tangan suaminya yang bebas dari alat-alat rumah sakit.
"Hai Sean, apa kabar?" Ujar Dara dengan suara yang terdengar lirih. Lagi dan lagi air matanya jatuh membasahi kedua bola mata cantiknya. "Apa kamu tidak lelah tertidur terus?" Tanyanya lagi. Ekspresi wajahnya yang semula terlihat baik-baik saja kini berubah menjadi sendu. Guratan kesedihan terlihat jelas dari wajahnya. "Kamu tau? Aku disini menunggu mu. Bukankah kamu berjanji padaku jika kamu akan menemani ku jika anak kita lahir? Jangan bilang jika kamu melupakannya hubby." Dara tertawa renyah. Tawa yang menyimpan banyak sebuah kesedihan. "Padahal aku sudah bilang padamu Sean jika kamu mengingkari janjinya maka aku akan marah padamu." Ekspresi Dara langsung berubah galak. Seakan-akan suaminya kini tengah menatapnya dengan pandangan memohon. Jika membayangkannya, tiba-tiba Dara teringat ketika suaminya yang selalu manja dan bertingkah seperti anak kecil di masa kehamilannya. Dipandanginya wajah tampan yang terlihat pucat itu. Dan lihat? Bahkan kedua bola mata Sean masih setia terpejam. "Faktanya sekarang aku tidak bisa marah pada mu Sean." Suaranya terdengar bergetar. "Hiks! Aku mohon.. sadarlah!" Jeritnya frustasi. Isakan tangis mulai terdengar. Dinding kokoh yang selama ini ia bangun runtuh begitu saja dihadapan laki-laki yang ia cintai. "Apa kamu tidak rindu aku Sean? Apa kamu tidak ingin menepati janji kamu? Bukankah kamu sendiri yang bilang jika kamu akan menemani ku bersalin ketika aku melahirkan nanti. Kamu akan menuruti apapun yang aku minta. Lalu apa sekarang? Apa?!" Tangisnya pecah. Tangan yang selama ini selalu memberinya kehangatan ia genggam begitu erat. Seakan-akan tidak ingin dipisahkan. "Please, aku mohon tetaplah bersama ku. Apa kamu tidak ingat dengan janji kamu yang bilang aku Sean Crishtian, berjanji pada istriku Andara Claire Crishtian, bahwa aku tidak akan pernah meninggalkan istriku apapun yang terjadi." Tubuhnya langsung bersimpuh. Isakan tangisan terdengar pilu. "Hiks! Hiks! Aku ingin sama kamu. Aku ingin sama kamu. Apapun yang terjadi aku ingin sama kamu. Kemanapun kamu pergi aku ingin ikut sama kamu." Ujarnya disela tangisannya. Tubuhnya bergetar kuat. Kedua matanya sembab dengan hidung yang memerah.
Lalu, dengan tubuh yang bergetar hebat Dara berdiri.
Dapat terlihat jelas jika kini suaminya menangis. Air matanya menetes walaupun kedua matanya terpejam.
__ADS_1
Jantungnya berdetak dua kali lipat. Kepalanya menggeleng pelan.Dengan tangan yang gemetar Dara mengusap air mata itu.
Didekatkan wajahnya ke telinga suaminya. Bau wangi khas suaminya masih ia rasakan. "Pergilah jika kamu ingin pergi Sean. Pergilah jika kamu merasakan sakit."
Tit.. Tit.. Tit..
Monitor yang menampakan sistem kerja jantung suaminya terdengar nyaring. Grafis yang semula terlihat kini berubah menjadi garis lurus. Bunyi nyaring terdengar. Kedua kakinya melemas.
Suaminya telah pergi meninggalkannya. Laki-laki yang ia cintai pergi meninggalkannya selamanya.
Dikecupnya kening suaminya dengan lembut. Kedua mata Dara terpejam dengan air mata yang terus mengalir dari kedua bola matanya.
Lalu kecupan itu beralih ke bibir pucat suaminya. Hatinya terasa remuk. Namun ia masih berusaha kuat.
Cup
Diciumnya bibir pucat suaminya.
Buliran kristal jatuh membasahi pipinya hingga menetes di wajah suaminya.
"Jika cinta tidak bisa mengembalikan mu pada ku di dalam kehidupanku ini. Maka aku sangatlah yakin, pasti cinta akan menyatukan kita di kehidupan kita yang selanjutnya."
"Bila aku harus menjalani hari-hariku tanpa mu, maka sama saja dengan aku berjalan di atas ribuan duri dan paku yang sangat tajam. Karena bagiku, semuanya tak berarti tanpa cinta mu."
"Sean! Hiks! Jangan pergi!!" Jeritnya pilu. Nick yang melihat itu hatinya terasa remuk redam. Dipeluknya tubuh perempuan yang ia cintai.
"Please don't cry. I am here." Bisik Nick di telinga Dara.
Deg
Deg
Deg
"Hah. Hah. Hah." Deru nafasnya terdengar tidak beraturan dengan dahi yang berkeringat. Kedua bola matanya terbuka paksa. Dara baru saja terbangun dari tidurnya akibat obat bius. "Itu mimpikan?" Lirihnya pelan.
Lalu, Dara berusaha bangun dari tidurnya. Lexa yang baru saja tiba dari toilet segera menghampiri menantunya. "Bagaimana keadaan mu? Tunggu sebentar, aku akan menghubungi dokter." Ujar Lexa dengan memencet sebuah tombol yang tersedia.
"Mom, bagaimana keadaan Sean?" Tanya Dara dengan menatap wajah Lexa. Ada perasaan takut ketika menanyakannya.
Lexa tersenyum. "Keadaannya mulai membaik. Tadi dini hari Sean telah melakukan operasi. Untungnya itu samua berjalan dengan lancar." Jawab Lexa menanggapi pertanyaan menantunya. "Jadi Dara juga harus sembuh." Tambahnya lagi.
__ADS_1
"Mom, Mommy tidak bercanda kan?" Tanyanya mencoba memastikan. Lexa mengangguk lagi.
Pintu ruangan terbuka. Disana ada satu dokter yang masuk kedalam ruangan dengan satu perawat.
"Permisi, saya akan memeriksa keadaannya nyonya." Ujar sang Dokter yang di angguki Lexa.
Lantas Dara langsung diperiksa. Mulai dari tekanan darahnya hingga kedua bola matanya.
"Baiklah. Nona Dara hanya perlu beristirahat. Konsumsi buah-buahan dan minum susu yang teratur. Mungkin dalam 2 atau 3 hari kedepan nona Dara bisa pulang." Kata sang Dokter menjelaskan.
"Terimakasih dok." Jawab Dara.
Dara bernafas lega. Setidaknya kepergiaan suaminya itu hanyalah mimpi.
***
Jangan lupa follow instagram mereka ya 🤘
@eldencrishtian
@lexacrishtian
@garvincrishtian
@seancrishtian
@daracrishtian
@kenzocrishtian
@crownedeagle_03
@nickalbertreal
@raraagathareal
Dan yang mau tau spoiler semua karyaku untuk next chapter bisa follow instagram aku juga 😊
instagram: @fullandari
Kalian bisa tau info tentang Update semua karyaku, bisa memberi kritik atau saran lewat DM atau QnA, bisa ngobrol bersama pemain My Possesive Husband dan menambah teman disana 😊
__ADS_1
Aku tunggu notifikasi dari kalian ya 😊 Terimakasih teman-teman.. ❤