
Wartwan yang merangkap posisi sebagai penguntit masih terus mengikuti Mawar dan Rangga dari belakang.
Rangga yang sudah tidak sabaran menelepon polisi terkait pelanggaran yang wartawan lakukan wartawan yang tidak berfungsi semestinya ia lebih seperti penguntit ia pun tidak berlaku sopan,karena risih dengan penguntit itu Rangga memutuskan untuk kembali ke rumah ini pun sekaligus untuk melindungi Mawar dari wartawan Crazy itu.
Mobil beserta supir nya yang membawa Rangga dan Mawar masuk ke dalan kawasan kompleks milik Rangga, tentu saja yang bisa masuk adalah orang-orang yang memiliki akses masuk dalam komplek secara otomatis penguntit itu tidak bisa masuk ke dalam komplek.
Supir mobil aplikasi ojek online mengantar Rangga dan Mawar sampai ke dalam garasi rumah nya hal ini di minta oleh Rangga agar istri nya yang tercinta tidak berjalan lebih jauh lagi.
"Sayang aku sudah sehat," Ucap Mawar menatap ke arah Rangga.
Rangga tidak menanggapi nya ia turun dari mobil dan membukakan pintu nya untuk Mawar ia pun tidak membiarkan Mawar jalan sendiri ia menggendong nya.
"Pak, ingat tunggu di sini nanti saya kembali ke sini," Ucap Rangga dengan wajah dingin.
"I... ya," Ucap Pak supir menunduk.
Karena Mawar tidak enak dengan perilaku dari suami nya ia pun meminta maaf atas tindakan yang seperti tidak tahu terimakasih.
"Pak, makasih ya mau membantu suami saya dan saya," Ucap Mawar.
"Iya... nyonya," Ucap Pak supir.
"Sayang aku tidak mau tidur ya aku gapa kok, " Ucap Mawar yang meronta-ronta untuk turun saat ia tahu Rangga ingin membawa nya ke kamar mereka di atas.Akhirnya Rangga menurunkan Mawar...
"Sayang aku mau minum yang segar, segar dulu kamu mau nunggu polisi dulu atau kemana?," Tanya Mawar.
"Kamu kalau tidak mau istirahat yasudah yang penting kamu terhindar dari penguntit sialan itu!," Ucap Rangga.
"Iya sayang," Ucap Mawar sambil memeluk Rangga dengan sangat erat dan mengelus-elus dada nya.
"Sabar sayang," Ucap Mawar dengan lembut."
"Akun ingin mengurus penguntit itu dahulu," Ucap Rangga.
Rangga mendapatkan panggilan dari kantor polisi yang ternyata mereka sudah ada di depan gerbang komplek dan menangkap penguntit itu di daerah yang tidak jauh dari komplek.
"Iya baik saya segera kesana," Ucap Rangga.
"Sayang aku pamit dulu," Ucap Rangga.
"Iya,.. kamu hati-hati ya," Ucap Mawar melepaskan pelukan nya.
"Iya, kamu juga jaga kesehatan kamu ," Ucap Rangga mencium kening istri nya.
Rangga meninggalkan Rumah...berserta pak supir yang akan menjadi saksi.
Sementara itu pihak intel Rangga berhasil mendapatkan bukti-bukti kebusukan pria laknat itu.
Pria LAKNAT itu adalah seorang pengusaha pabrik tahu kecil-kecilan di daerah dekat bantaran kali, pabrik nya sebenarnya sudah beberapa kali trancam di tutup karena mengotori kali di sekitar permukiman warga namun pria LAKNAT ini sering menggunakan uang dan teman nya yang merupakan anggota polisi, selain itu pria ini adalah hyper *** yang sering sekali berganti-ganti pasangan bahkan intel memiliki foto-foto diri nya berada di berbagai tempat klub malam, termasuk banyak nya foto diri nya dengan wanita sexy yang sekarang ada di ponsel nya.
Para mata-mata Rangga memberikan semua foto-foto dan mengedit nya menyebarkan nya di media sosial dan dari orang-orang suruhan di bawah mereka untuk mengatasnamakan akun penyebar dengan anonimus.
Pengacara kepercayaan Rangga pun mengambil hasil pemeriksaan di sepatu kulit Rangga, sepatu Rangga apa kah benar-benar ada noda eksrim.
............
Rangga berbicara kepada penguntit sebelum ia di bawa ke kantor polisi di dalan mobil, ia memberikan panggilan telepon yang berisi ucapan caci maki dari bos nya dan ia pun di pecat.
"Kamu bod*h sekali Lukman bagaimana bisa kamu menyenggol orang seperti Rangga, kamu saya pecat SEKARANG!!... ucap Kepala produksi chanel berita tempat penguntit ini bekerja.
"TAMAT," Ucap Rangga dengan tatapan kejam.
"Ah,,,"Mata penguntit itu terbuka dengan lebar seakan semua nya telah usai.
Penguntit itu berlutut di bawah kaki Rangga namun Rangga tidak menggubris nya dan meminta polisi untuk membawa penguntit atau lukman ini segera pergi dari mata nya.
__ADS_1
Apa yang ada di media sosial tentang pria LAKNAT itu benar-benar tersebar dengan cepat sehingga publik sekarang berpihak ke arah Rangga.
Pengacara Rangga mengklasifikasikan semua yang terjadi melalui salah satu stasiun televisi satu persatu netizen mulai mendapatkan pencerahan apa yang sebenarnya terjadi.
Mawar di dapur membuat pudding yang rencana nya akan di sajikan untuk kekasih nya Rangga ketika ia pulang, sebenarnya hanya fisik Mawar yang ada di dapur namun pikiran nya tetap tertuju kepada suami nya.
"Nyonya kalau seperti itu kapan puding nya jadi dari tadi nyonya hanya bengong saja," Ucap Mbok Siti.
"Ah, aku sebenarnya masih kepikiran soal Rangga," Ucap Mawar.
"Tenang saja nyonya hal ini adalah hal kecil untuk tuan Rangga," Ucap Mbok Siti tersenyum.
Bersambung....
Hai ! saya adalah author novel baru tolong bantuan nya baca terus karya saya ya, saya sangat berminat di novel type Romantis dan fantasi, petualangan, futuristik, ke depan nya akan banyak kreasi yang di buat oleh saya jadi selamat membaca dan mejadi happy Readers.
BTW kalian tahu gak bahwa bulan itu jauh tapi dekat di hati sama seperti kalian pembaca kalian jauh namun tetap dekat di hati.
Ada lagi,kalian tahu samudra itu luas ya benar seluas cinta ku pada mu readerss yang baik.
Satu lagi deh Bunga bermekaran di taman kalau cinta ku bermekaran di hati kalian readers.
Jangan lupa bantu Like dan Follow akun aku di Manga Toon ya... Terimakasih.... Readers ku yang setia.....
Lirik Lagu....
Panah Asmara..... AFGAN...
Berdebar rasa di dada
Setiap kau tatap mataku
Apakah arti pandangan itu menunjukkan hasratmu
Hanya kau yang membuatku begini
Melepas panah asmara
Sudah katakan cinta
Sudah kubilang sayang
Namun kau hanya
Diam tersenyum kepadaku
Kau buat aku bimbang
Kau buat aku gelisah
Ingin rasanya kau jadi milikku
Ku akan setia menunggu
Satu kata yang terucap
Dari isi hati sanubarimu (sanubarimu)
Yang membuatku bahagia
Sungguh aku telah tergoda
Saat kau dekat denganku
__ADS_1
Hanya kau yang membuatku begini
Melepas panah asmara
Sudah katakan cinta
Sudah kubilang sayang
Namun kau hanya
Diam tersenyum kepadaku
Kau buat aku bimbang
Kau buat aku gelisah
Ingin rasanya kau jadi milikku
Panah asmara
Panah asmara
Panah asmara
Panah asmara
Panah asmara
Panah asmara
Panah asmara
Panah asmara
Panah asmara
Panah asmara
Sudah katakan cinta
Sudah kubilang sayang
Namun kau hanya
Diam tersenyum kepadaku
Kau buat aku bimbang
Kau buat aku gelisah
Ingin rasanya kau jadi milikku
Kau buat aku bimbang
Kau buat aku gelisah
Ingin rasanya kau jadi milikku
Ingin rasanya kau jadi milikku
Panah asmara
Panah asmara
Panah asmara
__ADS_1
Panah asmara
Panah asmara