My Possesive Husband

My Possesive Husband
50. SERPIHAN KACA


__ADS_3

Jangan lupa vote dan sarannya yaa.. Karna saran dan masukkan dari kalian itu penting.. 🙂😊


Silahkan tinggalkan jejak dengan menekan tombol like dibawah agar aku lebih semangat update cerita ini..


Terimakasih sudah membaca ceritaku 🤗


dan jangan lupa beri bintang 5 ya 😚


Jangan lupa baca cerita aku yang lainnya. kisah nyata 🤗


Happy Reading


***


Selama seharian itu Dara menangis tergugu didalam kamarnya. Tidak bernafsu dan tidak semangat untuk melakukan kegiatan apapun. Bahkan makanan dan minumannya sedari tadi tidak ia sentuh sama sekali.


Sudah menjadi kebiasaannya tiap kali dirinya merasa sedih. Dara tidak akan melakukan apapun dan tidak akan makan sama sekali sebelum masalahnya menemukan sebuah titik terang.


Dara memikirkan tentang apa yang terjadi sekarang. Pertanyaan yang terus muncul di otaknya sekarang adalah "Salahku apa? Kenapa Sean bersikap seperti ini padanya? Kenapa? Kenapa?" Hal itulah yang membuat dirinya berfikir terus-terusan.


Setelah insiden pertengkaran tadi, Sean sudah tidak lagi menunjukkan batang hidungnya. Dan lagi, hal itu membuatnya merasa sedih. "Kenapa kamu tega melakukan ini Sean? Kenapa?"


Tepat pada pukul 8 malam, Dara segera beranjak dari tempatnya dan segera mandi agar membuat dirinya lebih fresh dan lebih baik.


Setelah mandi, Dara segera memakai pakaian santainya. Dengan menggunakan celana pendek warna hitam dan baju lengan pendek yang berwarna putih yang semakin membuat dirinya terlihat begitu cute dan manis.


Dara menatap pantulannya didepan cermin. Mengamati wajahnya sedemikian rupa. Biasanya jam segini Sean pasti sedang bermanja dengan dirinya. Tapi hari ini berbeda. Tidak ada Sean yang bermanja pada dirinya lagi seperti dulu.


Dipolesnya wajahnya menggunakan bedak dan lipstik agar terlihat cantik.


Dara tersenyum didepan cermin. "Semangat Dara. Kamu pasti bisa. Ini bukan apa-apa untukmu. Semua pasti akan baik-baik saja." Ujarnya pada dirinya sendiri. Meskipun sebenarnya Dara merasa terluka dengan perlakuan Sean tadi.


Setelah itu, Dara segera berjalan keluar kamar untuk menuju tempat ruang kerja Sean. Dara akan menghampiri Sean. Akan membicarakannya secara baik-baik dan akan meminta maaf, mungkin dirinya telah melakukan kesalahan sehingga membuat Sean berperilaku seperti itu. Dara harus mengalah. Bukankah dalam satu hubungan harus ada yang mengalah? Bukan malah mempertahankan egonya masing-masing.


Saat Dara telah sampai didepan ruang kerja milik Sean. Dara langsung mengetuk pintu itu.


Tok Tok Tok


Tidak ada sahutan apapun.


Dengan perasaan khawatir Dara langsung membuka pintu ruang kerja Sean.


Disana Sean sedang duduk diatas lantai dalam keadaan yang acak-acakan. Baju yang tidak beraturan. Rambut yang berantakan. Namun, itu semua tidak membuat kadar ketampanan Sean turun. Tapi, hal itu membuat Sean semakin terlihat keren dan tampan.


Disana terdapat botol minuman alkohol dimana-mana. Dara terkejut dengan ini semua. Baru kali ini Dara melihat kondisi suaminya seperti ini.


Tanpa ba bi bu, Dara langsung menghampiri Sean dengan perasaan khawatir. "Sean kamu kenapa?" Tanyanya dengan menatap wajah suaminya.


Sedangkan Sean hanya terdiam menatap wajah cantik itu. Ini istrinya ataukah itu..?


"Sean kenapa kamu seperti ini?" Ujar Dara dengan menatap sendu wajah suaminya itu. "Sean kalau ada masalah kita bisa bicarakan baik-baik. Jangan seperti ini."


Sean hanya menatap fokus wajah cantik itu. Menikmati raut khawatir itu.


Saat Dara ingin mengusap wajah itu, Sean langsung menepis tangan mungil itu dengan kasar.


Dara sampai terjengkit kaget. Tangannya terasa sakit karena tepisan kasar itu.


Namun, sekali lagi Dara memberanikan diri untuk menyentuh wajah itu. Bahkan saat Sean memegang kuat kedua pergelangan tangannya, Dara tetap melakukannya.

__ADS_1


Tatapan mereka langsung bertemu satu sama lain. Dara tertegun dengan tatapan tajam itu. Dara begitu rindu dengan senyuman dan candaan suaminya itu.


"Sean, kalau Dara salah, Dara minta maaf." Kata Dara sambil mengusap wajah tampan itu dengan sayang.


Sean hanya menatap datar wajah cantik itu. Tak ingin membalas perkataanya. Namun tiba-tiba wajah Raya datang menghampiri pikirannya. Memori ingatannya langsung berputar tentang Raya.


Dimatanya wajah istrinya, Dara langsung berubah menjadi wajah Raya.


Didorongnya dengan kasar tubuh mungil itu.


Membuat Dara langsung jatuh kelantai dengan cukup keras.


"Au--" Ringisinya pelan.


Sean langsung berdiri tegak. Dan lagi, emosi menghampiri dirinya ketika melihat wajah Dara yang tiba-tiba berubah menjadi Raya.


Sean membuka kemejanya. Dara mulai ketakutan.


"Sean apa yang sedang kamu lakukan?" Dara langsung berdiri tapi kakinya langsung terserang rasa sakit dan nyeri akibat dorongan keras yang dilakukan Sean tadi. Namun, Dara tidak memperdulikan itu. Dara mundur beberapa langkah. Mencoba untuk menjauhinya.


"Tentu saja kita melakukan yang seperti yang biasa kita lakukan sayang."


Rasa takut langsung menyerang kedalam dirinya. Seperti biasa?


Sean langsung menarik tubuh mungil itu dengan kasar dan dibantingnya dengan kuat ke arah sofa.


"Sean!" Pekik Dara ketika tubuhnya dibantingnya dengan kuat ke sofa itu.


Sean semakin emosi mendengar bentakan itu. Sean tidak suka dibentak ataupun dibantah.


"Jaga bicaramu sayang." Ujar Sean dengan nada dinginnya. "Buka bajumu." Titah Sean.


Dara menggeleng.


Dara menggeleng. Tidak mengerti dengan apa yang dibicarakan oleh suaminya itu. "Aku tidak pernah menyelingkuhimu Sean. Aku bersumpah." Ujar Dara dengan menatap kecewa wajah tampan itu. "Bahkan kamu tak mengijinkan aku pergi tanpamu. Tanpa Roy. Bagaimana bisa aku menyelingkuhimu?"


"Kau masih berani mengelaknya?" Kata Sean dengan nada dinginnya. Wajahnya menggelap. Tangannya mengepal erat.


Dengan kasar Sean langsung mencengkeram leher putih itu. Seperti akan meremukkannya. Hal itu membuat Dara kesulitan untuk bernafas.


Dara langsung menatap wajah tampan itu. "Sean lepas!" Ujar Dara kesakitan. Sungguh, rasanya sangat sakit sekali. Sean seperti menggunakan seluruh tenaganya untuk mencengkram lehernya.


Sean langsung mencium bibir cerry itu.


Dara langsung menggigit bibir Sean dengan kuat membuat Sean langsung menyudahi ciumannya. Dara tidak mau jika dirinya diperlakukan seperti ini.


"Shitt!" Umpatnya. Cengkramannya langsung lepas dari leher putih istrinya. "KAU BERANI MENOLAKKU RAY?!" Bentak Sean dengan kasar.


Dara tertegun dengan bentakan itu. Ray? Apa yang dimaksud suaminya itu adalah Raya?


Hatinya langsung teriris perih dibuatnya.


Ada luka tapi tak berdarah.


"Aku bukan Raya! Aku Dara!" Bentak Dara dan dengan kasar langsung didorongnya tubuh tegap itu dengan sisa kekuatannya.


Membuat Sean memundurkan beberapa langkahnya. Membuat amarah semakin menguasai dirinya ketika dirinya ditolak seperti itu.


"Persetan!" Umpat Sean.

__ADS_1


Sean langsung menarik tubuhn mungil itu hingga menubruk badannya.


Dara yang merasakan tangan Sean yang mulai bergerilya nakal, maka Dara langsung menginjak kaki Sean dengan kuat.


Sean langsung melepaskan tubuh Dara.


Dara yang melihat ada celah untuk lari, langsung bangkit dan berlari menuju pintu yang tak jauh darinya.


Beberapa langkah lagi Dar..


Namun, sayang, tangannya langsung dicekal oleh Sean. Dara kalah cepat dengan Sean.


"Mencoba untuk kabur sayang?" Ujar Sean dengan tersenyum miring. "Kau tidak akan bisa lari dariku!" Bentak Sean dengan keras. Emosi melingkupi dirinya.


Dara tersentak, kaget dengan bentakan itu. Dara tidak mau terlihat lemah!


Sean menyeretnya dengan kasar. Namun Dara langsung memberontak sekuat tenaga. Dara tidak mau diperlakukan seperti ini. Jadi, dengan mengumpulkan keberaniannya, Dara langsung menggingit dengan kuat tangan Sean sampai berdarah.


Sean lagi-lagi melepaskan cengkramannya.


"SIALAN! KAU BERANI MENGGIGITKU HAH?!"


Wajahnya menggelap. Aura menakutkan keluar dari tubuh Sean.


Tubuh Dara menggigil takut. Buliran kristal jatuh membasahi kedua matanya yang cantik. Dara menggeleng. "Tidak Sean. Jangan perlakukan aku seperti ini. Aku bukan Raya. Aku Dara. Hiks. Kenapa kau tega lakukan ini? Bukankah kau berjanji akan menjagaku? Tapi kenapa? Kenapa kau menyakitiku? Lantas kemana pergi janji itu Sean? Kemana? Hiks!" Isaknya.


Namun, Sean seakan tuli dengan perkataan istrinya itu. Dengan kasar Sean langsung menggendong tubuh mungil itu seperti karung beras. Membuat Dara memberontak kesatanan.


"Sean turunkan aku! Hiks! Aku ngga mau! Aku mau pulang!"Jerit Dara dengan tangisannya yang terdengar pilu, menyayat hati.


"Kau yang memintanya." Kata Sean dengan dingin.


Lalu, dengan penuh amarah Sean langsung melempar kuat tubuh mungil itu kekaca yang berada ada didalam ruangan kerjanya.


"AAAAA.." Teriak Dara ketika tubuhnya terlempar.


Prang


Kaca itu pecah. Tubuh mungil itu langsung terbentur kaca dengan kuat. Jatuh tak berdaya dengan darah yang mulai keluar dari bebetapa bagian tubuhnya. Pandangannya mulai mengabur.


"Ayah, Bunda.. Sean-- sakit." Kedua mata yang telah basah dengan air mata itu perlahan mulai menutup.


Sean terdiam. Tubuhnya menegang.


"Dara? Itu istrinya?"


***


Foto Dara saat pernikahan 🌹



Yang mau ngobrol dengan Visual My Possesive Husband atau ingin memberi pesan/nasehat untuk Sean, Dara, Nick, dll kalian bisa follow Instagram aku ya 😊


Dan yang mau tau spoiler semua karyaku untuk next chapter bisa follow instagram aku juga 😊


instagram: @fullandari


Kalian bisa tau info tentang Update semua karyaku, bisa memberi kritik atau saran lewat DM atau QNA, bisa ngobrol bersama pemain My Possesive Husband dan menambah teman disana 😊

__ADS_1


Aku tunggu notif dari kalian ya 😊 Terimakasih teman-teman.. ❤


__ADS_2