My Possesive Husband

My Possesive Husband
41. DARA NGAMBEK


__ADS_3

Jangan lupa vote dan sarannya yaa.. Karna saran dan masukkan dari kalian itu penting.. 🙂😊


Silahkan tinggalkan jejak dengan menekan tombol like dibawah agar aku lebih semangat update cerita ini..


Terimakasih sudah membaca ceritaku 🤗


dan jangan lupa beri bintang 5, 4, 3 ya 😚


Jangan lupa baca cerita aku yang lainnya. kisah nyata 🤗


Happy Reading


***


Setelah memakai pakaiannya, Dara segera berjalan mendekati tempat tidurnya.


Jam setengah dua belas malam. Dara akan mencatatnya baik-baik.


Hanya tiga puluh menit Dara. Kamu kuat. Kamu bisa.


Lalu, Dara membangunkan Sean dengan menggerakkan lengan Sean.


"Sean bangun." Ujar Dara sambil terus menggoyangkan lengan Sean.


Sean lantas membuka kedua matanya.

__ADS_1


"Ada apa sayang?" Tanya Sean.


Dengan perasaan gugup Dara mencoba untuk mengatakannya. "Ayo kita lakukan malam pertama kita Sean." Kata Dara dalam satu kali tarikan nafas. Mencoba untuk memantapkan dirinya.


Sean yang mendengar perkataan istrinya merasa terkejut.


"Aku tidak mau bercanda malam-malam sayang." Ujar Sean dengan menatap insten wajah istrinya yang tengah menunduk.


"Emh, aku serius Sean." Kata Dara dengan ragu. Apa memnag benar harus ini yang ia lakukan?


Sean menghela nafasnya. "Jika kamu belum siap, kita tidak perlu melakukannya sayang." Kata Sean dengan lembut.


"Tapi Sean, aku tidak mau rumah tangga kita hancur gara-gara ini. Aku tidak mau melihatmu bersama perempuan lain." Ucap Dara dengan menatap lekat kedua bola mata Sean. Dara benar-benar tidak ingin hubungannya hancur karena ini. Dara sungguh menyesal, dirinya dulu tidak pernah mau mencari tau tentang hak seperti ini. Dara paling geli jika membahas hal yang berbau dewasa. Jadinya seperti. Memang benar kata sahabatnya, Rara. Jika dirinya pasti akan melakukannya. Mau tidak mau. Hufft, tau begitu aku dari dulu tidak tutup telinga ketika teman ku membahas hak seperti itu.


Sean tersenyum, mengerti apa yang dimaksud oleh istrinya itu. Tapi, sungguh. Sean tidak akan pernah melepaskan istrinya itu. Tidak akan pernah.


Dara menggeleng, tidak mau. "Ayo kita lakukan saja Sean. Apa kamu tidak mau melakukannya?" Ujar Dara dengan wajah yang tampak kecewa.


"Tarik kata-katamu sayang. Aku tidak ingin bercanda sekarang." Ujar Sean dingin. Tatapannya menajam. Sungguh! Sedari tadi Sean juga sedang menahan dirinya untuk tidak memakan habis istrikecilnya itu.


"Aku serius." Kata Dara mencoba untuk meyakinkan. Padahal dirinya sedikit tidak yakin untuk melakukannya. Menurutnya itu terlaku aneh.


"Baiklah, kamu yang memintanya sayang." Ujar Sean dengan seringai tipis dibibirnya. Membuat Dara bergidik ngeri melihatnya.


"Sean jangan kasar." Ujar Dara.

__ADS_1


"Tentu sayang. Apapun untukmu." Jawab Sean sambil menatap lekat wajah cantik istrinya.


Lalu malam yang panjang itupun terjadi.


Disela kegiatannya Dara menatap jam yang berada di dinding kamarnya.


"Sean, ini sudah jam setengah 1." Ujar Dara dengan sedikit merengek. Dara capek. Dara lelah. Tapi Sean tetap melakukannya.


"Sebentar lagi sayang."


Dara merasa dibohongi sekarang. Kata Liya hanya setengah jam. Tapi ini malah berjam-jam. Ishh!!


Tolong Dara! Dara capek!


Fix! Dara ngambek! Sean tidak mendengar permintaannya.


***



Sean, aku ngambek!


***


CERITA ELDEN DAN LEXA SUDAH UP YA! JUDULNYA PSYCOPAT VS CEWEK GALAK

__ADS_1


SILAHKAN CEK DI PROFIL AKU! RAMAIKAN YA :) TERIMAKASIH TEMAN-TEMAN. JANGAN LUPA BERI BINTANG 5 :)


__ADS_2