
Jangan lupa vote dan sarannya yaa.. Karena saran dan masukkan dari kalian itu penting.. 🙂😊
Silahkan tinggalkan jejak dengan menekan tombol like dibawah agar aku lebih semangat update cerita ini..
Terimakasih sudah membaca ceritaku 🤗
dan jangan lupa beri bintang 5, 4, 3 ya 😚
Jangan lupa baca cerita aku yang lainnya. kisah nyata 🤗
Happy Reading
***
Berbeda dengan keadaan di luar. Jika di dalam sang ketua Geng Mafia The King Of Blood berhadapan dengan Geng Mafia Crowned Eagle, maka di luar anggota Geng Mafia The King Of Blood berhadapan langsung dengan anggota Geng Mafia Crowned Eagle.
Damian, Nick dan Darren berdiri tidak jauh dari Jayden, Lucas, Alfa, Marvin dan Daniel.
Sebuah seringai tipis tersungging di bibir Daniel. "Aku tidak pernah menyangka jika orang seperti mu bisa masuk ke dalam Anggota Mafia." Ujar Daniel yang mulai pembicaraan.
Darren tersenyum tipis mendengar perkataan itu. "Aku juga tidak pernah menyangka, orang seperti mu bisa masuk kedalam jejeran orang yang paling di takuti di Dunia." Kata Darren menanggapi perkataan Daniel.
"Oh, aku jadi mengerti sekarang. Jadi kalian saling mengenal satu sama lain?" Ucap Lucas sambil memeluk boneka beruangnya.
Sungguh, Damian merasa aneh dengan boneka yang sedari tadi Lucas bawa. Kira-kira ada apa dengan boneka itu? Kenapa Damian merasa ada sesuatu di balik boneka itu?
"Jangan pura-pura tidak tau Lucas. Kau bahkan tau semuanya tentang mereka." Dengan wajahnya yang datar dan aura dominan yang terpancar dari tubuh Jayden membuat semua mata tertuju padanya.
Lucas langsung menoleh. "Kenapa kau selalu berwajah seperti itu Jayden?" Tanya Lucas dengan menaikkan sebelah alisnya.
Marvin mendengus geli sambil menatap terus ke arah wajah Darren. "Bukankah kau yang berhasil mengacak-ngacak situs dunia?" Tanya Marvin sambil menatap tepat ke arah iris bola mata Darren.
__ADS_1
Darren yang di tanya seperti itu langsung menyeringai tipis. "Memangnya kenapa?" Dengan suaranya yang dingin Darren menanggapi perkataan Marvin yang merupakan seorang Bos bandar narkoba sekaligus pengedar di kalangan atas.
Badan Marvin yang semula bersandar di tiang beton langsung berdiri tegak. "Aku ingin mengajak kerjasama dengan mu. Apa kau mau?" Senyuman tipis tersemat di bibirnya yang tipis . Ajakan yang Marvin katakan tidak lah main-main.
Alfa hanya menggelengkan kepalanya. "Aku tau Marv, dari dulu sampai sekarang kau mengincar Darren untuk kau ajak kerjasama."
Sontak saja perkataan Alfa tadi membuat Damian dan Nick menatap wajah Darren.
"Iya Al, aku sudah lama mengincarnya. Bahkan aku sudah beberapa kali mengajaknya tapi dia menolak ku dengan mentah-mentah."
Nick yang mendengar perkataan Marvin tadi langsung menatap wajah Darren dengan penuh tanda tanya. "Jangan bilang kau selama ini bertemu dengan mereka Darren?" Pertanyaan yang berada di dalam benaknya langsung terlontar dari mulutnya.
Darren mengangguk. Pandangannya lurus ke depan. "Iya aku bertemu dengannya beberapa kali. Bukan tanpa di sengaja tapi sepertinya dia telah merencanakan semuanya." Tatapannya menatap wajah Marvin.
Dengan langkahnya yang tegas serta aura dingin terpancar jelas dari tubuh Marvin, Marvin berjalan menuju Darren. Tentu saja, Darren yang melihat hal itu hanya tersenyum tipis. Salah satu tangannya ia masukkan ke dalam saku celananya.
"Jangan kau kira selama ini aku tidak tau Marv. Aku tau apa yang kau lakukan terhadap ku. Menyelidiki ku, mencari informasi tentang ku bahkan kau mengirim mata-mata untuk mematai ku." Ujar Darren dengan menatap sombong ke arah Marvin.
"Sepertinya akan ada sesuatu hal yang mengejutkan di sini." Kata Lucas dengan tenang.
Jayden menegakkan tubuhnya. "Jangan pancing keributan. Patuhi perintah Garvin." Suara dingin itu membuat Daniel tertawa renyah.
"Ingat Jayden, kita semua disini adalah seorang Bos. Kita ada bukan untuk di perintah. Tapi memerintah."
Sontak saja perkataan Daniel tadi memancing kemarahan Jayden. Dengan gerakan kilat, tak terbaca Jayden langsung mengeluarkan pistolnya dan langsung menodongkan pistol miliknya ke arah Daniel. "Sudah beberapa kali ku bilang Daniel, patuhi perintah Garvin." Ucap Jayden dengan nada penuh tekanan di setiap perkataanya. Pancaran amarah terlihat jelas dari kedua bola mata Jayden.
"Jadi ini yang namanya Geng Mafia The King Of Blood?"
Seketika pertanyaan dari Nick itu membuat Marvin, Daniel, Jayden, Alfa dan Lucas langsung menatapnya.
Pistol yang Jayden todong kan ke arah Daniel langsung ia simpan kembali. Sedangkan Darren kini berdiri dan berhadapan langsung dengan Marvin.
__ADS_1
"Hentikan Nick." Ucap Damian sambil menatap wajah Nick. Damian seakan-akan sudah mengerti akan apa yang di katakan Nick selanjutnya.
Nick menggerakkan kepalanya ke kanan dan ke kiri hingga menimbulkan bunyi nyaring akibat gertakannya itu.
"Aku tidak pernah menyangka jika ada Geng Mafia yang merupakan satu sahabat tapi bisa saling serang menyerang satu sama lain. Bahkan bisa membunuh satu sama lain."
***
Jangan lupa follow instagram mereka ya 🤘
@eldencrishtian
@lexacrishtian
@garvincrishtian
@seancrishtian
@daracrishtian
@kenzocrishtian
@crownedeagle_03
@nickalbertreal
@raraagathareal
Dan yang mau tau spoiler semua karyaku untuk next chapter bisa follow instagram aku juga 😊
instagram: @fullandari
__ADS_1
Kalian bisa tau info tentang Update semua karyaku, bisa memberi kritik atau saran lewat DM atau QnA, bisa ngobrol bersama pemain My Possesive Husband dan menambah teman disana 😊