My Possesive Husband

My Possesive Husband
43. SALAH TINGKAH


__ADS_3

Jangan lupa vote dan sarannya yaa.. Karna saran dan masukkan dari kalian itu penting.. 🙂😊


Silahkan tinggalkan jejak dengan menekan tombol like dibawah agar aku lebih semangat update cerita ini..


Terimakasih sudah membaca ceritaku 🤗


dan jangan lupa beri bintang 5 ya 😚


Jangan lupa baca cerita aku yang lainnya. kisah nyata 🤗


Happy Reading


***


Sekarang Sean dan Dara berada di meja makan. Menyantap makanan yang telah Sean buatkan.


"Enak." Kata Dara disela kunyahannya. Baru kali ini Dara memakan makanan seenak dan selezat ini. Apalagi Dara termasuk tidak suka dengan makanan roti yang diberi daging. Tapi, ini ternyata sangat enak sekali. Roti yang diberi daging sosis tebal serta diberi saus pedas manis serta keju mozarella. Tidak lupa juga diberi beberapa isian sayur dan potongan bawang lalu di panggang. Bahkan kezu mozarella lumer kemana-mana. Ah, Dara begitu menyukainya. Bahkan Dara telah mengabiskan tiga makanan sekaligus.


Sedangkan Sean tersenyum ketika menatap istrinya dengan lahapnya memakan makanannya.


"Menyukainya sayang?" Tanya Sean. Padahal Sean baru saja menghabiskan 1 porsinya.Tapi istri kecilnya sudah menghabiskan 3 porsi, mau ke 4 porsi.


Dara mengangguk. "Enak sekali Sean. Aku menyukainya. Ternyata kamu juga pintar memasak." Puji Dara.


Mendengar pujian dari istrinya, rasanya Sean ingin menyombongkan diri.


"Tentu saja. Aku ini suami idaman sayang. Jadi, kau harus bersyukur menjadi istriku." Ujar Sean.


Dara memutar bola matanya malas. Selain jahil ternyata suaminya juga sombong. Berbanding terbalik jika berada ditempat kerja. Dara jelas mengetahui bagaimana sikap Sean jika ditempat kerjanya.


"Bunda sama ayah tidak kesini?"Tanya Dara ketika perutnya sudah terasa kenyang. Dara telah menghabiskan 5 porsi sekaligus.


"Mungkin mereka sedang sibuk sayang. Apa kamu mau mengunjunginya?"


Kedua bola matanya langsung berbinar senang. "Apa boleh?" Tanya Dara dengan semangat.

__ADS_1


"Boleh sayang.Tapi tidak hari ini." Ucap Sean sambil mengelap mulutnya menggunakan tisu.


Dara menghela nafasnya, kecewa. "Lalu kapan?"


"Mungkin kalau aku sudah ada waktu. Ayah juga tampak sibuk dengan urusan bisnisnya sayang."


Dara mengangguk. "Baiklah. Tapi kamu harus janji kalau kita akan mengunjungi rumah orang tuamu." Ucap Dara sambil mengangkar jari kelingkingnya.


Sean hampir ingin tertawa. Istrinya sangat menggemaskan sekali. Sean menautkan jari kelingkingnya dengan jari kelingking istrinya. "Iya sayang, aku janji." Uajr Sean dengan tersenyum.


"Terimakasih Sean." Ujar Dara dengan semangat.


"Sama-sama sayang."


Lalu, Dara beranjak dari tempat duduknya. Membereskan piring-piring kotor untuk diletakkan di tempat cucian piring. Seanpun ikut membantunya.


"Buka kulkas sayang. Biar aku yang akan mencucinya."


Dara menatap Sean yang berditi disebelahnya.


Dara lantas berjalan dan membuka pintu kulkas 2 pintu itu. Betapa terkejutnya ketika dirinya melihat kulkas yang dipenuhi dengan 15 Box salad buah.


"Sean itu salad buah siapa?" Tanya Dara penasaran. Tidak mau terlalu percaya diri jika itu adalah salad buah miliknya.


"Punyamu sayang. Aku yang membuatkannya untukmu." Jawab Sean sambil mencuci piring.


"Benarkah?" Tanya Dara tidak percaya. Sean membuatkan salad buah sebanyak ini untuk dirinya? So sweet banget.


"Iya sayang. Memang siapa lagi yang menyukai salad buah kalau bukan dirimu?"


Dara tertawa. "Hehehe iya juga ya. Makasih Sean." Ujar Dara. Lalu berjalan menghampiri Sean dan memeluk tubuh tegap itu dari belakang. "Aku menyukainya." Ujar Dara.


Sean tersenyum. Ternyata bahagia itu sederhana. Melihat orang yang kau sayang tersenyum karena kita, itu sudah cukup.


"Sama-sama."

__ADS_1


Lalu Dara melepas pelukanya dan berjalan ke kulkas lagi. Diambilnya satu box salad buah itu. Keju banyak, hiasan yang cantik dengan buah anggur dan strawberry, tampak menggiurkan di matanya.


Lalu, dibukanya box salad buah tersebut. Ini pasti sangat enak sekali. Ucapnya dalam hati.


Tidak lupa juga Dara mengambil sendok. Di sendoknya slaad buah itu. Buah apel, melon, mangga, jelly, jeruk dengan mayonaise yang cukup banyak.


Satu suapan.


Enak sekali.


Dua suapan.


Buahnya segar.


Tiga suapan.


Manis dan enak.


Dara langsung bertepuk tangan. "Sean ini sangat enak sekali." Ujar Dara lalu disuapnya ke mulut Sean.


Mau tidak mau Sean membuka mulutnya. Menerima suapan dari istrinya.


"Enakkan?" Tanya Dara antusias.


Sean mengangguk sambil mencuci kedua tangannya ketika dirinya baru saja menyelesaikan cucian piringnya. "Iya, enak sekali."


"Iya dong, kan suami Dara yang membuatnya. " Kata Dara dengan riang dan tersenyum.


Deg


Deg


Deg


Sial! Sean salah tingkah melihat senyuman dan pujian itu!

__ADS_1


***


__ADS_2