
Jangan lupa vote dan sarannya yaa.. Karna saran dan masukkan dari kalian itu penting.. 🙂😊
Silahkan tinggalkan jejak dengan menekan tombol like dibawah agar aku lebih semangat update cerita ini..
Terimakasih sudah membaca ceritaku 🤗
dan jangan lupa beri bintang 5, 4, 3 ya 😚
Jangan lupa baca cerita aku yang lainnya. kisah nyata 🤗
Happy Reading
***
Setelah latihan boxing hampir selama 4 jam, Dara memutuskan untuk beristirahat dengan duduk di atas lantai. Di wajahnya yang cantik itu telah basah dengan keringat karena melakukan latihan boxing. Namun, ternyata tidak semudah yang Dara kira. Ternyata boxing lebih sulit dengan apa yang ia duga.
Sean tersenyum melihatnya. "Mau aku ambilkan minuman lagi?" Tanya Sean dengan mengusap keringat di dagungnya.
Dara langsung menatap wajah suaminya itu. Menganggukkan kepalanya sebagai jawaban atas pertanyaan suaminya tadi. "Iya hubby. Tolong ambilkan." Jawab Dara dengan nafas yang ngos-ngosan. Sungguh, ini saja masih baru latihan. Tapi, Dara sudah merasa seperti habis berkelahi dengan 100 orang. Sedangkan suaminya hanya terlihat biasa saja. Hanya terlihat berkeringat. Tidak seperti Dara yang sudah ngos-ngosan. Mungkin, karena Sean sudah terbiasa dengan semuanya. Sedangkan Dara masih baru melakukannya.
"Siap sayang." Jawab Sean dengan semangat empat lima dan segera pergi ke dapur untuk menganbil minuman dan beberapa cemilan Mungkin, mengobrol dengan istrinya adalah sekarang waktu yang tepat. Lebih saling memahami dan mengerti melalui obrolan mungkin itu adalah sesuatu hal yang tidak buruk.
Dengan langkah lebarnya, Sean segera ke dapur. Lalu, sesampainya di dapur, Sean segera mengambil sebotol minuman air mineral dengan beberapa snack dan kue kering. Ngobrol santai bersama istrinya akan Sean lakukan.
Lalu, setelah di rasa semuanya telah di bawa. Sean memutuskan segera pergi ke tempat istrinya lagi.
"Hai sayang." Sapa Sean ketika melihat istrinya yang tengah sibuk bermain ponsel miliknya.
"Hai juga." Jawab Dara dengan selfi di ponsel milik suaminya. Sudah lama Dara tidak selfi seperti ini.
Sedangkan Sean mengambil duduk disebelah istrinya dengan meletakkan botol minuman dan beberapa cemilan di atas lantai.
"Mau bermain game sayang?" Tanya Sean dengan duduk menghadap istrinya.
Lantas Dara langsung menoleh dan menatap wajah suaminya. "Game apa itu hubby?" Jawab Dara dengan kening yang berkerut. Tumben sekali suaminya mengajak dirinya untuk bermain game.
Digenggamnya jemari istrinya dengan sayang. "Bagaimana kalau kita bermain QnA?" Ujar Sean yang meminta persetujuan dari istri kecilnya.
Dara berfikir sejenak. Mencoba memikirkan apa itu sebuah ide yang bagus atau bukan. "Baiklah. Tapi siapa yang akan memulainya terlebih dahulu. Aku atau hubby?" Ucap Dara dengan menatap wajah suaminya.
"Aku dulu saja yang memualainya sayang." Jawab Sean yang di setujui oleh Dara.
__ADS_1
Sean menarik nafasnya pelan. "Kamu harus menjawabnya dengan cepat. Jadi harus spontan tanpa berfikur. Jika kamu menjawabnya lambat. Maka kamu kalah." Kata Sean menjelaskan peraturan di game permainannya.
Dara mengangguk dengan semangat empat lima. "Siap captain!"
"Baiklah. Kita mulai." Ujar Sean dengan menghembuskan nafasnya. Sedangkan Dara langsung auto fokus. Menajamkan pendengarannya serta memfokuskan pikirannya terhadap satu hal yaitu suami tercintanya.
"Apa arti aku untukmu?"
"Berharga. Bahkan sangat berharga." Jawab Dara dengan cepat.
"Menurut kamu aku seperti apa? Lebih cenderung ke sifat apa?" Tanya Sean dengan serius dan menatap tepat ke dua bola mata istrinya.
"Pemarah. Menyebalkan dan paling tidak suka di bantah. Dan satu lagi, hubby itu egois." Jawab Dara dengan enteng dan jujur.
Sean langsung tertawa renyah setelah mendengar jawaban spontan istrinya itu. Sebegitu buruknyakah Sean di mata istrinya itu?
"Emh meskipun hubby egois. Tapi hubby cenderung mengalah jika bersamaku. Sangat berbeda ketika bersama perempuan lain atau ketika bersama orang lain." Ujar Dara dengan tersenyum. Tangannya bergerak untuk mengusap wajah suaminya. Sean, suaminya, benar-benar sangat tampan.
Blush
Semburat merah langsung menghiasi wajah tampannya. Sean lagi dan lagi di buat salah tingkah oleh perkataan istrinya itu. Setelah sekian lama tidak di gombali istrinya, akhirnya sekarang istrinya menggombali dirinya lagi.
"Ciee merah.. pipinya merah." Ledek Dara dengan mencubit gemas kedua pipi suaminya itu.
Setelah itu Dara menghentikan tawanya. Dikecupnya dengan sayang pipi suaminya. "Sekarang giliran aku yang bertanya hubby." Ujar Dara dengan mengedipkan sebelah matanya.
Dengan gemas Sean mencubit pipi cani istrinya. "Iya sayang. Sekarang giliran kamu."
"Baiklah. Dara itu.." Kata Dara memulai permainan.
"Cantik." Jawab Sean dengan menatap wajah istrinya.
"Pilih perempuan berbadan pendek atau tinggi?"
"Pilih perempuan pendek dan itu kamu."
Oke Dara. Jangan menjerit dulu. Simpan dulu jeritan kamu nanti.
"Pilih Mommy Lexa atau aku?"
Sean langsung tersenyum mendengar pertanyaan itu. "Pilih Mommy setelah itu kamu." Jawab Sean dengan meniup pelan wajah istrinya. Berusaha menggoda istrinya.
__ADS_1
Dara mengangguk-nganggukan kepalanya. "Makanan favorit aku apa?"
"Tentu saja salad buah. Itu makanan favorit kamu sayang." Jawab Sean dengan mengambil beberapa lembar tisu. Diusapnya keringat di dahi istrinya dengan menggunakan tisu yang berada di tangannya.
Dara sedikit tertegun dengan apa yang di lakukan suaminya itu. Bahkan Dara sampai menahan nafasnya ketika wajah suaminya berdekatan dengan wajahnya. Jika saja Dara bergerak sedikit saja, maka Dara jamin, Dara akan berciuman dengan suaminya itu.
"Pilih aku atau Raya?"
Deg
Sean langsung menghentikan kegiatannya dalam menyeka keringat istrinya. Pertanyaan istrinya yang tiba-tiba seperti itu membuat Sean tersenyum simpul. "Tentu saja aku pilih kamu sayang. Aku tidak akan pernah memilih Raya. Dia hanya perempuan dari masa lalu yang aku jadikan sebagai pelajaran di masa sekarang dan masa depan nanti."
Dara langaung tersenyum setelah mendengar jawaban suaminya. Rasa bahagia langsung menyelimutinya. Bagaikan bunga dan kupu-kupu langsung berterbangan mengelilinginya.
"Tapi, jika ternyata Raya masih hidup apa yang akan kamu lakukan Sean?"
Kedua bola mata Sean langsung membola. Namun, setelah itu seperti biasa lagi. "Kan aku sudah bilang padamu sayang. Mau ada Raya atau tidak, aku akan tetap memilihmu. Dan ini bukan tentang Raya ada atau tiada. Tapi, ini tentang hati ku yang sudah menjadi milikmu. Bahkan jiwa dan raga kamu telah memilikinya semuanya dan ini hanya untukmu. Bukan untuk wanita lain."
***
Jangan lupa baca novel aku yang The King Of Mafia ya 🤗 Tapi ini khusus untuk 18th ke atas. Terdapat konten kekerasan, pembunuhan yang tidak aku sensor dan tidak UP di NT/MT ya 🤗 Silahkan follow instagram pribadi aku untuk membacanya ❤ Novel ini menceritakan tengtang Garvin Crishtian ya🤗
Cuplikan Part :
Dengan kasarnya Garvin langsung melepaskan tarikan di rambut itu. Lalu, bangkit dan berdiri menjulang tinggi dihadapan Lucy yang tengah duduk di atas lantai yang dingin.
Terlihat begitu mengintimidasi dan mendominasi dengan tubuh tegap, berotot yang Garvin miliki. Bagaikan singa yang telah menemukan kelinci buruannnya.
Setelah itu, Garvin menyeringai tipis.
Tubuhnya membungkuk dan menatap wajah cantik yang terlihat lusuh itu.
Dengan tiba-tiba, dicengkramnya dengan kuat rahang putih, mulis dan mungil itu dengan kuat. Hingga meninggalkan jejak bekas ruam kemerahan karena saking kuatnya cengkraman yang dilakukan oleh Garvin ke Lucy.
Hal itu membuat Lucy langsung memberontak dengan sekuat tenaga. Sungguh, Garvin seperti akan meremukkan rahangnya dengan cengkraman kuat itu. "Lepaskan Garvin! Kau menyakitiku!" Protes Lucy dengan memegang erat tangan Garvin dengan kedua tangannya. Berusaha melepaskan cengkraman dirahangnya. Namun, bukannya semakin terlepas tapi, cengkraman itu semakin menguat.
"Tidak akan semudah itu aku akan langsung melepaskan mu dan menghabisimu. Kau belum merasakan apa yang aku rasakan selama ini. Jadi, selamat datang di nerakamu sweety." Ujar Garvin dengan seringai menakutkan yang tersungging dibibirnya.
d
__ADS_1
Dan ini instagram pribadi aku yaitu fullandari 🤗