My Possesive Husband

My Possesive Husband
139. MASA LALU JAMES DENGAN RAYA (Bagian 4)


__ADS_3

Jangan lupa vote dan sarannya yaa.. Karna saran dan masukkan dari kalian itu penting.. πŸ™‚πŸ˜Š


Silahkan tinggalkan jejak dengan menekan tombol like dibawah agar aku lebih semangat update cerita ini..


Terimakasih sudah membaca ceritaku πŸ€—


dan jangan lupa beri bintang 5, 4, 3 ya 😚


Jangan lupa baca cerita aku yang lainnya. kisah nyata πŸ€—


Happy Reading


***


- MASA LALU JAMES DENGAN RAYA (Bagian 4)


Beberapa hari telah berlalu.


Sean merasa hubungannya bersama kekasihnya itu mulai merenggang. Raya seakan-akan menjauhinya dan menghindarinya. Seakan-akan sibuk dengan kegiatannya sendiri. Hal itu sukses membuat Sean merasa gelisah dan sedih. Sean tidak ingin kehilangan kekasihnya.


Jam telah menunjukkan pukul 8 malam.


Tadi Sean sudah menghubungi kekasihnya itu agar bertemu dengannya di mansion. Namun, sampai jam 9 malam ini Raya tidak kunjung menunjukkan batang hidungnya.


Kedua tangan Sean mengepal kuat. Emosi mulai menyelimuti dirinya. Rasa kesal dan amarah mulai datang menyergap. Tidak seperti biasanya Raya bertingkah dan bersikap seperti ini.


Dengan terburu-buru Raya langsung berlari menuju taman belakang mansion.


Nafasnya berderu tidak beraturan.


"Maaf sayang, tadi ada beberapa urusan yang harus aku urus. Jadi, aku datang terlambat." Ujar Raya dengan deru nafas yang tidak beraturan.


Badan Sean berbalik dan menghadap ke arah Raya. Tatapannya menajam. Sean paling tidak suka dibuat menunggu seperti ini. "Kenapa kamu tidak mengabariku terlebih dahulu Ray?" Tanya Sean dengan tatapan wajahnya yang datar.


Hal itu membuat Raya merasa gugup dengan tatapan itu. Sebenarnya tadi Raya terlambat karena harus melayani James terlebih dahulu. Harus memuaskan hasratnya bersama James. "Maaf sayang. Kau tau bukan jika aku sekarang sudah kelas 12. Jadi, banyak tugas yang menumpuk yang harus aku seleseikan." Jawab Raya beralasan. Mau bagaimana lagi, jika Raya jujur bisa-bisa nyawa James melayang karnanya. Apalagi status James yang masih dibawah Sean. Raya tidak ingin mengambil resiko besar jika jujur pada Sean.


Sean mengusap wajahnya kasar. Berusaha menekan rasa emosi dan kesal di dalam dirinya. "Tapi seharusnya kamu menghubungiku dulu Ray. Mengirimiku pesan. Apa meluangkan waktu hanya 1-2 menit itu terlalu sulit untuk kamu lakukan?" Ucap Sean dengan menatap sendu wajah kekasihnya. "Atau kamu yang tidak mau meluangkan waktu untuk mengabariku?" Ujar Sean dengan menatap tepat kedua bola mata kekasihnya. Sean benar-benar kecewa dengan sikap Raya sekarang.

__ADS_1


"Kau menyalahkanku Sean?" Kata Raya dengan menatap tajam ke arah Sean. Tidak suka dengan perkataan Sean tadi. Seakan-akan Sean menyalahkan dirinya.


Sean menghembuskan nafasnya kasar. "Kenapa kamu sekarang berubah Ray?! Apa kamu ada pria lain dibelakangku?!" Bentak Sean dengan suara yang menggelegar.


Tubuh Raya mematung mendengarnya. Merasa terkejut dengan apa yang dikatakan Sean tadi. Namun, keterkejutan itu tidak bertahan lama. Wajahnya langsung berubah menjadi kesal dengan apa yang dikatakan Sean tadi. Meskipun faktanya memang seperti itu. Tapi, Raya tidak mau disalahkan seperti ini. "Kamu sekarang menyalahkan ku Sean?!" Bentak Raya dengan menatap tajam ke arah Sean. "Kamu yang terlalu sibuk dengan urusan pekerjaan sialan mu itu!!" Ujar Raya dengan menunjuk wajah Sean. Kedua bola mata Raya memerah saking kesalnya.


"Kamu menyalahkanku Ray? Kamu menyalahkan kesibukan ku?" Ucap Sean dengan memandang tidak percaya apa yang dikatakan Raya tadi. "Bukankah ini sudah mejadi kesepakatan kita kalau aku akan sibuk dengan pekerjaan ku. Bukankah kamu juga sudah menyetujuinya dan mengijinkanku untuk bekerja?" Ujar Sean dengan menatap kecewa wajah kekasihnya. "Aku sibuk karena aku ingin segera meresmikan hubungan kita Ray. Aku sibuk bekerja karena aku ingin menjadi seorang pemimpin yang baik untuk keluarga kita nanti. Aku sibuk karena aku ingin memberikan kehidupan yang layak untukmu, untuk keluargamu dan untuk keluarga kita nanti. Dan kamu bilang aku sibuk dengan pekerjaan sialanku?" Sean menggeleng pelan. Tak terasa buliran kristal jatuh membasahi kedua bola matanya. Sean merasa kerja kerasnya dan apa yang ia usahakan selama ini tidak dihargai sama sekali oleh kekasihnya.


Tubuh Raya mematung mendengarnya. Melihat Sean yang menangis karnanya benar-benar membuat Raya merasa bersalah. Tapi, apa lagi yang harus ia perbuat sekarang? Raya dari awal hanya menyukai James, bukan Sean. Apalagi sikap Sean yang possesive padanya benar-benar membuatnya muak dan tidak tahan.


Sean mengusap air matanya dengan kasar. Berusaha menutup kesedihannya. "Maaf jika aku sibuk dan tidak ada waktumu Ray. Maaf jika aku jarang ada waktu untuk dirimu. Maaf jika aku terlalu sibuk dengan urusanku sendiri. Tapi ingat Ray, aku sibuk bukan untuk membuang-buang waktuku. Aku sibuk karena ada alasannya. Bahkan sesibuknya aku, aku selalu meluangkan waktu untuk mengabarimu. Menanyakan kabarmu. Tapi, kamu kemana saat aku meluangkan waktu untukmu? Kamu pergi kemana saat aku mengabarimu?" Tanya Sean dengan menatap wajah kekasihnya yang hanya terdiam.


"Kamu pergi Ray. Kamu selalu membalas pesanku lama. Kamu selalu membalasnya lama dan kamu selalu berasalah jika aku ingin mengajak untuk bertemu. Tapi, aku berusaha mengerti kamu Ray. Aku berusaha mengerti kesibukanmu."


Deg


Raya menatap wajah Sean. Menatap kedua bola mata tajam yang sedang menatapnya kecewa. "Kamu menyalahkan ku sekarang? Kamu sekarang menuduhku selingkuh Sean?" Ucap Raya dengan kedua tangan yang mengepal.


Sean menghela nafasnya. Mencoba bersabar untuk menghadapi kekasihnya. "Aku tidak menuduhmu Ray. Aku hanya bertanya padamu. Dimana kamu disaat aku selalu ada waktu untukmu? Dimana kamu saat aku ada meluangkan waktu untukmu?" Tanya Sean dengan berusaha menahan air matanya yang lagi-lagi akan jatuh dari kedua bola matanya.


Dengan kasar Raya mendorong dada bidang itu. "Aku sibuk Sean! Aku sibuk dengan tugas sekolahku!" Bentak Raya dengan kasar. "Sudah! Aku capek berbicara denganmu." Lalu, Raya berjalan meninggalkan Sean.


Dengan kasar Raya langsung melepaskan pegangan Sean di pergelangan tangannya. "Aku mau pergi ketempat dimana aku tidak bisa melihatmu!" Jawab Raya dengan dingin.


Dengan reflek Sean melangkah mundur.


Hatinya terluka mendengar perkataan Raya tadi. "Pergilah Ray." Lirihnya pelan. "Pergilah selama itu membuatmu bahagia."


Raya tersenyum miring. Lalu, segera berjalan meninggalkan Sean. Yang Raya tuju sekarang adalah James. Yang menjadi tempat tujuannya sekarang adalah James.


Sean terdiam menatap punggung itu. Punggung perempuan yang selama ini ia cinta.


Sean berharap Raya berbalik dan datang memeluknya. Sean berharap jika Raya datang dan meminta maaf pada dirinya.


Namun, tidak satupun apa yang Sean harapkan terwujud.


Raya benar-benar pergi dan tidak berbalik.

__ADS_1


Padahal Sean telah menyiapkan semuanya dengan susah payah.


Telah menyiakan dinner romantis dari beberapa hari yang lalu. Bahkan Sean begitu semangat menyiapkannya. Mulai dari desain, dekor, hingga menu makanannya semuanya Sean yang mengurusnya.


Tapi, ini balasan yang Sean dapat?


Tubuhnya luruh dan bersimpuh ke tanah.


Kenapa kau berubah Ray? Kemana perginya Raya yang dulu?


***


- Percapakan serius antara Sean dengan author.


Author : Maaf Sean, aku tau apa yang kamu rasain. Jadi jangan sedih ya 😭


Sean : Iya tidak apa-apa thor. Terimakasih atas rasa sakit yang author kasih buatku.


Author : Kamu kok bilang begitu Sean? *Perasaan bersalah menyelimuti hati author.


Sean : *Hanya tersenyum.


Author : *Memeluk tubuh Sean. Lumayan sekalian modus.πŸ˜… Maaf Sean. Itulah yang aku rasain dulu. Aku dulu diselingkuhi dan dia malah menyalahkanku. Aku berharap kamu kuat dan tegar. Kami selalu menyayangimu.


Sean : Iya thir terimakasih. Aku pergi dulu. *Sean bangkit dan melepas pelukan author.


Author : Jangan marah dong Sean.


Sean : *Terus berjalan tanpa berbalik.


Tiba-tiba Nick datang.


Nick :Ingat Thor, ku juga ngambek padamu.


Author : Duh pusingkan 😭😭 Eh, jangan ngambek semua dong. Kalau ngambek semua nanti Novel My Possive Husbandnya gimana?😭😭


Sean dan Nick : *Hanya jalan terus meningggalkan author

__ADS_1


Author : Bantuin author untuk membujuk Nick dan Sean dong gais😭😭😭


__ADS_2