
Deni yang tanpa sengaja menyentuh bibir seorang Mira. Telah membuat salah satu kerah baju Deni terlihat bekas lipstik. Apalagi warna lipstik yang menyala, terlihat begitu jelas di kerah baju seorang Deni.
Deni tidak menyadari ada sedikit bekas lipstik yang menempel di kerah baju miliknya. Hingga Deni pun tidak sempat menghapus bekas lipstik yang menempel di kerah baju miliknya tersebut. Mungkin bekas lipstik itu akan jadi petaka bagi Deni, jika Nia mengetahui bekas lipstik yang menempel tersebut.
Benar saja, Nia yang ingin memaafkan Deni atas kesalahannya di hari kemarin. Kembali marah saat melihat bekas lipstik yang menempel di kerah baju seorang Deni. Nia pun langsung emosi berat saat mengetahui ada bekas lipstik yang menempel tersebut.
"Apa yang ada di kerah baju itu?" tanya Nia dengan begitu emosional.
__ADS_1
Deni menarik sedikit kerah baju miliknya. Melihat sesuatu yang menempel di kerah baju itu. Ada bekas lipstik yang menempel di kerah baju tersebut. Hingga Deni pun langsung mengingat pada nama seorang Mira yang menciumkan bibirnya pada kerah baju milik Deni. Deni bingung menjawab pertanyaan yang di ajukan oleh Nia tersebut. Hingga Deni harus mencari cara lain untuk bisa menjawab pertanyaan tersebut. Pertanyaan yang akan membuat Deni mati kutu.
Deni terlihat semakin gugup, bukannya menjawab pertanyaan dari Nia tersebut. Deni justru terlihat tidak nyaman dengan tatapan tajam seorang Nia Pada dirinya. Deni merasa tatapan dari Nia itu membuat dirinya begitu tak berdaya. Hingga Deni harus bisa membuat Nia kembali tidak curiga pada dirinya.
"Ini seperti tadi saat aku menolong salah satu staf aku di tempat rehabilitasi. Makanya terkena goresan lipstiknya." jawab Deni dengan wajah bingung.
"Bagaimana aku bisa yakin, kalau memang itu adalah lipstik staf kamu. Mungkin saja kamu berbohong padaku." ujar Nia dengan wajah menantang.
__ADS_1
Deni semakin panik dengan pertanyaan dari Nia tersebut. Hingga jurus terakhir yang di ambil oleh Deni adalah marah. Mungkin dengan cara itu, dia bisa membuat Nia tidak akan penasaran kembali dengan lipstik yang menempel di kerah baju miliknya.
"Apa kamu tidak percaya ucapanku. Aku pikir seharusnya kamu tidak berkata seperti itu, seakan-akan kamu tidak yakin dengan ucapanku tersebut. Seharusnya kamu bisa percaya dengan omonganku." ucap Deni dengan penuh amarah.
Nia yang awalnya mulai emosi dengan Deni. Perlahan menurunkan kembali egonya. Dia pikir akan sangat berbahaya jika Nia dan Deni bertengkar perihal lipstik yang menempel di kerah baju miliknya. Ini akan jadi masalah baru bagi Nia, tentunya akan menjadi bahaya juga untuk kedua anak Nia yang kemungkinan besar akan mendengar keributan dari Nia dan Deni.
Nia menahan emosinya, dia kembali menurunkan nada bicaranya yang mulai meninggi. Dengan begitu, Nia bisa lebih sedikit mengontrol emosi dari dirinya sendiri. Emosi yang mungkin saja akan meledak dengan semuanya.
__ADS_1
Nia pun memilih untuk masuk kembali kedalam rumahnya. Sementara Deni merasa lega, sebab dengan cara yang dia lakukan. Nia akhirnya mengakhiri kecurigaan dari hatinya akan bekas lipstik yang menempel di kerah baju Deni.