
Masalah seakan sebuah rudal yang di tembakan oleh sebuah pihak ke pihak lainnya yang tengah bertikai. Tembakan itu tiada henti di tembakan oleh pihak yang bertikai tadi. Hingga rudal itu tak henti melintasi setiap lorong waktu di antara kedua pihak tersebut.
Pengumpamaan itu seakan benar-benar menggambarkan situasi yang terjadi pada Deni saat ini. Dia harus merasakan bagaimana hidupnya yang di hantam masalah secara terus-menerus. Dia tak bisa membayangkan, betapa frustasinya menghadapi setiap masalah yang datang kepada dirinya.
Deni masih bisa bersyukur dirinya masih mampu untuk menghadapi setiap masalah yang menerpa hidupnya. Hingga Deni masih bisa bertahan hingga saat ini. Walaupun rasanya Deni tidak mendapatkan sedikit pun waktu untuk bernapas dengan semua masalah yang menerpa hidupnya.
Deni merasa bersyukur juga memiliki seorang Nia yang tetap setia mendukung dirinya. Nia tetap ada, di saat Deni benar-benar membutuhkan dirinya. Sehingga Deni mengucapkan banyak terima kasih pada Nia. Sekalipun Deni terkadang bersikap kasar pada Nia. Tetapi Nia tetap membalas setiap perbuatan Deni tersebut dengan sebuah kebaikan. Nia adalah definisi sabar yang sebenarnya. Dimana Nia tetap sabar menghadapi sikap Deni yang seperti roller coaster. Naik turun dengan begitu cepatnya.
Sebuah makan malam yang biasanya hanya menjadi makan malam biasa saja. Diubah Deni menjadi sebuah makan malam yang romantis. Apalagi dua anak Deni dan Nia yang sudah tertidur pulas. Hingga makan malam yang di lakukan malam ini hanya ada Deni dan Nia saja.
__ADS_1
Deni menutup kedua mata Nia dengan sebuah kain tebal. Dengan begitu, Nia dia akan melihat apapun. Deni sendiri mulai menyiapkan beberapa lilin berwarna putih untuk di letakkan di seluruh area meja tempat makan.
Tak hanya lilin, Deni yang ingin berdansa ria bersama dengan Nia. Juga membawa sebuah audio speaker untuk menciptakan musik yang lebih baik lagi. Dengan audio speaker tersebut, Deni dan Nia akan berdansa dengan di iringi lagu yang sensasional. Beberapa lagu romantis sudah di siapkan oleh Deni untuk menciptakan suasana romantis di antara keduanya.
Semuanya sudah siap. Kini giliran Deni melepaskan kain yang menutup kedua mata Nia. Begitu matanya kembali dapat melihat, Nia langsung terkejut dengan beberapa lilin yang menghiasi meja makannya. Begitu juga dengan alunan musik yang begitu menenangkan. Semakin membuat Nia merasa begitu bahagia dengan apa yang terjadi. Deni benar-benar membuat Nia bahagia dengan kejutan yang di berikan olehnya kepada Nia. Nia tak henti tersenyum bahagia dengan kejutan kecil yang di berikan Deni kepadanya.
"Kamu suka dengan kejutan kecil ini?" tanya Deni.
Sebelum dansa romantis, Deni mengajak Nia untuk makan malam terlebih dahulu. Menu malam ini memang sederhana saja. Tidak ada menu mahal yang Nia buat. Hanya ada ayam goreng, sayur asam serta tumis kangkung, di tambah dengan sambal terasi pekat. Semua menu ini adalah makanan favorit dari Deni. Deni begitu menyukai semua menu yang kerap Nia hidangkan di waktu makan malam tersebut.
__ADS_1
Deni yang tak ingin melewatkan momen romantis dengan Nia. Menyendok satu sendok penuh nasi ke dalam piring Nia. Begitu juga dengan lauk yang ada. Deni turut mengambilkan semua lauk itu ke dalam piring Nia yang sudah berisi penuh oleh nasi.
Tak hanya menyendok saja, terkadang Deni juga menyuapkan sesendok nasi miliknya pada Nia. Momen yang sebenarnya jarang di lakukan oleh Deni selama ini. Mengingat Deni adalah tipikal pria yang tidak romantis. Untuk melakukan itu semua, rasanya berat bagi seorang Deni melakukannya.
Namun semua sikap dingin nan kalem seorang Deni. Berubah menjadi sesosok pria romantis yang penuh dengan perhatian pada Nia. Bahkan Nia Deni dengan perhatiannya membersihkan sedikit nasi yang ada di bagian bawah bibir Nia.
Usai kenyang menyantap menu makan malam. Kini Deni menyodorkan tangan kanannya untuk berdansa dengan Nia. Dengan segera Nia meraih tangan kanan Deni tersebut. Keduanya lantas menari bersama-sama.
Satu dua hentakan di lakukan oleh Deni dan Nia secara bersamaan. Keduanya nampak menikmati setiap hentakan yang di iringi musik yang menggema. Deni dan Nia benar-benar menikmati setiap alunan musik yang ada.
__ADS_1
Sampai di akhir lagu, Deni pun mulai mengarahkan bibirnya menyentuh bibir Nia. Hingga keduanya dengan begitu mesra berciuman.
Di awali dengan ciuman, Deni dan Nia langsung larut ke dalam