Oktrouble

Oktrouble
Roy Mendengar Kabar Kematian Dari Sharon


__ADS_3

Seperti angin yang berhembus dengan begitu cepatnya. Kabar kematian dari seorang Sharon langsung tersebar luas. Terutama terdengar ke telinga seorang Roy.


Sharon adalah pasien dari seorang Deni. Kematian ini akan di manfaatkan oleh Roy untuk membuat nama seorang Deni akan menjadi buruk. Sehingga Roy bisa mendapatkan keuntungan dari kematian yang terjadi tersebut.


Seorang sekretaris dari Roy yang membawa kabar itu, begitu bahagia menyampaikan berita kematian Dati Sharon. Benar saja, Roy pun begitu bahagia mendengar kabar kematian dari seorang Sharon. Sebab dengan kabar itu, Roy bisa melakukan hal yang tak mungkin Deni pikirkan sebelumnya.


"Apa kamu sudah pastikan, jika yang meninggal itu adalah pasien dari Deni?" tanya Roy.


"Sudah Pak Roy. Saya pastikan, pasien itu adalah pasien dari Deni. Musuh besar seorang pak Roy." jawab sekretaris Roy dengan penuh keyakinan.


Roy tersenyum dengan begitu bahagianya dengan ucapan dari sekretaris miliknya tersebut. Roy merasa apa yang diucapkan oleh sekretarisnya itu adalah kabar bahagia yang harus segera Roy sambut dengan sebuah kemenangan.


Roy begitu bahagia dengan apa yang ada. Sehingga dia harus segera mengambil tindakan yang mungkin bisa membuat Roy akan semakin menang dari seorang Deni.

__ADS_1


Tapi Roy masih bingung untuk mengambil tindakan apa. Sehingga kasus kematian dari pasien Deni itu, bisa di olah oleh Roy menjadi sebuah kemenangan besar bagi dirinya. Itu yang harus segera Roy pikirkan.


"Tapi bagaimana saya bisa mengambil keuntungan dari momen yang ada?" tanya Roy pada sekertarisnya.


Sekretaris Roy yang bernama Febby itu mulai berpikir. Dia mencari cara agar bisa di jadikan sebuah kemenangan bagi Roy di atas masalah yang sedang di hadapi oleh Deni.


Ide yang di cari oleh Febby, akhirnya muncul dengan segera. Ide itu cukup cemerlang untuk membuat Roy semakin digdaya atas seorang Deni.


"Apa ide kamu?" tanya Roy penasaran.


Bukannya segera mengatakan ide yang dia miliki. Febby justru malah semakin membuat Roy penasaran dengan apa yang hendak dia katakan. Hingga Deni harus memaksa Febby untuk segera mengatakan apa yang hendak dia ucapkan sebagai sebuah ide pada Roy.


Febby yang semakin tengil dengan godaan yang di lakukan pada Roy. Terus membuat Roy penasaran dengan tingkahnya tersebut. Sampai akhirnya Febby pun mengatakan jika dirinya akan mengatakan ide itu, jikalau Roy mau mengajaknya makan siang bersama.

__ADS_1


Roy menolak permintaan dari Febby itu secara mentah-mentah. Bagi Roy apa yang di minta Febby tidak logis. Hanya untuk satu ide saja, Febby berharap jalan dengan Roy. Tentu itu tidak langsung di turuti oleh seorang Roy.


Akhirnya Roy yang berbalik mengancam Febby. Dia mengatakan akan memecat Febby, jika tidak segera mengatakan ide yang di miliki oleh dirinya. Hingga Febby yang ketakutan dengan ancaman dari Roy tersebut. Akhirnya mengatakan idenya itu pada Roy.


"Baiklah pak Roy saya akan katakan ide saya tersebut."


Roy pun nampak tidak sabar untuk mendengar pemaparan yang akan di lakukan oleh Febby pada dirinya. Sehingga Roy sangat antusias dengan apa yang hendak Febby katakan pada dirinya.


"Jadi, gimana kalau kita menghasut keluarga pasien dari Deni untuk menuntut Deni. Dengan begitu, Deni akan masuk penjara dengan tuntutan yang akan di layangkan pada dirinya." ujar Febby dengan bijaknya.


Wajar jika seorang Febby menginginkan sebuah makan siang dengan Roy. Ide dari Febby sendiri begitu cemerlang. Hingga Roy begitu suka dengan apa yang diucapkan oleh Febby tersebut. Dia tersenyum dengan ide yang di sampaikan oleh Febby.


Roy suka dengan ide tersebut. Roy pun siap menjalankan sebuah misi yang akan membuat Deni semakin terpuruk dengan kondisinya sekarang. Roy sudah tidak sabar membuat Deni semakin hancur. Seperti yang di rasakan oleh Bio. Kehancuran yang sama, harus di rasakan oleh Deni atas apa yang telah Deni lakukan pada seorang Bio.

__ADS_1


__ADS_2