Oktrouble

Oktrouble
Keributan Deni Dengan Bio


__ADS_3

Melihat Bella sudah diobati oleh Nia, serta dapat sedikit tenang. Sedikit mengobati rasa takut Deni akan kondisi Bella. Deni meminta Nia untuk menjaga Bella. Sementara Deni meminta izin untuk pergi keluar sebentar. Deni tak mengatakan tujuannya pergi pada Nia. Tapi jelas dengan amarah yang menggebu-gebu, Deni ingin memberikan pelajaran berharga untuk Bio.


Amarah Deni yang sudah memuncak tak dapat dikendalikan lagi. Deni pun membawa mobilnya melaju dengan kecepatan yang tidak normal. Deni begitu cepat memacu mobilnya, hingga beberapa kali dia hampir menabrak mobil lain.


Deni yang kadung marah, meluapkan emosinya pada setiap orang yang dia temui dijalanan. Termasuk ketika dia ditegur oleh pengendara lain akan aksi ugal-ugalan yang dilakukan ketika membawa mobil di jalan. Beberapa kali Deni terpancing emosi, sehingga sempat terjadi keributan diantara dirinya dengan pengendara mobil lainnya.


Beruntung saja saat itu Deni tidak di tilang oleh polisi. Sebab jalanan yang dilewati Deni, biasa di penuhi oleh polisi yang berjaga disana. Deni memang beruntung hari itu, sehingga dia tak mendapat surat tilang atau teguran dari aparat.


Tetap dengan wajah super marahnya. Deni masuk kedalam kantor Bio tanpa izin terlebih dahulu pada sekuriti yang bertugas saat itu. Hingga terjadi keributan antara Deni dengan sekuriti yang bertugas saat itu.


Sekuriti itu meminta Deni untuk menunggu terlebih dahulu untuk bertemu dengan Bio. Sementara Deni yang tak sabar untuk menghujamkan beberapa pukulan di wajah Bio. Menolak untuk menunggu. Dia ingin segera bertemu dengan Bio untuk mengajarnya.

__ADS_1


Berhasil melewati satu sekuriti yang bertugas. Tetapi Deni gagal menghadapi 3 sekuriti berbadan binaragawan yang menghadangnya. Hingga dia akhirnya menunggu di lobi untuk bisa bertemu dengan Bio. Mengingat Bio saat ini sedang meeting penting dengan salah satu kliennya yang berasal dari Korea Selatan.


Hampir jenggotan menunggu Bio di lobi. Deni meminta pada resepsionis yang bertugas di kantor Bio untuk memberinya waktu sebentar untuk bertemu dengan Deni. Sempat menolak, tetapi akhirnya resepsionis itu berhasil menelpon Bio. Dia pun segera menyampaikan keinginan Deni untuk bertemu dengan Bio. Sehingga Bio pun menyempatkan waktu untuk bertemu dengan Deni ditengah kepadatan yang dilakukan selama meeting dengan kliennya dari Korea Selatan.


Deni pun di minta untuk menunggu di ruang kerja Bio. Dimana di jeda meeting itu digunakan Bio untuk bertemu dengan Deni. Deni pun segera bergegas menuju ruang kerja Bio.


Tetap dengan amarah yang masih menyelimuti hati dan pikirannya. Deni menunggu Bio dengan terus mengepalkan tangannya untuk memberikan pelajaran pada iparnya tersebut. Pikirannya juga tak henti dari bayang-bayang akan puluhan luka lebam yang menghiasi tubuh Bella.


Bio percaya diri membuka pintu ruang kerjanya. Menyapa Deni, sebelum sebuah tonjokan keras dilayangkan oleh Deni. Begitu Bio mendekat kearah Deni.


Bio tersungkur jatuh. Tapi Deni belum puas, dia menarik kerah kemeja Bio yang mulai berantakan. Deni menatap tajam Bio. Sebelum kembali menghujani Bio dengan pukulan yang keras dengan tangan kanannya.

__ADS_1


Bio mencoba menanyakan maksud amarah dari Deni. Deni pun dengan kata-kata kasar dan dengan nada tinggi. Memperingatkan Bio untuk tidak melakukan kekerasan kembali pada adiknya, Bella. Deni mengancam Bio jika kembali berani melakukan kekerasan terhadap Bella. Deni akan membuat Bio menderita.


Bio mencoba menjelaskan. Tapi Deni sudah tidak percaya lagi dengan Bio. Sehingga Deni meminta Bio untuk bercerai dari Bella.


Bio terkejut dengan amarah dari Deni. Kembali Bio mencoba menjelaskan pada Deni akan kekerasan yang dilakukan pada Bella. Tapi semua penjelasan yang diberikan Bio yang tak cukup rasional. Tak dapat diterima oleh Deni. Sehingga keputusan Deni untuk meminta Bio menceraikan adiknya sudah bulat. Deni meminta Bio untuk bercerai dari Bella.


Sebelum meninggalkan ruang kerja Bio. Deni kembali mengingat pada Bio untuk tidak bermain tangan pada perempuan. Sebab dia terlihat seperti seorang pecundang saat memukuli perempuan.


Wajah babak belur yang terjadi pada Bio. Akhirnya membuat Bio malu. Dia memutuskan untuk tidak melanjutkan meeting yang dilakukan bersama klien dari Korea Selatan.


__ADS_1


__ADS_2