
Semua berkas-berkas yang akan menjadi tuntutan dari pihak Bella. Telah Danielle simpan dalam dokumen di laptopnya. Dia siap beradu argumen dengan pengacara Bio yang tentu sudah siap dengan beragam argumentasi juga. Persidangan dipastikan akan sengit, dengan argumentasi yang tentu menantang.
Hadir pula Deni beserta Nia yang tentu siap membantu Danielle dalam beradu argumentasi dengan pihak Bio. Selain Deni dan Nia, Roy dengan pakaian super rapi. Telah berada di bangku panjang bersama dengan beberapa bodyguard berbadan besarnya. Roy yang mewakili kakaknya, siap melawan setiap tuntutan yang akan dilayangkan oleh pihak Bella.
Menunggu kedatangan majelis hakim datang ke tempat persidangan. Danielle membuka kembali laptop miliknya. Danielle mengecek ulang semua berkas yang menjadi tuntutan dari Bella di persidangan kali ini. Danielle tak ingin melewatkan satu pun berkas tuntutan dari Bella yang terlewat. Mengingat satu tuntutan saja, begitu penting untuk Bella dalam persidangan ini. Sehingga Danielle harus bisa menyiapkan semua yang menjadi tuntutan Bella kali ini.
__ADS_1
Tiga hakim yang akan memimpin jalannya persidangan telah memasuki ruang persidangan. Hakim utama mulai mengecek kondisi mic yang berada dihadapannya. Tentu mic itu sangat penting, agar suara dari setiap hakim dapat terdengar ketika menanyakan dasar tuntutan. Maupun dasar penolakan dari pihak yang akan dituntut.
Begitu kondisi mic dari para hakim dalam kondisi baik. Persidangan akan segera dimulai. Majelis hakim mulai mempersilakan Danielle selaku pengacara dari Bella untuk membacakan tuntutan dari Bella yang diajukan pada pihak Bio. Danielle dengan segera membaca setiap tuntutan yang dilayangkan oleh pihak Bella pada Bio.
Dari tuntutan hak asuh anak, nafkah, biaya pengobatan dari Bella selama mengalami depresi yang disebabkan oleh Bio. Hingga harta gono gini yang ingin Bella tuntut. Semuanya dijabarkan Danielle dengan begitu baik.
__ADS_1
Semua tuntutan dari Bella sangat mudah dipenuhi oleh Bio. Tapi pihak Bio bersikeras menolak untuk memberikan hak asuh anak pada Bella. Bio dirasa masih lebih layak dibanding dengan Bella yang sedang mengalami proses penyembuhan dari depresi yang dialami.
Pengunaan kata gila yang disebutkan oleh pihak pengacara Bio di persidangan pada Bella. Turut memancing reaksi dari seorang Deni. Dia tak terima adiknya itu disebut gila. Bella tidak gila, dia hanya depresi berat. Sehingga terlihat seperti orang gila. Tentu penggunaan kata gila itu begitu menyakitkan untuk Deni terima.
Nia yang berada disamping Deni, mencoba menenangkan suaminya tersebut. Tentu itu adalah strategi dari pihak Bio untuk membuat persidangan semakin panas. Mereka terus memancing emosi dari Deni dengan diksi-diksi yang vulgar nan provokatif.
__ADS_1
Deni yang gampang terpancing emosi, beberapa kali diingatkan oleh majelis hakim untuk tidak ribut. Jika dia terus ribut seperti itu, bukan tidak mungkin dirinya akan dikeluarkan dari persidangan. Mengingat persidangan ini membutuhkan suasana yang tenang.
Tenangnya Robert dalam menghadapi tuntutan yang dilayangkan oleh pihak Bella. Semakin membuat Roy yakin, jika semua tuntutan itu akan berjalan sia-sia. Terlebih untuk hak asuh anak, Roy rasa Bio yang akan memenangkan hak asuh anak. Mengingat kondisi Bio yang masih sehat secara kejiwaan.