Oktrouble

Oktrouble
Pujian Deni Untuk Danielle


__ADS_3

Gagalnya mediasi yang dilakukan antara Bella dengan Bio. Tak lepas dari campur tangan Danielle. Dimana berkat kepiawaian dari seorang Danielle. Mediasi itu tidak berada di titik terang, hingga harus berlanjut ke tahap selanjutnya. Yakni tahap tuntutan yang akan digelar dalam seminggu kedepan.


"Saya pikir kamu memang layak mendapatkan gelar rising star. Argumentasi kamu baik, sebagai seorang pengacara muda. Gelar rising star sangat layak disematkan untuk kamu." Puji Deni pada Danielle seusai mediasi.


Tak hanya Danielle yang tersenyum dengan pujian yang diberikan Deni pada Danielle. Nia juga turut tersenyum dengan ucapan spontan yang Deni ucapkan. Bagaimana tidak, Deni adalah seorang yang jarang memuji orang lain. Ketika dia memuji seseorang itu sudah pasti adalah apresiasi besar yang menurut Deni sangat layak diapresiasi.


"Gelar rising star saya pikir cukup berat untuk saya emban. Masih banyak kekurangan saya sebagai seorang pengacara muda. Jadi saya harus masih banyak belajar untuk mendapatkan titel besar itu." Daniel merendah.


"Tapi aku pikir, memang kamu layak sih Dan dapat gelar itu. Aku juga salut saat kamu bisa mengontrol persidangan. Sehingga pengacara Bio cukup kesulitan dalam melawan argumentasi yang kamu ucapkan." Lanjut Nia dengan begitu besarnya juga.

__ADS_1


Untuk membicarakan lebih lanjut akan tuntutan yang akan dibuat dalam sidang tuntutan nanti. Deni mengajak Danielle untuk makan siang bersama. Tentu dengan Deni yang akan melakukan traktiran untuk Danielle. Mengingat keberhasilan Danielle layak untuk diapresiasi.


Sebuah ajakan yang cukup menarik untuk Danielle. Mengingat Danielle belum makan juga, sejak persidangan berlangsung. Jadi dirinya cukup lapar disaat ini.


"Dimana kita akan makan hari ini tuan Danielle?" Tanya Deni dengan sedikit berlebihan pada Danielle.


"Tidak usah berlebihan seperti itu juga pak Deni. Saya pikir cukup panggil saja nama saya. Itu sudah cukup untuk saya." Pinta Danielle untuk Deni.


Akhirnya Danielle menyerah juga. Dia mempersilakan Deni untuk memanggil apapun namanya. Entah itu tuan, mr, raja ataupun pak. Itu terserah Deni saja. Danielle tidak melarang hal itu. Mengingat Deni memiliki hak untuk memanggil nama seseorang sesuka hatinya. Asal jangan memanggil dengan nama hewan saja. Sudah tentu itu tidak boleh dilakukan oleh siapapun.

__ADS_1


Makan mie sepertinya cukup lezat dengan cuaca yang agak mendung seperti hari ini. Kuah mie yang hangat, serta taburan daging ayam yang lezat. Dicampur sambal yang pedas, tentu itu suatu hal yang cukup lezat. Mungkin makan mie ayam di pinggir jalan pilihan yang tepat.


Mendengar mie ayam, Nia kembali teringat akan momen dimana dirinya dan Danielle yang dulu sering menghabis waktu makan di tukang mie pinggir jalan. Danielle yang suka pedas, terkadang menjadi musuh bagi tukang mie ayam saat harga cabai sedang tinggi. Tak ayal jatah sambal Danielle dibatasi, atau dengan cara paling aman yah dimasukkan kedalam plastik klip kecil. Sehingga satu pelanggan, hanya satu sambal saja.


Nia tersenyum teringat akan kenangan indah itu. Mungkin itu sudah hampir belasan tahun yang lalu. Tapi Nia masih rapi menyimpan kenangan itu didalam memori otaknya.


Nia yang tersenyum sendiri seperti seseorang yang kurang waras. Seketika mendapat teguran dari Deni.


"Kamu kenapa? Kok senyum sendiri seperti itu!"

__ADS_1


Nia bertingkah normal kembali. Semuanya baik-baik saja, sehingga Deni tidak perlu khawatir. Nia hanya teringat momen mandi tadi dengan Brian dan Love. Sehingga Nia tersenyum sendiri seperti itu.


Danielle yang tahu maksud senyuman dari seorang Nia. Hanya menatap Nia dengan tersenyum kecil. Sama seperti Nia, Danielle pun masih cukup rapi menyimpan semua kenangan indah itu di memorinya.


__ADS_2