
Beralasan untuk membahas perihal kasus hukum yang akan di jalani oleh Bio. Danielle mengajak Nia bertemu secara diam-diam. Padahal alasan sebenarnya Danielle mengajak Nia bertemu, adalah untuk melepas rindu dari seorang Danielle pada Nia.
Melalui sebuah pesan singkat WhatsApp, Danielle mengirimkan pesan tersebut. Tak lama Nia membalas pesan singkat itu. Nia mengatakan jika dia harus meminta izin terlebih dahulu pada Deni untuk bertemu dengan Danielle. Tapi Danielle meminta Nia untuk tidak berbicara pada Deni. Sebab Deni pasti tidak akan marah dengan pertemuan mereka berdua.
Nia yang berpikiran jika Danielle mengajaknya bertemu untuk sekedar membahas kasus dari Bio. Akhirnya menerima ajakan dari Danielle dengan tangan terbuka. Tentu Deni akan mengerti pertemuan itu hanya sekedar membahas perihal kasus yang akan Bio jalani. Deni tidak akan marah dengan hal itu.
Danielle mengajak Nia untuk bertemu di sebuah waralaba kopi besar asal Seattle dengan gerai ratusannya di Indonesia. Dengan suasana tempat nongkrong kopi yang asyik. Danielle berharap bisa membangkitkan kembali akan kenangan indah dirinya dengan Nia beberapa tahun yang lalu. Sebagai sepasang kekasih yang di mabuk cinta.
Danielle begitu bahagia akan pertemuan dirinya dengan Nia yang begitu dia harapkan. Pasalnya ini kesempatan yang paling bagus yang di miliki oleh Danielle dalam merebut hati seorang Nia kembali. Mungkin dari obrolan yang panjang, bisa berubah menjadi rasa suka kembali. Tentu itu harapan seorang Danielle akan pertemuan dengan Nia nantinya.
Tak ingin lama-lama membuat Nia menunggu, Danielle segera bersiap untuk bertemu dengan Nia di kafe tersebut. Tidak harus menggunakan pakaian formal seperti pertemuan sebelumnya. Deni kini menggunakan pakaian super simpel. Sebuah kaos yang di bungkus sweater denim besar. Di tambah jeans berwarna biru gelap, dan sepatu sneaker berwarna senada dengan jeans yang di kenakan. Danielle nampak begitu terlihat mewah dengan penampilannya.
Nia sendiri tidak terlalu berlebihan dalam berpenampilan di hari ini. Hanya sebuah dress pendek berwarna merah cukup untuk membuat Nia terlihat begitu cantik. Make up Nia juga sangat sederhana. Hanya lipstik berwarna merah yang menempel sedikit di bibir kecilnya. Sementara rambutnya di biarkan oleh Nia jatuh begitu saja. Meskipun begitu, Nia tetap terlihat cantik.
__ADS_1
Nia sampai terlebih dahulu di kafe. Dia mencari keberadaan dari Danielle. Tapi dia tak menemukan keberadaan dari Danielle. Hingga Nia pun memilih tempat duduk yang berada di luar kafe. Sebab suasana di luar kafe jauh lebih nyaman, di banding dengan suasana dalam kafe yang di penuhi oleh anak muda yang berpacaran.
Nia mengirimkan pesan pada Danielle. Dia sudah menunggu Danielle di kafe tempat pertemuan mereka. Danielle mengirimkan pesan pada Nania untuk segera tiba di kafe tersebut.
Sebentar bagi Danielle yang akan menemui Nia. Tapi terasa cukup lama bagi seorang Nia yang menunggu Danielle di kafe. Hingga Nia sempat berpikir untuk pergi dari kafe tersebut.
Melihat wajah kesal dari Nia, Danielle meminta maaf pada Nia. Dia mengira Nia tidak akan secepat itu untuk tiba di kafe. Sehingga Danielle tidak melakukan persiapan yang cukup matang untuk bertemu dengan Nia. Akhirnya Danielle cukup lama tiba di kafe tempat pertemuan dengan Nia.
Nia akhirnya memaafkan keterlambatan dari seorang Danielle. Kemudian Nia meminta Danielle untuk duduk di hadapannya. Tak ingin membuang banyak waktu, Nia meminta Danielle untuk segera menyampaikan maksud dirinya untuk bertemu dengan Nia. Sebab Nia setelah ini harus segera menjemput anak-anak di sekolah. Belum lagi, Nia harus melihat kondisi Bella. Nia tak ingin kecolongan seperti hari itu. Tentu jika itu terjadi, Bella bisa saja mengamuk kembali.
Akhirnya Deni mulai menyampaikan maksud dari tujuannya bertemu dengan Nia. Namun Danielle sengaja tidak langsung membahas pokok permasalahan yang ada. Danielle hanya menyinggung sedikit dari apa yang ingin dia sampaikan.
Belum lagi Danielle yang terus memuji kecantikan dari Nia. Tentu itu membuat Nia kurang nyaman dengan ucapan dari Danielle yang tak henti memuji kecantikan dari dirinya. Tidak seharusnya Danielle mengutarakan itu lagi. Meskipun sebenarnya tidak salah juga. Tapi Nia kurang nyaman dengan ucapan dari Danielle tersebut kepada dirinya.
__ADS_1
Danielle mengingat gaun yang di kenakan oleh Nania pada memori beberapa tahun lalu. Ketika keduanya masih menjalin sebuah hubungan sebagai sepasang kekasih. Sebelum akhirnya Danielle pergi ke luar negeri untuk mengejar impiannya menjadi seorang pengacara hebat.
Kenangan yang Danielle ucapkan, langsung mengingatkan momen perpisahan dari Danielle dan Nia. Nia yang telah mengubur rapat kenangan itu. Harus kembali merasakan bagaimana hidupnya hancur akan perpisahan dengan seorang Danielle. Nia harus hancur saat Danielle tiba-tiba pergi meninggalkan dirinya yang saat itu bucin parah pada Danielle.
"Di momen itu aku sebenarnya tidak ingin meninggalkan kamu." ucap Danielle mulai meraih tangan Nia yang tergeletak di atas meja.
Tanpa di sadari, tak hanya Nia dan Danielle yang berada di kafe tersebut. Roy yang sedang melakukan meeting dengan beberapa rekan kerjanya. Juga berada di kafe itu. Melihat momen kebersamaan dari Nia dengan Danielle. Roy langsung memanfaatkan momen itu untuk membuat Deni panas. Apalagi momen saat Danielle mulai meraih tangan Nia. Dengan diam-diam Roy memotret Danielle dengan Nia.
Nia sendiri yang tak nyaman dengan tangan Danielle yang berusaha untuk di raih olehnya. Langsung menghindari tangan Danielle tersebut. Dengan wajah tegas, Nia meminta Danielle untuk tidak kembali mengingat momen itu. Semuanya sudah berakhir. Berakhir antara dirinya dengan Danielle. Jadi tidak harus mengulang kembali ke masa itu. Danielle harus segera melupakan semua yang pernah terjadi di antara mereka. Sebab hari yang baru harus segera di isi dengan sebuah momen baru. Bukan kisah lama yang coba di ulang di masa depan.
Mungkin Nia bisa melakukan itu. Tapi Danielle? Hingga kini Danielle tidak mampu melepaskan obsesi Danielle pada seorang Nia. Di hati seorang Danielle masih ada nama seorang Nia. Tidak ada nama lain yang ada di pikiran Danielle, selain Nia.
Namun Nia tetap tidak bisa menerima semua pernyataan dari Danielle. Bagi Nia sudah saat untuk Danielle segera move on dari kisah yang pernah terlukis di antara keduanya. Saat yang baik bagi Danielle untuk segera pergi dalam kenangan tersebut.
__ADS_1
Nia yang sudah tahu maksud dan tujuan dari Danielle yang hanya ingin kembali meminta Nia kembali. Memilih untuk pergi meninggalkan Danielle sendiri di kafe tersebut. Tidak ada informasi perihal Bio. Danielle hanya ingin membuang waktu Nia dengan kembali bernostalgia dengan masa lalu mereka.