
Bekas lipstik masih menjadi misteri tersendiri bagi seorang Nia. Lipstik itu jelas-jelas menempel di kerah baju Deni. Hingga Nia begitu penasaran asal usul dari lipstik yang menempel di kerah baju suaminya tersebut. Tapi Deni tidak mau mengatakan asal usul lipstik tersebut. Dia hanya marah saat Nia menanyakan asal usul lipstik di kerah bajunya. Hingga kecurigaan dari Nia mulai muncul, akan Deni yang bermain api di belakang seorang Nia.
Nia sengaja bangun lebih awal daripada Deni. Dia ingin melihat semua isi pesan yang di lakukan oleh Deni. Deni yang terlihat lelah dengan semua aktivitas yang telah di jalani. Tidak menyadari saat Nia mengambil handphone miliknya yang Deni letakan di samping bantalnya.
Untuk membuat Nia lebih aman lagi melakukan pemeriksaan terhadap handphone milik Deni. Dia memeriksa pesan masuk di handphone Deni di ruang tamu. Sehingga Nia bisa bebas melakukan pencarian pesan masuk tersebut.
Nia membuka kunci layar ponsel Deni. Tak terlalu sulit bagi Nia untuk membuka kunci layar handphone Deni. Tanggal, bulan dan dua angka di tahun pernikahan Nia dan Deni. Menjadi sandi dari layar handphone Deni. Dengan segera layar handphone Deni pun terbuka dengan begitu mudahnya.
Nia langsung membuka aplikasi chatting yang biasanya di gunakan oleh Deni. Satu persatu chat yang masuk ke kontak Deni, coba Nia buka. Tapi tidak ada satu pesan pun yang mencurigakan. Mengarah pada kecurigaan dari seorang Nia yang menduga Deni melakukan perselingkuhan di belakang dirinya.
Nia membuka aplikasi lainnya. Dia berharap akan menemukan pesan lain di aplikasi lainnya. Mungkin saja Deni melakukan perselingkuhan dengan berbalas pesan di aplikasi lainnya. Di aplikasi yang tidak Nia duga sebelumnya.
Beberapa aplikasi lainnya pun nihil. Tidak ada pesan masuk dari perempuan pada Deni. Semua pesan itu hanya berasal dari temannya dan rekan kerja Deni. Tidak ada satu pun pesan masuk dari perempuan lain yang mencurigakan bagi seorang Nia.
Tapi hati Nia sebagai seorang istri, masih yakin akan kecurigaan dari dirinya. Deni melakukan perselingkuhan di belakang Nia. Tapi itu hanya perasaan dari Nia saja, tidak ada bukti kuat yang bisa menguatkan argumen dari hatinya tersebut. Hingga Nia harus bisa mencari bukti lain untuk benar-benar bisa mencari tahu kebenaran dari apa yang dirasakan oleh dirinya sendiri.
__ADS_1
Tidak ingin Deni curiga, Nia segera kembali membawa handphone Deni masuk kedalam kamar. Namun saat akan membuka pintu kamarnya. Nia di kejutkan dengan kemunculan dari seorang Deni di depan pintu masuk kamarnya. Nia pun begitu terkejut dengan kehadiran dari seorang Deni. Hingga Nia begitu panik akan kemunculan dari Deni yang tiba-tiba tersebut.
"Kenapa kamu bawa handphone aku?" tanya Deni dengan wajah kesalnya.
"Tidak! Aku cuman ingin meminjam paket internet kamu. Paket internetku sudah habis. Oleh sebab itu aku pinjam handphone kamu untuk mendapatkan paket data." jawab Nia dengan begitu gugupnya.
Deni merebut handphone miliknya dari tangan Nia. Dia melakukan pemeriksaan terhadap handphone miliknya. Benar saja kecurigaan dari Deni, Nia tidak melakukan peminjaman paket data. Melainkan membuka beberapa aplikasi pesan di handphone milik Deni.
Deni sontak marah dengan kebohongan dari Nia tersebut. Hingga Nia begitu ketakutan dengan amarah yang di perlihatkan oleh seorang Deni pada dirinya. Nia pun perlahan mulai menangis dengan sikap kasar dari seorang Deni.
Bella pun seketika menangis mendengar suara bentakan dari seorang Deni tersebut. Dia merasa apa yang dilakukan oleh Deni pada Nia sangat kasar. Hingga Bella harus mendengar amarah dari seorang Deni. Amarah yang membuat Bella teringat masa-masa kelam saat masih bersama dengan Bio.
Deni menyesali ucapan kasarnya pada seorang Nia. Tak hanya membuat istrinya tersebut menangis. Tapi apa yang diucapkan oleh Deni, juga membuat seorang Bella kembali pada ingatannya. Ingatan kelam akan kekerasan yang di lakukan oleh seorang Bio pada dirinya.
Deni juga harus dibuat dilema besar. Dia tidak tahu harus melakukan apa saat ini. Mungkin dia ingin menghibur Nia yang sedih oleh bentakan kasar yang di lakukan oleh dirinya. Tapi Deni juga tidak bisa membiarkan Bella terlalu lama bersedih mengingat masa lalu kelamnya.
__ADS_1
Deni yang lebih memprioritaskan seorang Bella. Akhirnya datang ke kamar Bella. Dia langsung memeluk Bella yang penuh dengan ketakutan. Bella menutup rapat kedua telinganya dengan telapak tangan. Kedua kakinya terus mendorong sprei besar yang berada di atas kasurnya. Air matanya juga mulai berjatuhan, diiringi dengan suara tangisan keras yang diucapkan oleh Bella.
Deni berusaha terus menenangkan Bella dengan sentuhan lembut yang dia berikan. Sentuhan yang akan membuat Bella merasa tenang. Deni juga tak lupa mengecup kening Bella. Memberikan sedikit energi positif untuk Bella. Hingga Bella bisa lebih tenang lagi di pangkuan seorang Deni.
"Semua baik-baik saja sayang. Semua baik-baik saja." ucap Deni yang terus memeluk erat Bella.
Nia yang juga terluka dengan bentakan yang di lakukan oleh Deni pada dirinya. Hanya bisa menangis dengan apa yang telah di lakukan oleh Deni pada dirinya. Mungkin dengan cara menangis itu, Nia bisa lebih sedikit tenang lagi. Tidak ada yang harus Nia khawatirkan, dia hanya perlu bersabar untuk apa yang terjadi pada dirinya.
"Kamu harus kuat Nia. Kamu harus sabar. Semuanya bisa kamu lewati dengan mudah. Tidak ada yang sulit Nia." ucap Nia di dalam hatinya.
Nia yang menangis di ruang tamu. Terdengar oleh kedua anaknya yang bangun saat Nia dan Deni adu mulut. Kedua anak Nia itu, langsung menghampiri Nia untuk sekedar menghibur Nia. Mungkin dengan hiburan dari Love dan Brian. Nia bisa semakin kuat, dia bisa lebih sabar lagi dalam menghadapi sikap Deni yang terkadang di luar kendali.
Nia memeluk kedua anaknya yang terus memberikan semangat untuk Nia. Sehingga Nia bisa semakin kuat lagi dengan apa yang terjadi. Nia pun bahagia dengan apa yang di berikan oleh kedua anaknya tersebut. Hingga Nia bisa kembali tersenyum dengan semua masalah yang di hadapi oleh dirinya.
Love mengusap air mata yang menetes di wajah Nia. Dia memberikan sebuah cinta pada Nia. Meminta ibunya tersebut untuk tidak bersedih lagi. Love akan sedih jika ibunya kembali bersedih. Sehingga Love meminta Nia untuk terus tersenyum seperti sediakala. Seperti saat Nia tidak memiliki masalah apapun. Nia pun mulai bisa tersenyum dengan begitu lebarnya. Dia kembali bahagia dengan apa yang ada.
__ADS_1