
Nia yang mengira pertemuan itu hanya akan di isi oleh dirinya dan Hellen. Nampak begitu antusias akan undangan pertemuan dari Hellen tersebut. Dia terlihat tak sabar untuk bertemu dengan sahabat semasa SMAnya tersebut. Hampir cukup lama, Nia dan Hellen tidak pernah bertemu kembali. Terakhir kali pertemuan itu terjadi di reuni tahunan sekolah yang di gelar beberapa tahun yang lalu.
Tidak ingin ribet, Nia tidak membawa kedua anaknya dalam pertemuan dengan Hellen tersebut. Nia khawatir, akan kedua anaknya akan menggangu pertemuan dirinya dengan Hellen yang di gelar di kafe tersebut. Apalagi Hellen juga tidak membawa anaknya. Hingga tidak etis, jika Nia membawa kedua anaknya untuk bersama Hellen.
Nia yang lebih dulu tiba di tempat pertemuan. Langsung memesan makanan dan minuman untuk dirinya. Apalagi pertemuan itu gi gelar di jam makan siang. Saat di mana cacing di perut Nia sudah berdemo untuk segera mendapatkan jatah makan mereka dari Nia.
Menu makanan berat di pesan oleh Nia untuk membuat dirinya bisa kenyang di siang ini. Salah satunya adalah spaghetti carbonara yang di kenal sebagai menu makan siang dengan karbohidrat yang tinggi. Dengan karbohidrat yang tinggi, di harapkan Nia akan kenyang untuk waktu yang lama.
Sementara untuk minumnya, Nia hanya memesan jus mangga. Nia rasa itu cukup untuk menetralisir dari spaghetti yang dia santap. Segelas jus mangga rasanya cukup untuk membuat Nia.
15 menit pesanan dari Nia itu di buat, akhirnya seorang pelayan perempuan mengantarkan makanan dari Nia. Aroma spaghetti yang cukup lezat, seketika langsung membuat Nia ingin segera mencoba rasa spaghetti tersebut. Di tambah jus mangga yang memiliki aroma yang khas serta warna yang menggoda. Nia semakin ingin segera menyantap makanan dan minuman yang dia pesan tersebut.
Rasa lapar dari Nia, seakan melupakan Hellen yang belum datang. Nia dengan lahapnya menyantap spaghetti carbonara yang sudah ada di hadapannya. Dalam tempo yang cukup singkat, Nia menghabiskan spaghetti itu. Segelas jus itu juga langsung Nia seruput habis. Nia begitu kenyang usai menyantap spaghetti yang dia pesan tadi.
Hellen akhirnya tiba, namun Hellen datang dengan seorang Danielle. Nia yang tidak menyukai keberadaan dari Danielle langsung mencoba pergi dari kafe tersebut. Dia rasa Hellen sengaja ingin menjebak dirinya untuk bertemu dengan Danielle. Padahal Hellen tahu, Danielle berusaha untuk mendekati Nia.
"Nia jangan pergi dulu, gue mohon." Pinta Hellen menahan tangan Nia.
__ADS_1
"Buat apa gue di sini? Apalagi ada laki-laki yang tidak sopan ini." Jawab Nia dengan begitu kesalnya.
"Danielle ketemu dengan gue tadi, dia tidak ada maksud untuk bertemu dengan loe di sini. Gue cuman ingin mengobrol dengan loe. Masa loe gak mau sih Ni." Ucap Hellen.
Melihat wajah Hellen yang begitu harap. Nia yang sempat emosi pun akhirnya melunak kembali. Dia duduk kembali di kursi. Sementara Hellen dan Danielle duduk di kursi di samping kiri dan kanan Nia. Sekalipun Nia nampak tak nyaman dengan keberadaan dari seorang Danielle di samping kanannya. Namun demi menghargai seorang Hellen. Nia akhirnya rela duduk berdampingan dengan seorang Danielle yang beberapa hari lalu menyebabkan dirinya dan Deni bertengkar.
Untuk mencairkan suasana, Hellen memanggil seorang pelayan untuk mencatat pesanan yang hendak di pesan oleh ketiganya. Pelayan yang sama kembali datang ke meja tempat Nia berada.
"Kalian mau pesan apa?" Tanya Hellen pada Danielle dan Nia.
"Aku juga tidak perlu." Lanjut Danielle.
Hellen heran pada Nia dan Danielle yang tidak kembali memesan makan. Lantas untuk apa mereka ke kafe jika tidak memesan makanan. Akhirnya Hellen memesan tiga makanan yang sama untuk ketiganya. Sehingga semuanya akan makan menu yang sama. Sekalipun Nia menolak untuk memesan kembali. Sebab dia merasa sudah cukup kenyang.
Menunggu pelayan itu kembali dengan pesanan dari Hellen berupa domba bakar. Hellen mulai menceritakan kehidupan dari dirinya yang kini mulai di sibukkan dengan pekerjaan kantor yang menumpuk. Sehingga dirinya tidak memiliki waktu yang cukup untuk meluangkan waktu pada suami dan anaknya.
Hellen yang seorang Alpha Female memang cukup sibuk di akhir-akhir ini. Tak heran dia tidak memiliki waktu yang banyak untuk anaknya. Sebagai seorang manajer di perusahaan besar, banyak waktu Hellen yang harus tersita oleh kegiatan kantor. Sebuah dilema yang harus melanda hidup seorang Hellen.
__ADS_1
Hellen yang bercerita panjang lebar, rasanya butuh kesegaran. Sehingga dia langsung meminum segelas orange jus yang dia pesan. Ketika sudah disajikan oleh pelayan tadi. Helen meminum dengan satu tegukan, hal yang sama yang sering di lakukan oleh dirinya ketika masih sekolah dulu.
Aksi Hellen itu, kembali mengingatkan kenangan ketika sekolah dulu. Nia yang awalnya cemberut dengan keberadaan dari Danielle. Kini mulai tersenyum lebar saat Hellen kembali mengulas masa sekolah dulu.
Apalagi Hellen mengulik kebiasaan buruk dari setiap siswa terdahulu, seperti Nia yang pernah lupa memakai ****** ***** setelah buang air besar. Hingga Nia yang langsung malu-malu dengan pembukaan aib yang di lakukan oleh Hellen tersebut.
Tak hanya Nia yang pernah melakukan tindakan jorok ketika bersekolah dulu. Danielle juga pernah tertangkap basah oleh Hellen sedang mengupil di ruang kelas. Lebih parahnya lagi, Danielle menempelkan upilnya tersebut ke bangku kelas..
Kenangan itu kembali mengingatkan akan Nia yang pernah menduduki bangku yang di penuhi dengan upil. Nia jadi curiga, Danielle adalah pelaku utama dari kesialan yang di dapat oleh Nia tersebut.
Danielle yang di kenal seorang pria tampan dan dingin. Tentu menolak mengakui aksi joroknya tersebut. Hingga Danielle terus berkelak dari tuduhan seorang Nia. Danielle tetap tidak mengakui aksinya tersebut. Sekalipun Hellen sudah sangat jelas mengatakan jika Danielle melakukan itu, namun Danielle terus mengelaknya. Dia mengatakan tidak melakukan itu.
Danielle akhirnya mengakui perbuatannya saat Hellen menunjukkan photo dimana Danielle sedang menempelkan upilnya pada sebuah kursi. Terlihat Danielle begitu asyik menempelkan upil itu ke kursi yang menjadi tempat Nia duduk.
Nia langsung memukuli tubuh Danielle. Ternyata yang membuat malu saat itu adalah pacarnya sendiri. Pacar yang dulu Nia begitu cintai dengan sepenuh hatinya.
Danielle dan Nia pun kembali akrab lagi. Apalagi saat Danielle dengan berani membersihkan sisa kotoran yang ada di area bibir Nia. Sisa kotoran dari spaghetti carbonara yang masih menempel di area bibir Nia. Danielle dengan lembut membersihkan area bibir Nia dengan begitu lembutnya. Hingga Nia nampak tak kuat melihat wajah Danielle yang begitu tajam menatap dirinya.
__ADS_1