Oktrouble

Oktrouble
Kecemburuan Deni Pada Danielle


__ADS_3

Deni nampak begitu lahap menyantap jatah makan siangnya. Beberapa menu makan siang Deni makan, seperti ayam, tempe, tahu serta sambal pastinya. Menu ini merupakan menu yang paling Deni sukai. Tak heran dia menyantap makan siang di hari ini sampai habis.


Selesai makan siang, Deni awalnya ingin melanjutkan untuk menemui salah seorang pasiennya. Namun sebuah nomor tak di kenal mengirimkan sebuah gambar yang memperlihatkan kebersamaan dari Nia dengan Danielle di sebuah kafe. Satu persatu photo itu Deni lihat. Hingga satu photo ketika Danielle menggenggam tangan Nia, langsung membuat Deni marah besar pada Nia dan Danielle.


Deni yang sudah merapikan piring bekas makan siangnya. Dengan penuh amarah melempar piring itu dengan begitu kerasnya. Seketika piring yang terbuat dari keramik itu pecah.


Beberapa staf di tempat Deni bekerja langsung menghampiri ruangan Deni. Mereka penasaran apa yang terjadi pada Deni, hingga terdengar suara pecahan piring. Namun bukannya di sambut baik oleh Deni. Beberapa staf itu langsung di usir Deni dengan begitu kasarnya. Deni meminta semuanya pergi dari ruangan Deni.


Beberapa staf itu akhirnya pergi meninggalkan ruang kerja Deni yang berantakan dengan pecahan piring keramik. Mereka begitu ketakutan melihat ekspresi marah seorang Deni yang begitu menyeramkan. Di tambah dengan suara Deni yang begitu keras saat mengusir para staf itu. Semakin membuat mereka takut untuk menghampiri Deni.


Hati Deni yang sudah panas, langsung mendatangi kafe tempat pertemuan Nia dengan Danielle. Deni membawa miliknya dengan kecepatan yang begitu tinggi. Hingga tak jarang, Deni hampir menabrak mobil dan motor yang ada di jalanan.


Tiba di kafe itu, Deni langsung mencari keberadaan dari Nia dan Danielle. Nia yang lebih dulu pergi dari kafe, tak bersua dengan Deni. Hanya ada Danielle yang nampak asyik menghirup rokok elektriknya. Sementara Nia sudah dulu pergi meninggalkan Danielle.


Tak ada Nia, Danielle pun jadi sasaran amukan seorang Deni. Tanpa ampun dua pukulan langsung di sarangkan Deni ke bagian wajah dari Danielle. Hingga Danielle harus tersungkur jatuh dari tempatnya berada.


"Jangan pernah ganggu istri saya. Jika kamu masih berusaha mendekati istri saya. Bukan tidak mungkin saya akan melakukan hal yang lebih pada kamu. Saya tidak peduli kamu siapa." Ancam Deni dengan begitu tegas.

__ADS_1


Roy yang masih berada di kafe itu. Hanya tertawa melihat Deni dan Danielle yang bertengkar. Mungkin ini momen yang paling langka yang harus di saksikan langsung oleh Roy. Melihat dua lawannya saling berseteru merebut perempuan yang sama.


Danielle tak melawan apa yang di lakukan oleh Deni. Dia menerima semua pukulan yang Deni layangkan kepada wajahnya. Mengingat Deni melakukan itu sebab Danielle memang berusaha mendekati Nia. Danielle mengakui salah, hingga dia hanya bisa terdiam dengan tonjokan yang di lakukan oleh Deni kepada dirinya.


Deni kini tinggal mengklarifikasi pada seorang Nia. Tentu Deni butuh jawaban pasti dari seorang Nia. Mengingat apa yang Nia lakukan sudah tidak pantas. Itu sudah melanggar perjanjian pernikahan keduanya. Di mana Nia sudah bertemu dengan seorang pria tanpa sepengetahuan dari Deni.


Deni tak mungkin memarahi Nia di sekolah. Deni menunggu Nia di rumahnya. Sebab sebentar lagi Nia akan datang ke rumah dari sekolah Brian dan Love. Hingga Deni bisa menanyakan semua photo itu langsung di rumahnya. Tanpa harus ada orang lain yang tahu.


Deni duduk di depan rumahnya dengan perasaan yang penuh amarah. Dia tak sabar untuk menanyakan maksud photo Nia dengan Danielle. Photo yang begitu dekat. Dimana Danielle bisa memegang tangan Nia seperti layaknya sepasang kekasih.


Tak ingin Brian dan Love melihat dirinya memarahi Nia. Deni meminta Love dan Brian untuk masuk ke dalam kamar masing-masing. Sebenarnya Love tidak ingin masuk, namun satu bentakan dari Deni. Akhirnya membuat Love ikut bersama Brian masuk ke dalam kamarnya.


"Kamu bisa gak, jangan pernah membentak anak kita. Kamu seorang psikiater. Harusnya kamu tahu akan psikis anak-anak kamu sendiri." ucap Nia dengan tegas.


"Tidak! Sebab kamu sebagai seorang Ibu saja, kamu tidak becus untuk menjaga kehormatan kamu sendiri." jawab Deni dengan nada tinggi.


"Apa maksud kamu?" tanya Nia bingung.

__ADS_1


Deni langsung menunjukkan beberapa photo Nia yang bersama dengan Deni di kafe. Terutama photo ketika Deni menggenggam tangan Nia di atas meja.


"Kamu bisa jelaskan semua photo ini?" tanya Deni.


"Aku bisa jelaskan itu Den, semua itu tidak seperti yang kamu duga." ucap Nia.


"Terus apa?" tanya Deni dengan tegas.


"Itu hanya salah paham Den. Aku cuman bertemu dengan dia untuk mengetahui perkembangan kasus Bio. Aku sempat ingin meminta izin pada kamu. Tapi dia bilang, dia sudah izin sama kamu. Makanya aku mau untuk bertemu dengan dia." Jelas Nia dengan begitu tegasnya.


Deni tertawa mendengar penjelasan dari Nia tersebut. Dia tak menerima semua penjelasan dari Nia itu. Baginya, apa yang Nia ucapkan hanya omong kosong belaka. Deni tak mempercayai semua ucapan dari Nia. Deni begitu kecewa akan Nia yang di anggap telah bermain mata dari Deni.


Tak terima dengan ucapan dari Deni. Nia berusaha menjelaskan jika dirinya tak berselingkuh dari Deni. Nia hanya bertemu dengan Danielle untuk membahas perihal kasus dari Bio. Tidak lebih, bahkan Nia yang mengakhiri pertemuan itu.


Omongan dari Nia sudah tidak di percaya oleh Deni. Semua ucapan dari Nia adalah omong kosong belaka bagi seorang Deni. Deni terlanjur percaya dengan photo yang di kirim Roy kepadanya. Tanpa pernah melihat dari sudut lain. Deni yang gelap mata, memilih pergi meninggalkan rumahnya. Dia ingin menenangkan dirinya terlebih dahulu. Apalagi Deni ingin bisa lebih tenang, usai melihat kenyataan pahit yang dia dapatkan. Kenyataan yang hampir membuat kepercayaan dari dirinya pada Nia hilang sebagai seorang suami.


Nia menangis hebat melihat Deni yang pergi begitu saja. Nia kecewa pada Deni yang tak mau mendengar penjelasan dari seorang Nia. Padahal Nia bisa menjelaskan semua photo yang ada tersebut. Tapi Deni malah memilih pergi, Deni memilih untuk pergi sebagai penyelesaian masalah dirinya dengan Nia.

__ADS_1


__ADS_2