
Mira masih cukup penasaran dengan sosok Deni yang pernah mengisi hatinya. Mira semakin ingin bertemu dengan Deni yang membuat dirinya begitu rindu akan senyuman seorang Deni. Mira terlihat begitu bahagia saat membawa mobilnya menuju tempat praktek Deni. Padahal Mira tahu, Deni sudah memiliki istri dan anak. Tapi Mira tetap ingin berdekatan dengan Deni, melupakan semua kenyataan yang ada. Melupakan jika seorang Deni sudah memiliki anak dan istri.
Mira tiba di depan tempat praktek Deni. Tapi Mira ragu-ragu untuk turun dari mobilnya. Dia tak bisa membayangkan apa yang akan dia ucapkan saat bertemu dengan Deni nantinya. Dia masih cukup bingung untuk mengatakan apa yang hendak dia ucapkan. Obrolan apa yang akan di buat dengan Deni. Mira rasanya sudah tidak memiliki obrolan yang bisa di buat dengan Deni.
Tapi apa dia akan pulang kembali ke rumah, padahal Mira sudah jauh dari rumahnya untuk bertemu dengan Deni. Tapi apa alasan seorang Mira datang ke Deni. Dia tidak sedang berada dalam gangguan mental seperti yang di alami oleh pasien Deni. Mira baik-baik saja. Sehingga Mira tida memiliki alasan yang tepat untuk datang ke tempat praktek seorang Deni.
__ADS_1
Mira terus berpikir cara yang bisa di gunakan oleh dirinya datang ke tempat praktek Deni di hari ini. Namun ide itu tiba-tiba hadir dengan sendirinya, saat Deni datang menghampiri Mira yang masih berada di dalam mobilnya. Mira yang terkejut dengan kedatangan dari Deni yang tiba-tiba tersebut, di buat tak karuan dengan apa yang di lakukan oleh Deni.
Mira keluar dari dalam mobilnya dengan perasaan gugup. Dia tak mampu menatap wajah Deni yang begitu penasaran dengan kedatangan dari dirinya di hari ini. Kebetulan saat itu Deni juga baru datang ke tempat prakteknya. Sehingga Mira dan Deni berpapasan di tempat parkir yang berad di depan tempat praktek Deni.
"Mir, kalau boleh tahu ada urusan apa kamu datang ke tempat praktek aku?"
__ADS_1
Deni begitu menantikan jawaban dari seorang Mira. Hingga Mira pun dituntut untuk segera menjawab pertanyaan dari Mira tersebut. Namun Mira tak kunjung menjawab pertanyaan dari Deni. Hingga Deni pun kembali menanyakan apa yang hendak di lakukan Mira di tempat prakteknya.
"Ada keperluan apa Mir?"
Akhirnya Mira pun menemukan jawaban yang di minta oleh Deni. Dengan segera Mira mengatakan jika dirinya ingin berkonsultasi dengan Deni. Perpisahan Mira dengan mantan suaminya terdahulu, telah membuat Mira sedikit mengalami trauma. Apalagi Mira juga mendapat kekerasan dari mantan suaminya tersebut. Hingga Mira butuh konsultasi dengan Deni yang merupakan seorang psikiater. Mira berharap Deni akan menjadi teman curhat Mira dalam melampiaskan kekesalannya pada mantan suaminya tersebut.
__ADS_1
Deni pun akhirnya tahu tujuan dari Mira dayang ke tempat kerjanya. Deni pun langsung mengajak Mira masuk kedalam ruang kerjanya. Mungkin sebelum Mira akan melakukan konsultasi dengan Deni, Mira harus menyelesaikan administrasi yang harus di lakukan oleh Mira.
Dengan penuh perhatian Deni membimbing seorang Mira untuk dapat melakukan pengisian beberapa dokumen. Hingga Mira bisa melakukan itu dengan baik, tidak salah sama sekali. Padahal ada banyak dokumen yang harus Mira isi. Dia bisa mengisi dokumen itu dengan begitu baik dan benar. Sesuai dengan arahan dari seorang Deni.