
Dengan pendekatan yang super lembut yang ditunjukkan oleh Deni pada Gina. Secara perlahan Gina mulai mau untuk berbicara pada Deni. Dirinya juga tak segan untuk bercerita banyak hal pada Deni. Perlahan namun pasti, Deni sukses membuat Gina mulai sembuh dari trauma yang dialaminya.
Siang ini Gina kembali aktif beraktivitas. Dirinya begitu gembira bermain game online di ponsel. Beberapa kali kemenangan yang didapat oleh Gina, membuatnya begitu bahagia. Sehingga perlahan Gina mulai melupakan keinginannya untuk menemui orangtuanya.
Deni menghampiri Gina dengan membawa sebuah toples berisi kue kering.
"Boleh saya duduk disamping kamu?" Tanya Deni dengan full senyum.
"Boleh-boleh. Silakan duduk disamping saya." Jawab Gina sambil tersenyum-senyum usai memenangi permainan.
"Bermain game apa? Sepertinya seru sekali?" Tanya Deni kembali sambil duduk disamping Gina.
"Saya tidak tahu pak. Tapi saya selalu berhasil memenangkan pertandingan di game ini." Ujar Gina semakin nyaring tertawa.
"Berarti kamu jago banget dong. Bisa menang terus." Ucap Deni mengelus rambut Gina.
Sebelum Gina memainkan game tersebut. Deni sudah menyeting game itu dengan level rendah. Sehingga Gina bisa dengan mudah memenangkan setiap pertandingan yang ada. Ini cara therapy yang dilakukan oleh Deni. Dimana dengan begitu, Gina akan bisa terus bahagia. Sehingga bisa menghasilkan dopamine yang semakin tinggi.
"Kamu sudah makan siang?" Tanya Deni.
__ADS_1
"Belum. Saya belum lapar. Nanti saja, kalau saya sudah lapar. Saya pasti mencari bapak untuk meminta makan siang." Jawab Gina.
Deni tersenyum mendengar ucapan Gina. Tetap dengan sentuhan lembutnya. Deni berusaha membuatnya semakin dekat dengan Gina. Sehingga Deni bisa membuat Gina lebih cepat dalam proses pemulihan pasca trauma yang dialaminya.
Deni kembali ke ruang kerjanya. Kembali menganalisa informasi perihal Gina. Deni kembali melihat silsilah keluarga Gina. Tujuan Deni untuk mengetahui apakah keluarga Gina pernah mengalami depresi seperti yang Gina alami saat ini.
Satu persatu anggota keluarga Gina, Deni telusuri. Hingga Deni menemukan sebuah fakta baru. Gina ternyata adalah keponakan dari seorang Mira, yang dulunya adalah mantan kekasih Deni sewaktu kuliah. Tanpa alasan yang jelas, Mira memilih pergi meninggalkan Deni. Walaupun Deni masih cukup sayang pada Mira saat itu.
Deni terus menelusuri sosok Mira tersebut. Hingga benar, bibi dari Gina tersebut adalah mantan pacar Deni terdahulu. Deni pun semakin penasaran akan sosok Mira saat ini.
Deni kembali menghampiri Gina yang masih asyik bermain game. Dengan teriakan-teriakan khas remaja kala bermain game online. Gina membuat suasana taman pun menjadi riuh. Gina yang cukup ekspresif, meluapkan emosinya pada permainan game yang dimainkan.
"Saya belum lapar pak. Jadi buat apa bapak kesini?" Usir Gina.
Deni duduk disamping Gina.
"Saya tidak ingin menawarkan kamu makan." Tegas Deni.
"Terus bapak mau ngapain datang kesini?" Tanya Gina kembali tetap fokus pada permainan game online yang dimainkan.
__ADS_1
"Saya boleh tanya sesuatu sama kamu?" Pinta Deni.
"Tanya apa? Tanyakan saja pak." Tawar Gina.
"Apakah Mira bibi kamu masih tinggal disini?" Tanya Deni.
Mendengar kata Mira. Gina langsung mengehentikan permainan game online yang sedari tadi ia mainkan. Kemudian menaruh handphone pintarnya diatas bangku tempatnya duduk. Perlahan ekspresi wajahnya berubah menjadi murung.
"Ada apa dengan kamu?" Tanya Deni sedikit panik.
Gina tanpa bersuara, tiba-tiba mengeluarkan air mata dengan begitu derasnya.
"Gina jawab! Kamu baik-baik saja." Ujar Deni.
Kepanikan Deni ternyata hasil ilusi saja. Sebab sebenarnya Gina hanya berpura-pura saja. Gina kembali tampil ceria sambil tertawa melihat ekspresi ketakutan dari Deni. Deni sedikit kesal, tapi cukup dengan senyum simpul yang Deni berikan untuk melampiaskan sedikit kekesalannya pada Gina tersebut.
Deni menggelitik tubuh Gina. Dia meminta Gina menjawab keberadaan Mira saat ini. Pasalnya Deni cukup penasaran dengan mantan kekasihnya tersebut.
Tak tahan dengan gelitikan yang dilakukan oleh Deni. Akhirnya Gina memberi informasi akan keberadaan Mira. Ternyata Mira saat ini tinggal di Spanyol bersama suami bulenya. Hampir 5 tahun Gina sudah menetap di Madrid.
__ADS_1
Sedikit terbayarkan rasa penasaran akan keberadaan Mira saat ini. Tetapi Deni tetap penasaran dengan sosok Mira saat ini. Sebab dulu Deni begitu terpesona akan kecantikan Mira yang natural. Sehingga Deni suatu hari berharap bisa bertemu dengan Mira.