Oktrouble

Oktrouble
Deni Memberikan Undangan Ulang Tahun Gina Pada Nia


__ADS_3

Nia menyambut kepulangan Deni dengan senyum merekah. Dia menyapa Deni, sebelum menggandeng tangan Deni masuk ke dalam rumah mereka. Nia juga memijat tangan Deni, saat dia rehat sejenak di atas sofa miliknya. Memberikan sentuhan terbaiknya yang membuat Deni semakin merasa di buat seperti seorang raja.


"Kamu mau minum apa?" tanya Nia.


"Air putih saja." jawab Deni dengan wajah lesuhnya.


Nia tersenyum, memberikan semangat untuk Deni. Dia ingin Deni kembali semangat seperti semula. Hingga dia memberikan senyuman manis pada Deni. Sebelum Nia mengambil segelas air putih untuknya. Deni menarik tangan kanan Nia, mengucapkan terima kasih atas cinta dan dedikasi Nia sebagai seorang istri.


"Terima kasih sayang." ucap Deni.


Mendengar Deni mengucap kata sayang, rasanya melayang hati Nia. Deni bukan seorang yang romantis. Kejutan di malam kemarin saja, rasanya seperti bukan Deni yang sebenarnya. Pasalnya Deni memang pria yang tidak romantis seperti pria lainnya. Makanya Nia terasa melayang, saat Deni menunjukkan bagaimana dia bersikap begitu romantis terhadap dirinya.


Tanpa mengucapkan sepatah kata pun. Nia hanya membalas senyuman dari Deni itu dengan senyuman manis. Baginya itu cukup untuk membalas apa yang telah Deni ucapkan. Nia begitu bahagia dengan semua sikap Deni yang telah berubah tersebut.


Nia terus tersenyum saat menuangkan air putih yang Deni minta. Dia merasa Deni memang sudah benar-benar berubah. Dari sosok pria yang acuh, kini perlahan berubah menjadi pria yang lemah lembut dan romantis. Wajar jika seorang Nia merasa beruntung berada di fase saat ini bersama Deni. Sebab Deni benar-benar menunjukkan cintanya pada Nia.

__ADS_1


Saking tidak fokusnya seorang Nia ketika menuang air putih dari teko ke gelas. Sampai air yang dituang oleh Nia meluber dari gelas tersebut. Nia tertawa sendiri saat melihat air itu meluber, dia merasakan perasaannya yang cukup tak karuan. Apalagi setelah Nia melihat sikap lembut yang di tunjukkan oleh Deni. Nia semakin di buat tak karuan.


Deni yang mendengar suara Nia yang tertawa sendiri. Langsung melih apa yang telah terjadi pada Nia. Namun saat Deni melihat air yang Nia meluber, Deni langsung ikut tertawa juga. Deni secara perlahan menghampiri Nia yang terus mengelap air yang meluber tersebut.


"Kenapa bisa meluber seperti ini?" tanya Deni sedikit tertawa.


"Entah, kadang aku juga tidak paham akan hal ini." jawab Nia ikut tersenyum.


"Boleh aku minum airnya?" tanya Deni kembali.


"Boleh." Nia menyodorkan gelas berisi air tersebut.


Nia semakin salah tingkah saat Deni mulai menatap dirinya dengan wajah yang begitu segarnya. Apalagi tatapan yang Deni lakukan, nampak begitu tajam. Hingga Nia benar-benar di buat salah tingkah dengan apa yang Deni lakukan kepada dirinya.


"Kamu ingin makan sekarang?" tanya Nia yang terlihat malu-malu kucing.

__ADS_1


"Sepertinya aku akan makan nanti saja. Saat makan malam, bersama Love dan Brian juga." jawab Deni.


Nia seolah kehabisan topik pembicaraan. Hingga Nia tak bisa mengucapkan kalimat apapun lagi pada Deni. Nia terlihat begitu bingung untuk mengucapkan kata-kata lainnya pada Deni. Apalagi Deni yang terus menatap dirinya dengan begitu tajamnya. Nia semakin terlihat gugup.


Untung saja, Deni memiliki topik pembicaraan baru. Hingga Nia tidak semakin gugup dengan tatap dari seorang Deni.


"Aku ada sesuatu buat kamu." ucap Deni.


"Sesuatu apa?" tanya Nia penasaran.


Deni merogoh saku celananya, memberikan pada Nia sebuah undangan kecil yang Gina berikan kepadanya.


"Mantan pasienku ulang tahun, dia mengundang kita untuk pergi kesana." jawab Deni menyodorkan kartu undangan tersebut.


"Kapan pestanya berlangsung?" tanya Nia kembali menerima surat undangan tersebut.

__ADS_1


"Minggu depan." jawab Deni.


Nia mulai membaca surat undangan yang di berikan Deni kepadanya. Sepertinya Nia tidak memiliki acara apapun di minggu depan. Hingga Nia berkesempatan untuk hadir dalam acara ulang tahun tersebut. Tentu hadir bersama Deni dan dua malaikat kecilnya.


__ADS_2