
Wajah Brian nampak terlihat masih begitu pucat. Dia tidak terlihat baik-baik saja saat. Ada sedikit masalah kesehatan yang masih terlihat di wajahnya. Hingga Brian tidak seperti biasanya. Dia masih cukup sakit untuk dapat terlihat baik-baik saja.
Love mencoba membantu Brian berjalan menuju gerbang sekolah. Menunggu ibu mereka menjemput ke sekolah. Love terlihat begitu panik melihat wajah Brian yang semakin pucat. Dia berpikir Brian akan semakin buruk lagi dengan apa yang ada. Sehingga Love meminta Brian untuk duduk terlebih dahulu di pos sekuriti, menunggu Nia datang menjemput mereka berdua.
Pak Amir yang merupakan sekuriti sekolah, mempersilakan Brian untuk beristirahat di tempat dia bertugas. Sehingga Love langsung membawa Brian masuk kedalam pos jaga, tempat pak Amir menjaga sekolahnya.
Pak Amir memberikan segelas air putih pada seorang Brian. Mungkin dengan air putih itu, Brian bisa lebih sedikit tenang. Mengingat Brian terlihat begitu gemetar, efek panas tinggi yang ada di badannya. Brian terlihat kurang enak badan.
__ADS_1
Pak Amir langsung terkejut saat memeriksa kondisi tubuh Brian. Panas Brian begitu tinggi, sehingga pak Amir meminta Love untuk mengambil obat demam di UKS. Mungkin dengan obat itu, panas Brian akan bisa sedikit turun.
Love langsung menuruti permintaan pak Amir. Dia segera bergegas ke UKS untuk mengambil obat yang di minta oleh pak Amir. Obat yang bisa menurunkan demam dari Brian yang begitu tinggi.
Love menghampiri Bu Aini yang merupakan penjaga UKS. Dengan suara ngos-ngosan, Love meminta obat demam tersebut pada bu Aini. Tanpa pikir panjang, bu Aini pun memberikan obat penurun demam itu pada Love. Sehingga Love langsung membawa obat itu pada pos sekuriti.
Beberapa menit pasca meminum obat tersebut. Brian kembali merasa pusing yang teramat, hingga Brian akhirnya jatuh pingsan. Love begitu panik dengan kondisi dari adiknya tersebut. Dia mencoba membangunkan Brian yang tak urung sadarkan diri.
__ADS_1
Pak Amir yang juga panik, lantas membawa tubuh Brian menuju UKS. Mungkin dengan berada di UKS, Brian akan lebih baik lagi. Sehingga Brian akan mendapatkan pertolongan yang lebih maksimal.
Bu Aini terlihat begitu panik saat melihat tubuh Brian yang terlihat begitu lemas. Bu Aini pun langsung melakukan pemeriksaan terhadap Brian. Bu Aini memang bukan seorang dokter, tapi dia tahu gejala apa yang tengah di rasakan oleh seseorang melalui instingnya.
Panasnya badan seorang Brian, sudah bisa di pastikan jika Brian terkena demam. Hingga Bu Aini pun langsung membalurkan minyak angin untuk membuat tubuh Brian lebih hangat lagi.
Perlahan Brian mulai kembali siuman. Namun wajahnya masih terlihat begitu pucat. Hingga bu Aini meminta Brian untuk beristirahat beberapa saat di dalam UKS. Tapi Brian menolaknya. Dia ingin pulang bersama Love, kembali menunggu Nia di depan gerbang sekolah.
__ADS_1
Brian mungkin melakukan itu untuk membuat Nia tidak curiga dengan rasa sakit yang di rasakan. Sehingga Brian bisa tetap terlihat baik-baik saja di depan Nia dan Deni. Sebab Brian berpikir Nia dan Deni akan ribut, jika tahu Brian sakit. Sama halnya ketika Love sedang sakit, keduanya ribut.