
Sebuah dress menerawang bagian tubuh Nia, terlihat begitu cantik di kenakan di tubuh Nia yang masih terlihat begitu seksi. Penampilan Nia itu semakin sempurna dengan sebuah jepitan berwarna biru yang menghiasi beberapa sisi rambutnya. Nia tampil cantik dengan penampilan barunya tersebut.
Nia tidak henti tersenyum saat menatap wajahnya di cermin kamar. Nia begitu cantik dengan apa yang dia kenakan di malam ini. Hingga Nia tak henti memuji dirinya sendiri yang memang terlihat begitu cantik di malam ini. Nia pun tak sabar untuk menunggu apa respon dari seorang Deni saat melihat penampilan dari dirinya malam ini. Akankah sebuah pujian datang pada Nia di malam ini?
Tak hanya Nia yang menyambut gembira makan malam bersama dengan Deni. Love pun begitu antusias untuk ikut dalam acara makan malam kali ini. Apalagi Deni menjanjikan sebuah kado untuk Love yang baru sembuh dari sakitnya. Hingga Love begitu penasaran dengan apa yang akan di berikan oleh Deni pada dirinya di malam ini.
Brian yang masih menggigil, terlihat begitu tidak bersemangat. Tapi Brian sadar, jika dia sakit akan ada keributan di rumahnya. Itu yang di khawatirkan oleh seorang Brian. Sehingga dia harus bersikap baik-baik saja di depan kedua orangtuanya. Mungkin cara itu adalah cara yang terbaik yang harus di pilih oleh Brian. Menghindari keributan yang mungkin terjadi di antara Deni dan Nia dengan kondisi Brian yang ada.
Brian pun terus memasang wajah ceria. Demi menghindari kecurigaan dari seorang Deni, maupun Nia akan kondisi dari dirinya yang sedang demam. Mungkin ini cara paling ampuh untuk membuat keluarganya tetap bahagia. Tanpa ada keributan yang terjadi di antara Nia dengan Deni.
Brian dan Love langsung mendekat ke arah Nia saat ibunya tersebut mendatangi kamar keduanya. Mereka terlihat bahagia dengan acara makan malam yang akan di gelar oleh Deni di restoran yang biasa mereka datangi tersebut. Apalagi Love yang akan mendapatkan sebuah hadiah, tentu itu adalah malam yang akan indah bagi seorang Love.
__ADS_1
Deni yang di tunggu akhirnya tiba. Suara klakson mobilnya langsung membuat semuanya gembira. Termasuk Brian yang sebenarnya sedang sakit. Tapi demi menghargai makan malam yang special tersebut. Brian pun memasang wajah ceria. Wajah yang sebenarnya sulit untuk di lakukan oleh Brian dengan kondisi sakit yang di rasakan oleh dirinya tersebut.
Deni langsung terkejut dengan penampilan dari Nia yang begitu cantik. Nia yang selama ini jarang merias diri, terlihat cantik dengan gaun menerawang yang di kenakan oleh dirinya. Hingga Deni terlihat begitu suka dengan penampilan Nia yang cantik tersebut.
"Kamu cantik banget malam ini sayang." ujar Deni mencium kening Nia.
Melihat keromantisan dari ibunya dan ayahnya tersebut. Brian begitu senang, sehingga Brian harus bisa menyembunyikan rasa sakit yang tengah menyerang dirinya. Brian harus menyembunyikan rasa sakitnya, agar Deni dan Nia tetap tersenyum seperti sediakala.
Tak berselang lama, semuanya pun masuk kedalam mobil. Semuanya sudah tidak sabar untuk segera tiba di restoran. Sehingga mereka akan menyantap makanan yang menjadi favorit mereka ketika makan di restoran tersebut.
Nia yang duduk di samping Deni, tak henti di buat tersipu oleh Deni. Deni yang kagum dengan kecantikan Nia di malam ini. Terlihat tak bisa menyembunyikan rasa kagumnya tersebut pada seorang Nia. Hingga pujain terus memborbardir seorang Nia dari Deni. Nia pun terlihat tersipu dengan pujian yang di berikan oleh Deni tersebut. Hingga Nia hanya bisa tersenyum dengan apa yang Deni ucapkan pada dirinya.
__ADS_1
Tiba di restoran, keromantisan tetap di tunjukkan oleh Deni pada seorang Nia. Nia yang kesulitan membuka seat belt miliknya, langsung di bantu oleh Deni dengan begitu baiknya. Hingga Nia tak bisa menahan senyumnya saat menatap wajah Deni yang terlihat begitu mempesona. Nia pun hanya bisa mengucapkan terima kasih atas apa yang telah di lakukan oleh Deni pada dirinya.
Deni juga terus menggandeng Nia dan Love menuju restoran. Deni benar-benar menunjukkan sisi romantis dirinya yang selama ini hilang. Deni benar-benar ingin kembali menunjukkan sisi romantis dari seorang Deni sebagai seorang suami. Begitu juga sisi maskulin Deni sebagai seorang ayah yang siap melindungi kedua anaknya.
Sebuah tempat khusus juga telah di pesan oleh Deni untuk makan malam ini. Hingga Deni dan keluarganya tidak akan bercampur dengan pengunjung lain. Dengan begitu Deni dan keluarganya bisa makan dengan suasana yang lebih nyaman lagi.
Dua orang pelayan pun sudah di persiapkan untuk mengantar setiap makanan dari seorang Deni. Kedua pelayan pria itu, sengaja Deni pesan khusus untuk mengantar setiap kebutuhan dari Deni dan keluarganya. Sehingga setiap Deni meminta sesuatu, kedua pelayan itu langsung sigap mengambil pesanan dari seorang Deni. Keberadaan dari dua pelayan itu sangat penting, bahkan sangat di butuhkan oleh seorang Deni. Mengingat terkadang Deni dan keluarganya membutuhkan tambahan menu untuk di santap.
Beberapa menu juga sudah di pesan oleh Deni. Hingga Nia dan kedua anaknya tidak harus lagi memesan menu makanan yang akan mereka pesan. Sebab Deni sudah mempersiapkan menu spesial yang siap di santap oleh Nia dan kedua anaknya.
Suasana makan malam itu benar-benar menjadi suasana yang mengesankan bagi keluarga Deni. Nia tak henti menebar senyum manisnya. Begitu juga dengan Brian yang semakin terlihat membaik dengan suasana cair yang di perlihatkan oleh Deni dan Nia.
__ADS_1
Sikap dewasa dari Brian juga di perlihatkan saat Love mendapatkan sebuah hadiah dari Deni. Hadiah itu merupakan permohonan maaf dari Deni akan sikap cuek yang di tunjukkan oleh Deni pada Love saat dia sakit. Deni pun memberikan sebuah boneka barbie mahal pada Love.