
Roy menyadari persoalan pelik yang tengah dihadapi oleh Bio. Dimana Bio mendapatkan 3 tuntutan dari 3 kasus yang tengah menerpanya. 2 kasus besar tentu tidak luput dari perhatian Roy. Kasus KDRT serta penyerangan terhadap Danielle menjadi kasus berat yang harus dilewati oleh Bio.
Roy tidak mungkin menggunakan jasa pengacara biasa saja dalam proses hukum yang akan dijalani oleh Bio. Perlu pengacara hebat yang kenyang pengalaman dalam menangani kasus besar. Mengingat kasus yang menjerat Bio kali ini berhadapan dengan orang-orang yang kuat juga. Sehingga Roy harus membuat tim pengacara yang kuat dalam melindungi Bio.
Perjalanan menuju rumah Romi kali ini tak biasanya. Sebab Roy hari ini ingin meminta saran dari Romi akan sosok pengacara yang akan membantu Bio dalam proses hukum yang akan dihadapinya. Romi sendiri adalah sahabat dekat dari Roy. Almarhum ayahnya dahulu adalah pengacara juga. Sehingga Roy bisa meminta koneksi dari Romi dalam memilih pengacara yang akan membela Roy di pengadilan.
Kebetulan hari ini Robi tidak pergi ke kantornya. Dia mengambil cuti dadakan untuk sekedar bereksperimen dengan sebuah minuman yang baru ia temukan. Jiwa pengusaha Romi masih tumbuh, walaupun gaji besar yang sudah dimilikinya. Namun ia masih ingin mencari sampingan untuk membuatnya semakin kaya lagi.
Dua gelas minuman berwarna biru muda hasil eksperimen dari Romi, dihidangkan pada Roy. Romi mengatakan minuman itu tidak berbahaya, sebab Romi telah mencicipinya.
Roy tetap ragu untuk meminum apa yang Romi hidangkan diatas meja. Ia tak yakin dengan minuman itu, meskipun Romi telah mencoba minuman itu. Tapi Roy tetap masih ragu untuk sekedar mencicipi minuman tersebut.
Keraguan Roy coba ditepis oleh Romi. Dihadapan Roy, Romi meminum sampai habis minuman yang ia buat. Tak ada dampak apapun dari yang Romi minum. Romi tetap dalam keadaan sehat seperti biasanya.
__ADS_1
Akhirnya Roy meminum apa yang Romi hidangkan untuknya. Sempat mencium terlebih dahulu aroma dari minuman itu. Roy dengan sekali tegukan meminum minuman tersebut.
Rasa kecut dari minuman itu, langsung membuat Roy meminta air putih. Roy membutuhkan air putih untuk menetralisir rasa kecut yang ada pada minuman tersebut. Ia tak kuat dengan asam yang nyaris kecut dari minuman tersebut.
"Apa bahan dasar minuman itu?" Roy terus meminum air putih yang ia minta dari Romi.
"Selasih, mangga muda dan bluberi. Aku pikir itu lezat." Romi menerangkan dengan begitu detailnya.
"Gue pikir itu ide yang cemerlang. Tidak ada minuman yang menggunakan mangga muda. Sehingga itu ide yang cemerlang. Aku pikir ini akan jadi sesuatu yang baru." Romi membantahnya.
"Terserah loe aja Rom. Tapi jujur gue gak suka sama sekali dengan minuman yang loe buat itu. Rasanya kecut banget." Roy semakin frontal memberikan kritik pada minuman Romi.
"Selera loe aja yang gak bagus. Ini sesuatu yang lezat Roy. Gue pikir anak muda bakal suka dengan minuman ini. Terlebih anak muda zaman sekarang suka banget sama minuman yang asam kayak mangga muda." Romi menjelaskan pada Roy sambil kembali meminum minuman yang ia buat.
__ADS_1
Tak ingin terlalu lama berdebat dengan Romi. Akhirnya Roy memilih jalan terakhir. Ia pun berbohong pada Romi akan minuman tersebut. Roy mengatakan minuman itu lezat, dan berpotensi menembus pasar internasional. Romi senang bukan kepayang dengan pujian yang diberikan Roy pada minuman hasil eksperimennya. Tak sekedar senang saja, ia juga langsung menjadi besar kepala dengan apa yang diutarakan oleh Roy pada minuman ciptaannya.
Romi sedang begitu bahagianya. Kesempatan emas untuk Roy mengobrol santai dengan Roy. Roy berharap dengan obrolannya bersama Romi. Ia akan mendapatkan informasi akan nama-nama pengacara handal yang bisa menolong Bio bebas dari penjara.
Roy menghela nafas panjang, melepaskan secara perlahan. Sebelum akhirnya Roy memulai pembicaraan penting dengan Romi.
"Apa loe masih ada daftar nama pengacara yang dulu menjadi rekan almarhum bokap loe Rom?" Roy memulai pembicaraan.
"Ada. Memangnya kenapa?" Romi balik bertanya pada Roy.
"Kakak gue sedang ada kasus. Dia sedang di tahan di kantor polisi. Gue harap pengacara handal dari kelurga loe, bisa bantu Kakak gue bebas dari kantor polisi." Roy memohon pada Romi.
"Gampang banget itu. Pengacara yang ada dalam daftar almarhum bokap gue, semuanya pengacara handal. Jadi loe gak usah khawatir. Kakak loe bisa secepatnya bebas dari jerat hukum yang akan membuat kakak loe di penjara." Romi berjanji pada Roy.
__ADS_1