
Tak hanya keluarga besar Sharon saja yang turut menangis atas kematian seorang Sharon. Namun beberapa teman sekelas dari Sharon, juga turut bersedih atas kepulangan Sharon ke tempat peristirahatan terakhirnya.
Mereka yang melayat ke rumah duka, di rumah Sharon. Tak henti menangis melihat kondisi Sharon yang sudah terbaring kaku di dalam sebuah peti. Mereka pun melampiaskan kesedihannya dengan mengenang kembali kebaikan dari seorang Sharon yang di kenal begitu banyak.
Satu persatu, teman-teman Sharon tersebut memberikan salam perpisahan untuk Sharon. Salam perpisahan yang akan mereka kenang untuk Sharon. Mereka pun begitu bahagia bisa memberikan salam perpisahan pada temannya tersebut.
Selesai memberikan salam perpisahan pada Sharon. Teman-teman Sharon itu pun mulai menenangkan ibu Sharon yang terlihat masih begitu sedih dengan kondisi dari Sharon. Ibu Sharon seakan masih belum bisa menerima kepergian dari Sharon yang baginya masih terlalu cepat. Itu yang membuat ibu Sharon masih belum percaya dengan Sharon.
Ayah Sharon pun meminta pemakaman seorang Sharon di percepat kembali. Mengingat cuaca yang mulai mendung di luar. Sehingga di khawatirkan akan turun hujan yang akan menghambat pemakaman dari Sharon nantinya.
Jenazah dari seorang Sharon pun mulai di bawa. Ibu Sharon yang masih terkejut dengan kepergian dari puterinya dengan bunuh diri. Masih terus menangis saat peti jenazah Sharon mulai di bawa ke pemakaman yang tak jauh dari kediamannya.
__ADS_1
Tangis ibu Sharon semakin menjadi-jadi. Saat peti jenazah Sharon mulai di masukan kedalam liang lahat. Dia benar-benar tidak menyangka akan kepergian dari puterinya tersebut. Hingga dia terus menangis dengan semua itu.
Satu persatu pekerja kuburan, mulai menutup peti jenazah Sharon dengan tanah. Lambat laun, peti jenazah Sharon pun tertutup oleh tanah sepenuhnya.
Satu persatu anggota keluarga dari Sharon mulai pergi meninggalkan makam dari Sharon. Tapi tidak dengan ibunya yang masih tidak percaya dengan kepergian dari puterinya tersebut. Dia masih tidak bisa menerima sepenuhnya kepergian dari Sharon.
Ibu Sharon bersimpuh di pelataran makam Sharon. Dia menyentuhkan jidatnya pada nisan seorang Sharon. Kemudian kembali menangis dengan begitu hebatnya. Dia tetap tak percaya jika Sharon telah pergi di dunia ini.
Di tengah rasa sedih yang menyelimuti dirinya. Ibu Sharon di kejutkan dengan kedatangan seorang Roy dengan pakaian kantornya. Roy menyapa ibu Sharon yang masih saja menangis di pusara makam Sharon. Hingga suara Roy sempat tak terdengar oleh ibu Sharon tersebut.
Ibu Sharon yang tak mengenali sosok dari Roy. Sempat terkejut dengan kedatangan dari Roy ke tempat pemakaman Sharon tersebut. Apalagi saat Roy tersenyum pada dirinya. Dia terlihat begitu tidak nyaman.
__ADS_1
Roy pun segera memperkenalkan dirinya pada ibu Sharon. Sehingga ibu Sharon pun mulai cukup akrab dengan Roy, pasca perkenalan diri yang di lakukan oleh Roy.
"Saya Roy, salah seorang pemilik perusahaan manufaktur di Jakarta. Saya turut berbelasungkawa atas kematian puteri ibu." ucap Roy dengan wajah sedihnya.
"Terima kasih atas ucapan belasungkawa yang anda ucapkan. Saya masih terpukul dengan kepergian dari Puteri saya. Rasanya begitu berat mendengar kepergian dari puteri saya tersebut." balas ibu Sharon dengan wajah sedihnya.
"Saya pikir, anda bisa menuntut seorang Deni yang tidak becus dalam melakukan tugasnya sebagai seorang psikiater. Dia tidak bisa membuat anak anda sembuh. Tapi justru anak anda bertambah depresinya. Sebelum akhirnya melakukan bunuh diri." ucap Deni dengan sebuah hasutan.
Ibu Sharon yang sudah mulai melupakan pikiran jahatnya pada Deni. Kembali terpikir akan Deni yang tidak mampu menangani seorang Sharon. Akhirnya dia kembali pada pemikiran awalnya yang menyalahkan seorang Deni atas kematian Sharon.
Mungkin benar apa yang di katakan oleh seorang Roy. Jika Deni memang tidak becus dalam menangani seorang Sharon. Sehingga Sharon harus mengalami bunuh diri. Tekanan batin yang gagal di atasi oleh seorang Deni pada Sharon. Padahal Deni adalah psikiater yang sedang menangani Sharon saat ini.
__ADS_1
Melihat semua yang ada, ibu Sharon pun mulai berpikir untuk membawa kasus kematian dari Sharon ke meja hijau. Mungkin pengadilan akan menjadi tempat yang cocok untuk menghukum seorang Deni yang di anggap gagal dalam menangani depresi berat yang sedang melanda Sharon.
Roy pun bersedia untuk menolong keluarga Sharon, jika memang ingin menuntut seorang Deni. Bahkan Roy menawarkan seorang pengacara hebat yang bisa membuat Deni masuk kedalam penjara. Sehingga Deni tidak akan bisa lari lagi. Deni akan masuk kedalam bui, sesuai dengan harapan seorang Roy.