
Brian dan Love sudah siap untuk pergi ke sekolah masing-masing. Brian terlihat begitu imut dengan seragam play group yang di kenakan olehnya. Begitu juga dengan Love, yang terlihat cantik dengan seragam TK yang di pakainya.
Brian terus memainkan lato-lato yang Nia belikan di hari kemarin. Dia begitu senang memainkan permainan dua buah bola yang di gantung oleh sebuah tali itu. Brian terus memainkan permainan lato-lato sebelum benar-benar berangkat menuju sekolah.
Sebelum mengantar Brian dan Love pergi ke sekolah masing-masing. Nia membawa sepiring sarapan untuk Bella. Tanpa ada rasa takut, Nia membawa sepiring nasi berisi ayam goreng itu ke dalam kamar Bella.
Nia membuka pintu kamar Bella, lalu masuk ke dalam kamar Bella. Bella menyambut kedatangan seorang Nia dengan penuh amarah. Bella langsung terlihat marah pada saat Nia memberikan sepiring nasi itu pada dirinya.
Nia mencoba bersikap tenang, walaupun dia juga mulai sedikit takut pada Bella. Tapi berkat ketenangannya itu, Nia berhasil memberikan nasi itu pada Bella. Bella mengambil piring itu, tapi tidak langsung memakan nasi yang ada di dalamnya. Dia hanya memainkan nasi, hingga mengacak-acak nasi yang ada di piring tersebut.
Nia mencontohkan cara makan pada Bella. Tapi Bella menolaknya. Dia menyembunyikan piring itu di belakang tubuhnya. Kemudian mengusir Nia dari dalam kamarnya. Bella menahan pintu kamarnya, agar Nia tidak lagi masuk ke dalam kamarnya.
Dari luar kamar, Nia berpesan pada Bella untuk menghabiskan nasi tersebut. Mengingat itu sarapan untuk Bella. Sehingga Bella harus menghabiskan nasi tersebut. Bukan malah membuang nasi tersebut.
Tugas memberikan makan pada Bella telah selesai. Kini saatnya Nia untuk pergi mengantar anak-anak menuju sekolah. Baik Love dan Brian yang sudah tak sabar pergi ke sekolah. Sudah lebih dulu menunggu Nia di dalam mobil. Keduanya nampak ingin segera tiba di sekolah. Bertemu dengan teman-teman mereka untuk bercengkrama dan bermain bersama.
"Aku pikir lato-lato punyaku paling bagus." ucap Brian dengan penuh keyakinan.
__ADS_1
"Ingat yah Brian, kamu harus hati-hati memainkan permainan itu. Jangan sampai buat benjol teman kamu. Paham sayang." Pinta Nia dengan begitu tegasnya.
"Dengar apa yang mama bilang, harus hati-hati. Jangan buat teman kamu benjol. Itu sakit banget kalau kena Kepala." ucap Love.
"Iya ma..." balas Brian yang terus memainkan permainan lato-lato.
Begitu suara mobil Nia telah pergi, Bella langsung keluar dari dalam kamarnya. Dia mengacak-acak seluruh isi rumah Nia. Sambil tertawa, Bella menjatuhkan beberapa benda mahal milik Bella dan Deni. Begitu juga dengan pakaian Nia dan Deni yang Bella keluarkan juga dari lemari. Dia tak terkontrol, semuanya di buang oleh Bella.
Puas mengacak-acak seluruh barang yang ada di rumah Deni dan Nia. Bella yang membawa sebuah boneka yang mirip dengan bayi. Berjalan keluar rumah. Entah kemana tujuan dari seorang Bella, namun perempuan itu hendak menuju jalanan di sekitar kompleks rumah.
Sampai di dekat salah seorang rumah warga. Bella melihat sosok laki-laki berbadan besar yang dalam pandangan dirinya itu adalah Bio. Bella yang kesal pada Bio. Langsung menghampiri laki-laki berbadan besar tersebut.
Awalnya Bella menampar laki-laki itu dengan kerasnya. Sebelum sebuah ranting di gunakan Bella untuk memukuli pria malang tersebut. Pria itu awalnya diam saja, namun ketika tubuhnya mulai merasakan sakit. Pria itu langsung menarik ranting yang di pegang oleh Bella. Kemudian balik memukul Bella dengan ranting tersebut.
Bella langsung menangis kesakitan dengan pukulan yang di lakukan oleh pria itu. Di pinggiran jalan, Bella menangis dengan begitu hebatnya. Sementara laki-laki yang di pukuli oleh Bella. Langsung melaporkan kejadian yang di alami oleh dirinya pada pihak RT setempat. Mungkin pihak RT bisa memberikan solusi konkrit dalam menangani Bella.
Laporan dari pria itu langsung di tanggapi oleh pihak RT setempat. Pak RT langsung menghubungi Nia dan Deni untuk membicarakan perkara Bella. Terlebih Bella yang berguling di pinggir jalan. Dengan kondisi demikian, tentu itu sangat tidak relevan bagi seorang Bella.
__ADS_1
Deni dan Nia langsung segera bergegas menuju rumah. Keduanya yang khawatir akan kondisi Bella. Ingin segera bertemu dengan Bella, terlebih kondisi Bella saat ini begitu payah.
Deni dan Nia tiba secara bersamaan. Yeah tidak jauh berbeda, walaupun Deni sampai lebih dulu. Tapi seperkian detik kemudian mobil Nia juga tiba di rumah pak RT.
Nia dan Deni di bawa oleh pak RT untuk melihat kondisi Bella yang terlihat begitu payah. Dia terlihat begitu memprihatinkan dengan beberapa bagian tubuhnya yang terlihat lebam. Bella benar-benar tidak baik-baik saja dengan kondisinya saat ini.
Deni dan Nia langsung menghampiri Bella yang semakin kencang menangis. Deni memeluk tubuh Bella, memberikan sentuhan positif sebagai seorang kakak pada Bella. Tapi Bella yang enggan di peluk oleh Deni, langsung mendorong tubuh Deni. Tubuh Deni langsung tersungkur, usai didorong oleh Bella.
Nia mengangkat tubuh Deni yang terjatuh di dorong oleh Bella. Tak hanya mendorong saja, Bella juga berusaha memukuli tubuh Deni dengan sebuah ranting. Untung beberapa warna yang ada di sekitar kejadian, langsung mengehentikan aksi seorang Bella. Hingga Deni pun akhirnya bisa selamat dari pukulan yang di lakukan oleh Bella.
Deni segera mengambil alat bius di mobilnya. Mungkin dengan alat bius itu, Bella bisa tenang. Sebenarnya Deni tidak ingin melakukan hal tersebut. Tapi mungkin ini cara paling ampuh yang harus di lakukan oleh Deni. Mengingat apa yang di lakukan oleh Bella, tak hanya membahayakan Deni saja. Tapi membahayakan banyak orang yang ada di sekitar rumah Deni.
Satu suntikan penuh, cukup untuk membuat Bella tenang. Seketika tubuh Bella yang awalnya tidak henti bergerak, langsung terdiam kaku. Dia terlihat begitu lemah, dengan wajahnya yang seketika pucat.
Deni langsung menggendong tubuh adiknya itu ke dalam mobilnya. Deni ingin segera membawa Bella menuju rumahnya. Sementara Nia sebagai perwakilan dari keluarga Deni, meminta maaf atas apa yang di lakukan oleh Bella. Beberapa warga dengan lantang menyuarakan agar Bella di pasung. Mengingat Bella yang tanpa kontrol. Kerap membahayakan warga sekitar. Jika Bella di biarkan bebas, bukan tidak mungkin Bella akan melakukan kembali aksinya.
Suara-suara sumbang yang terdengar tidak begitu jelas itu, cukup membuat Nia prihatin. Pasalnya itu akan jadi pukulan telat bagi Bella. Dia akan di pasung layaknya seseorang yang memiliki gangguan jiwa. Walaupun apa yang Bella alami saat ini, juga merupakan gangguan jiwa.
__ADS_1