
Bio mulai kembali siuman, kedua bola matanya mulai terbuka begitu lebarnya. Tapi tatapan Bio nampak begitu kosong. Dia terlihat tidak seperti biasanya. Sosok Bio yang sangar, dengan tatapan wajah yang meyakinkan. Bio terlihat begitu murung.
Roy mendekati tubuh Bio. Mulai mengajak Bio sedikit berbincang. Apalagi Roy memiliki sebuah kabar yang membahagiakan untuk Bio. Dimana Roy membawa sebuah kabar, jika Bio sudah resmi di bebaskan dari penjara. Bio pun bisa menghirup udara bebas.
Kabar bahagia yang di bawa oleh Roy, tidak langsung membuat Bio tersenyum. Dia tetap terlihat tidak begitu bahagia. Tidak ada senyum yang muncul dari wajahnya. Hanya ada kesedihan serta wajah murung yang Bio tunjukan pada Roy.
Roy mencoba mengelus rambut Bio secara perlahan. Tapi Bio dengan kasarnya menepis tangan dari Roy. Dia tak ingin Roy menyentuh bagian dari tubuhnya. Termasuk rambutnya yang baginya bagian yang tidak bisa di sentuh oleh Roy.
"Ada apa kak?" tanya Roy dengan begitu bingungnya.
__ADS_1
Bio tetap terdiam. Sampai ada seorang dokter yang masuk ke dalam kamar perawatan seorang Bio. Ini kesempatan yang bagus bagi Roy untuk mengetahui kondisi terkini dari Bio. Kondisi Bio yang terlihat begitu berbeda.
"Kenapa kakak saya dok?" tanya Roy.
"Di penjara selama beberapa minggu. Rasanya telah membuat Bio depresi. Ketakutan yang melanda Bio, secara tak langsung mempengaruhi psikis dari seorang Bio. Hingga akhirnya Bio harus mengalami depresi seperti yang kita lihat sekarang." jawab dokter tersebut.
Roy langsung terkejut dengan jawaban dari dokter tersebut. Dia pun merasakan hal yang berbeda dengan Roy. Dimana Bio terlihat begitu murung dan bersedih, dari Bio yang masih di penjara. Roy merasakan hal tersebut.
"Mungkin Bio butuh pertolongan dari seorang psikiater untuk menyembuhkan rasa takut dari dalam dirinya. Dengan pertolongan psikiater, mudah-mudahan Bio akan kembali bisa sembuh dari depresinya. Saya rasa Bio harus segera ke psikiater. Sebab depresi Bio belum begitu parah saat ini." jawab dokter kembali.
__ADS_1
"Dokter punya rekomendasi psikiater yang bagus?" tanya Roy penasaran.
"Ada beberapa nama, salah satunya saya pikir bapak Deni. Dia adalah seorang psikiater yang cukup handal. Apakah anda ingin membawa kakak anda kesana?" Saran sang dokter.
"Tidak usah dok. Mungkin saya akan mencari nama lain untuk menyembuhkan depresi kakak saya. Tidak harus pergi ke orang tersebut." balas Roy dengan begitu
meyakinkan.
Tanpa memberitahu alasannya menolak seorang Deni untuk menyembuhkan depresi Bio. Roy memilih untuk tidak pergi ke tempat Deni bekerja. Bagi Roy, meminta pertolongan pada seorang Deni adalah sebuah kemustahilan. Dia rela kehilangan banyak uang, daripada harus meminta bantuan Deni. Itu tidak akan pernah di lakukan oleh Roy. Tidak akan pernah, mengingat Roy cukup membenci seorang Deni yang di kenal musuh Roy saat ini.
__ADS_1
Roy mulai mencari rekomendasi beberapa psikiater di sosial media. Tak hanya itu, dia juga mencari informasi psikiater yang kompeten secara mulut ke mulut. Dengan cara itu Roy akan bisa menemukan seorang psikiater yang bisa di percaya untuk menyembuhkan depresi dari seorang Deni. Depresi yang menghantui Bio, usai menjalani masa tahanan selama hampir 3 minggu lebih.
Roy berharap nantinya, jika dia menemukan psikiater untuk menyembuhkan Bio. Dia bisa di ajak berkerjasama untuk menghancurkan tempat psikiater Deni. Dengan begitu dendam Roy pada seorang Deni akan semakin terlihat sempurna. Roy berhasil mengalahkan Deni dalam berbagai hal. Juga dalam hal pekerjaan yang di tekuni oleh Deni. Itu akan menjadi sasaran bagi Roy untuk menghancurkan Deni.