Oktrouble

Oktrouble
Framing Roy Terhadap Bio


__ADS_3

Bio meminta salah seorang bodyguard pribadinya untuk mencari orang yang pandai dalam mengedit photo. Bio ingin mengedit beberapa photo Bio yang seolah-olah dia sedang liburan di luar negeri. Cara ini merupakan ide dari Tono pada Roy.


Tak perlu lama bagi Rocky untuk menemukan sosok yang benar-benar di cari oleh Roy. Sosok tersebut jatuh pada seorang Feni. Dia adalah seorang editor handal yang lulus dari fakultas design di universitas ternama di Jakarta. Gambar editan dari Feni tidak perlu di ragukan lagi. Feni mengedit setiap gambar dengan begitu detailnya. Hingga terlihat seperti aslinya. Sosok Feni pun sangat di butuhkan bagi Roy saat ini.


Roy memuji Rocky yang berhasil menemukan sosok Feni. Roy memuji Rocky yang bekerja dengan begitu baik. Dia begitu cepat menemukan sosok editor handal yang akan mengedit photo Bio. Dengan begitu, tidak akan ada pertanyaan dari kolega Bio perihal keberadaan dari Bio.


Tak ingin berlama-lama lagi. Roy langsung meminta untuk bertemu dengan Feni. Roy ingin melihat bagaimana Feni mengedit gambar Bio dengan begitu apiknya. Sehingga nampak terlihat seperti sungguhan. Bio sedang berlibur ke luar negeri. Padahal aslinya Bio sedang menjalani pengobatan di rumah sakit jiwa.

__ADS_1


Rocky dengan segera membawa Feni masuk ke dalam ruangan Roy. Dengan pakaian yang begitu santai. Feni melenggang masuk ke dalam ruang kerja Roy yang begitu luas. Tidak ada raut wajah gugup dari seorang Feni. Dia terlihat begitu percaya diri saat berhadapan dengan Roy.


Rocky di persilahkan untuk pergi dari ruangan Roy. Sementara Feni di minta Roy untuk duduk di hadapannya. Roy ingin berbincang lebih banyak terlebih dahulu dengan Feni. Sebelum Deni memulai aksinya dalam mengedit photo dari Roy.


Beberapa pertanyaan dilontarkan oleh Roy pada Feni. Pertanyaan itu di jawab Feni dengan begitu meyakinkan. Tak ada keraguan dalam diri seorang Feni untuk menjawab setiap pertanyaan dari Roy. Apalagi pertanyaan perihal background seorang Feni yang berasal dari universitas ternama di Jakarta. Feni menjawab dengan penuh percaya diri.


Feni mengeluarkan sebuah laptop dari dalam tas besarnya. Dia pun mulai menggunakan jari jemari tangan kanannya untuk membuat editan dari photo Bio. Di photo itu, Roy meminta Feni untuk mengedit photo Bio seolah-olah Bio sedang berlibur di Korea. Sebuah tugas yang mudah yang hendak di kerjakan oleh Feni.

__ADS_1


Tanpa perlu waktu yang lama, Feni berhasil mengedit photo Bio dengan sempurna. Bio terlihat begitu bahagia bermain salju di Korea. Bagi orang awam, rasanya sulit untuk membedakan photo tersebut adalah photo editan. Apalagi Feni membuat photo itu dengan detail yang memukau. Sehingga tak akan ada orang yang mengira jika photo yang di buat oleh Feni adalah photo editan.


Roy sebagai orang awam berpikir demikian. Dia melihat photo tersebut seperti sebuah photo asli. Tidak ada celah untuk mengira photo tersebut adalah photo editan. Feni mengerjakan tugasnya dengan sempurna. Tak heran jika Roy memberikan Feni sebuah jempol. Feni layak mendapatkan jempol dengan apa yang telah di kerjakan olehnya. Sebuah jempol yang layak untuk Feni.


Tak hanya mengedit satu gambar saja. Feni diminta Roy untuk mengedit hampir 100 gambar. Dimana gambar-gambar tersebut, nantinya akan di post di akun sosial media dari Bio secara berkala. Tak hanya satu tempat saja, hampir setiap negara yang terkenal. Roy minta Feni untuk mengedit photo Bio yang sedang berlibur di sana. Hingga framing Bio yang sedang berada di luar negeri, tetap aman terjaga. Tidak akan ada orang yang curiga akan hal tersebut.


Tak hanya mengedit photo dari Bio saja. Roy juga membayar sebuah media online ternama untuk membuat berita liburan dari Bio. Bermodalkan photo dari media sosial Bio. Roy meminta media online tersebut untuk memberitakan pada semua orang akan liburan yang sedang di jalani oleh Bio saat ini.

__ADS_1


Besarnya bayaran yang di berikan oleh Roy. Secara tak langsung membutakan media online tersebut. Mereka pun akhirnya menerima tawaran dari Roy untuk membuat berita bohong akan Bio liburan. Mereka seolah meninggalkan misi dan visi sebagai sebuah media. Dimana mereka harus independen serta memberitakan sesuatu yang sesuai dengan fakta. Tidak dengan bayaran yang di berikan oleh pihak luar. Dengan apa yang mereka lakukan, tentu itu menjadi sebuah pertanyaan akan visi dan misi media yang mereka pegang sendiri.


__ADS_2