Oktrouble

Oktrouble
Semangat Deni Yang Kembali Membara


__ADS_3

Deni tiba di ruang kerjanya. Dia langsung mengeluarkan semua peralatan kerjanya yang mungkin bisa Deni gunakan untuk melakukan beberapa terapi pada beberapa pasiennya. Bunuh diri yang di lakukan oleh Sharon, telah membuat kepanikan tersendiri bagi seorang Deni. Sehingga Deni harus bisa lebih berwaspada lagi akan kemungkinan buruk yang terjadi pada setiap pasiennya.


Seorang rekan kerja Deni mengajak Deni untuk meminum kopi terlebih dahulu. Bercerita di taman sambil melihat keindahan langit di pagi hari. Mungkin itu ide yang bagus untuk menenangkan pikiran seorang Deni yang akhir-akhir ini kacau. Tapi Deni tidak ingin terus di permainan oleh pikirannya sendiri. Deni harus segera bisa bangkit dengan apa yang ada. Sehingga Deni bisa memulai kehidupannya dengan begitu baiknya.


Deni jelas menolak ajakan rekan kerjanya tersebut. Tapi rekan kerja Deni itu, kembali menawarkan penawaran yang menarik pada Deni. Dia memiliki sesuatu yang mungkin tidak ada di tolak oleh Deni. Sesuatu itu akan dia ucapkan saat Deni ikut dengan dirinya menuju taman.


Lagi-lagi Deni menolak tawaran dari rekan kerjanya tersebut. Deni lebih memilih untuk segera melakukan praktek pada setiap pasien yang ada. Rasanya cukup bagi Deni kehilangan seorang Sharon yang melakukan bunuh diri. Deni tidak ingin kejadian yang sama, terjadi pada pasien Deni yang lainnya. Sehingga Deni harus bisa mengantisipasi hal tersebut dengan baik.


Pasien pertama yang Deni datangi adalah seorang ibu muda yang mirip dengan sosok Bella. Sama seperti Bella yang mengalami kekerasan oleh suaminya sendiri. Ibu muda yang bernama Leni itu, mengalami luka psikis yang cukup berat. Hingga dia mengalami trauma akut pada seorang pria.

__ADS_1


Deni menyapa Leni dengan begitu manisnya. Deni sapaan yang manis itu, Deni berharap Leni bisa lebih bahagia lagi. Tapi Leni yang depresi berat, terlihat tidak menyambut baik kedatangan dari Deni. Dia mengusir Deni dari kamarnya. Meminta waktu untuk sendiri di kamarnya. Leni ingin menenangkan pikirannya yang begitu kacau di buat oleh suaminya. Sehingga Leni meminta Deni untuk pergi dari kamarnya tersebut dengan segera.


Leni terlihat semakin marah saat Deni tak kunjung pergi dari kamar perawatan miliknya. Leni langsung memukuli seorang Deni yang tetap mencoba menenangkan Leni. Leni yang sudah sangat kesal pada Deni, akhirnya menampar wajah Deni dengan begitu kerasnya.


Sakit memang, tapi itu adalah resiko pekerjaan yang harus di jalani oleh Deni. Sehingga Deni harus bisa memiliki mental yang kuat dalam menghadapi setiap pasiennya yang memiliki gangguan psikologis yang bermacam-macam seperti salah satunya adalah Leni. Deni pun harus bisa menahan rasa sakit yang bisa sewaktu-waktu membuat tubuhnya terluka.


Deni akhirnya melakukan pendekatan lainnya pada seorang Leni. Sehingga Deni bisa membuat Leni lebih tenang lagi. Sebab Leni terlihat begitu tidak tenang, dia panik. Bahkan terlihat kurang nyaman dengan posisinya saat ini. Hingga Deni harus bisa menenangkan Leni yang terlihat semakin tidak berdaya tersebut.


Obrolan itu di awali dengan kesedihan yang di alami oleh Leni. Hingga perempuan itu bercerita akan kekerasan yang di lakukan oleh suaminya sambil terisak-isak. Dia merasakan bagaimana tangan suaminya dengan mudah memukuli tubuhnya. Hingga Leni tak berdaya di buat oleh suaminya tersebut.

__ADS_1


Hampir 20 menit Leni menceritakan semua kesedihan yang di alami oleh dirinya. Kini giliran Deni yang mencoba sedikit memberikan motivasi pada seorang Leni. Mungkin dengan motivasi itu, Leni bisa lebih baik lagi. Dengan motivasi yang datang dari Deni. Leni akan kembali semangat untuk menjalani kehidupannya.


Deni pun terus memberikan sebuah kalimat motivasi yang membuat Leni mulai bisa bangkit. Pengucapan Deni yang mudah di serap oleh Leni. Semakin menambah motivasi itu pada seorang Leni. Perlahan Leni pun mulai percaya diri lagi. Hingga Leni siap untuk melupakan semuanya.


Deni begitu senang dengan ekspresi kebahagiaan dari seorang Leni. Dia merasa bahagia atas apa yang telah terjadi pada Leni. Sudah tidak ada kesedihan yang nampak di wajah Leni. Kini dia bisa lebih tenang lagi dengan apa yang ada.


Sebagai bentuk pengobatan terakhir di pagi ini. Deni memeluk erat seorang Leni. Deni berbisik di telinga kanan Leni untuk tetap tabah dengan semua yang ada. Mungkin ini adalah jalan yang harus di lewati oleh Leni.


Semangat Deni menjadi seorang psikiater kembali membara dengan semakin membaiknya seorang Leni. Dia begitu bahagia dengan kondisi Leni yang sudah mulai menunjukkan tanda-tanda kesembuhan. Di tambah Leni yang begitu merasa beruntung bisa bertemu dengan Deni. Semakin membuat Deni merasa gembira dengan semua yang ada.

__ADS_1


Kini Deni kembali optimis untuk menyambut keseharian dari dirinya sebagai seorang psikiater. Deni siap membawa perubahan signifikan yang akan membuat dirinya menjadi lebih baik lagi. Lebih percaya diri lagi, pastinya lebih bahagia lagi dengan apa yang telah di jalani oleh Deni saat ini.


__ADS_2